Ribuan Guru di Sydney Berunjuk Rasa Menuntut Kenaikan Gaji

Siswanto, ABC

Jum'at, 06 Mei 2022 | 17:13 WIB
Ribuan Guru di Sydney Berunjuk Rasa Menuntut Kenaikan Gaji
Ilustrasi Australia (Pixabay/pattyjansen)

Suara.com - Ribuan guru turun ke jalan-jalan di pusat Kota Sydney, Rabu (04/05) menuntut kenaikan gaji yang mereka sebut sudah tak lagi sepadan denganberatnya beban dan tuntutan profesi mereka.

Aksi mogok mengajar yang diorganisasi oleh kalangan serikat buruh initetap dilakukan meskipun Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW) telah meminta dengan tegas agar aksi ini dibatalkan.

Pemerintah meminta para guru di sekolah negeri ini untuk "bersabar" menunggu hingga anggaran pendapatan dan belanja negara bagian (APBN) rampung bulan depan, yang di dalamnya mencakup penyelesaiansengketa gaji guru.

Aksi demo para guru hari Ini merupakan pemogokan yang kedua di NSW dalam enam bulan terakhir.

Mereka menyebut kenaikan biaya hidup semakin berat dibandingkan dengan gaji dan beban pekerjaan.

Awal pekan ini, Menteri Utama (Premier) NSW, Dominic Perrottet dan Menteri Pendidikan NSW, Sarah Mitchell menyatakan negosiasi gaji guru akan ditunda hingga APBN siap diajukan ke parlemen setempat.

Para pegawai negeri di NSW terikat dengan UU yang membatasi kenaikan upah 2,5 persen.

Menteri Sarah Mitchell mengatakan pemerintah berencana untuk mengatasi kenaikan upah di seluruh sektor publik, termasuk guru sekolah negeri, dalam APBN mendatang.

"Tapi itu suatu keputusan besar, mencakup miliaran dolar anggaran, sehingga pemerintah perlu memutuskan bagaimana kita membelanjakan uang ini," katanya.

baca juga

"Jadi ini harus menjadi bagian dari proses APBN, dan saya kira pembayar pajak juga berharap kita melakukan hal itu," tambahnya.

Dalam unjuk rasa ini, guru-guru mengibarkan spanduk yang isinya seperti: "Kami Mogok Demi Siswa Kami". Mereka berkumpul dalam jumlah ribuan di luar gedug Parlemen NSW.

Salah satu di antaranya, Nancy Penfold dari Marrickville Public School di Sydney Barat dalam orasinya mengatakan para guru hanya ingin memperbaiki kondisi siswa di sekolah.

"Anak-anak ini berhak mendapatkan guru yang berkualitas di kelas. Guru layak mendapatkondisi kerja lebih baik dan gaji kompetitif yang menarik sehingga bisa mempertahankan guru yang kita butuhkan," ujarnya.

Seorang kepala sekolah dari daerah New England, Michael Rathborne, mengatakan selama 30 tahun menjadi guru dia belum pernah melihat kondisi seburuk sekarang ini.

"Kondisi staf kami belum pernah seburuk sekarang," ujarnya.

"Saya dan wakil saya sekarang sangat sering mengisi kelas untuk membantu staf kami karena bebannya sudah terlalu berat," kata Rathborne.

Ketua Federasi Guru NSW, Angelo Gavrielatos, mengatakan pemerintah sebenarnya memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan perselisihan gaji ini.

"Kami sudah sangat bersabar, justru pemerintah yang harus bertindak segera," tegasnya.

Sebuah survei di kalangan serikat buruh yang melibatkan sekitar 10.000 responden menemukan tujuh dari 10 guru menganggap beban kerja mereka sudah terlalu berat untuk dilanjutkan.

Menteri Sarah Mitchell menolakpernyataan bahwa satu-satunya cara bagi para guru untuk mendapatkan kenaikan gaji adalah dengan mogok kerja.

"Kami menerapkan kenaikan gaji 2,5 persen dari tahun ke tahun untuk para guru," katanya.

"Kami memasukkannya pada bulan Januari tahun ini meskipun belum mendapatkan kesepakatan karena kami tahu itu hak guru berdasarkan kebijakan upah yang berlaku," jelasnya.

Menteri Sarah Mitchell mengatakan dana sebesar A$125 juta dialokasikan dalam APBN tahun lalu untuk menambah tenaga pengajar di NSW.

Meski para guru melangsungkan aksi unjuk rasa, sekolah-sekolah negeri di NSW tetap buka dengan pengawasan terbatas dan tanpa kegiatan belajar-mengajar di kelas.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim untuk ABC Indonesia dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:40 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Terkini

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

×