Penembak di Gereja AS Mengaku Kesal pada Ketegangan China-Taiwan

Siswanto

Selasa, 17 Mei 2022 | 14:58 WIB
Penembak di Gereja AS Mengaku Kesal pada Ketegangan China-Taiwan
Update penembakan di Gereja Geneva Presbyterian California. (Antara)

Suara.com - Tersangka penembakan di sebuah perjamuan gereja Taiwan-Amerika di California mengaku kesal terhadap ketegangan China-Taiwan, kata pihak berwenang, Senin (16/5).

Insiden itu terjadi pada Minggu di Gereja Geneva Presbyterian di Laguna Woods, California, sekitar 72 km tenggara Los Angeles, Amerika Serikat, hingga menewaskan seorang dokter dan melukai lima orang lainnya.

David Chou (68 tahun), sang tersangka pelaku, merantai pintu gereja dan mengolesi gembok pintu itu dengan lem sebelum melakukan penembakan di dalam gereja, kata Sheriff Orange County Don Barnes, Senin.

Hampir 40 anggota kongregasi Taiwan dari Irvine, California, yang memakai ruang di gereja itu tengah menghadiri perjamuan bagi seorang mantan pastor setempat ketika penembakan terjadi, kata kantor sheriff.

Menurut pihak berwenang, Chou adalah warga negara AS dan penduduk Los Angeles kelahiran China. Dia mengemudi ke wilayah California Selatan pada Sabtu dan mendatangi gereja itu pada Minggu pagi.

Usai penembakan, para penyidik menemukan tiga kantong di sekitar gedung gereja. Kantong-kantong itu berisi berbagai barang, seperti peluru dan empat alat mirip peledak molotov.

FBI mengatakan tengah membuka penyelidikan tentang kejahatan kebencian dalam kasus ini.

Dalam pernyataan pada Senin malam, kantor sheriff mengatakan penyidik telah "memastikan bahwa tersangka kesal terhadap ketegangan politik yang melibatkan China dan Taiwan", tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Di dalam mobil Chou, kata Barnes, penyidik menemukan catatan dalam bahasa Mandarin yang mengindikasikan obsesi pada Taiwan dan ketidaksukaan terhadap orang Taiwan.

baca juga

China menganggap Taiwan, sebuah pulau yang diperintah secara demokratis, sebagai wilayahnya yang "suci". Beijing tak pernah mengesampingkan kemungkinan menggunakan kekuatan untuk membawa Taiwan ke pangkuan China.

Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dengan mengatakan bahwa mereka sudah merdeka dan hanya 23 juta penduduknyalah yang bisa memutuskan masa depan mereka.

Semua korban penembakan, yang nama-namanya belum diungkap, adalah keturunan Asia.

Korban luka-luka –empat pria berusia 66-92 tahun dan seorang wanita 86 tahun– telah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, kata kantor sheriff.

Di antara mereka yang tewas di gereja Laguna Woods adalah dokter John Cheng (52 tahun), yang ditembak ketika berusaha melumpuhkan tersangka, kata Barnes seraya memuji keberanian sang dokter untuk mencegah lebih banyak korban.

Upaya Cheng melumpuhkan Chou memberi kesempatan para anggota jemaat lain, termasuk sang pastor, untuk meringkusnya dan mengikat kakinya dengan kabel listrik.

Mereka menahan tersangka sampai para pembantu sheriff tiba dan masuk ke gereja dengan mendobrak pintu yang dirantai.

Chou, yang kini ditahan, diyakini melakukan aksi tersebut seorang diri, kata Barnes.

Tersangka membeli dua pucuk pistol secara legal di Las Vegas, kota tempat dia menyewa salah satu kamar di sebuah rumah.

Dia kemungkinan akan dituntut dengan satu kasus pembunuhan, lima kasus percobaan pembunuhan, dan empat kasus kepemilikan bahan peledak secara tidak sah dalam dakwaan yang ditetapkan pada Selasa, kata Jaksa Wilayah Orange County Todd Spitzer.

Spitzer mengatakan dia mempertimbangkan untuk menuntut hukuman mati dalam kasus ini, meskipun California belum pernah mengeksekusi satu terpidana pun selama lebih dari 10 tahun.

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen menyampaikan duka mendalam atas insiden itu dan telah memerintahkan kementerian luar negeri untuk membantu korban dan keluarga mereka, kata kemlu Taiwan, Selasa.

Kekerasan bersenjata di California tersebut terjadi pada hari yang sama dengan penembakan massal di sebuah toko bahan pokok di kawasan warga kulit hitam di Buffalo, New York.

Insiden di New York itu menewaskan 10 orang dan melukai tiga lainnya. Sebagian besar korban adalah warga kulit hitam dan FBI telah memasukkan kasus itu sebagai tindak kekerasan brutal bermotif rasialisme.

Sumber: Reuters/Antara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Kunjungan Nancy Pelosi, China-Taiwan Memanas Warga Taiwan Siapkan Hadapi Serangan Militer

Pasca Kunjungan Nancy Pelosi, China-Taiwan Memanas Warga Taiwan Siapkan Hadapi Serangan Militer

Video | Selasa, 09 Agustus 2022 | 12:05 WIB

China - Taiwan di Ambang Perang, DPR Minta Pemerintah Siapkan Evakuasi 300 Ribu WNI

China - Taiwan di Ambang Perang, DPR Minta Pemerintah Siapkan Evakuasi 300 Ribu WNI

News | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 13:43 WIB

Terkini

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

LPDB Koperasi Rayakan Dua Dekade dengan Berbagi, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Sosial untuk Lansia

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:41 WIB

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau

Sumbar | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:33 WIB

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop Usai BTS Tolak Kirim Karya

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:23 WIB

Gubernur Khofifah Kukuhkan 76 Paskibraka Jatim untuk HUT ke-81 RI, Tegaskan Semangat NKRI

Gubernur Khofifah Kukuhkan 76 Paskibraka Jatim untuk HUT ke-81 RI, Tegaskan Semangat NKRI

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:23 WIB

Amerika Serikat: Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81

Amerika Serikat: Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:22 WIB

×