facebook

Krisis! Perdana Menteri Sri Lanka Umumkan Ancaman Kekurangan Pangan

Erick Tanjung
Krisis! Perdana Menteri Sri Lanka Umumkan Ancaman Kekurangan Pangan
Ranil Wickremesinghe, perdana menteri yang baru diangkat, tiba di sebuah kuil Buddha setelah upacara pengambilan sumpah di tengah krisis ekonomi negara itu, di Colombo, Sri Lanka, 12 Mei 2022. (ANTARA/Reuters/Dinuka Liyanawatte/as.)

Oleh karena itu, pemerintah Sri Langka berjanji akan membeli cukup pupuk untuk musim tanam berikutnya guna meningkatkan panen.

Suara.com - Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe memperingatkan ancaman kekurangan pangan ketika negara kepulauan itu menghadapi krisis ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah Sri Langka berjanji akan membeli cukup pupuk untuk musim tanam berikutnya guna meningkatkan panen.

"Meskipun mungkin tidak ada waktu untuk mendapatkan pupuk untuk musim Yala (Mei-Agustus) ini, langkah-langkah sedang diambil untuk memastikan stok yang cukup untuk musim Maha (September-Maret)," kata Wickremesinghe dalam sebuah pesan di Twitter pada Kamis (19/5/2022).

"Saya dengan sungguh-sungguh mendesak semua orang untuk menerima gawatnya situasi."

Baca Juga: Buntut Protes Krisis Ekonomi Di Sri Lanka, Polisi Tangkap Ratusan Pendemo

Keputusan Presiden Gotabaya Rajapaksa pada April tahun lalu untuk melarang semua pupuk kimia secara drastis mengurangi hasil panen, dan meskipun pemerintah telah membatalkan larangan tersebut, tidak ada impor substansial yang dilakukan.

Rajapaksa menunjuk sembilan anggota baru ke kabinet pada Jumat, termasuk kementerian kesehatan, perdagangan, dan pariwisata. Namun, dia tidak menyebutkan seorang menteri keuangan dan portofolio tersebut kemungkinan akan dipertahankan oleh Wickremesinghe.

Sri Lanka yang bergantung pada pariwisata menghadapi kekurangan devisa, bahan bakar, dan obat-obatan. Kegiatan ekonomi melambat bahkan merangkak.

"Tidak ada gunanya berbicara tentang betapa sulitnya hidup ini," kata A.P.D. Sumanavathi, seorang wanita berusia 60 tahun yang menjual buah dan sayuran di pasar Pettah di Colombo.

"Saya tidak dapat memprediksi bagaimana keadaannya dalam dua bulan, pada tingkat ini kita bahkan mungkin tidak berada di sini."

Baca Juga: Sri Lanka Bangkrut, Perdana Menteri : Beberapa Bulan ke Depan, Hidup Kita Akan Semakin Susah

Di dekatnya, antrean panjang terbentuk di depan sebuah toko yang menjual tabung gas untuk memasak, yang harganya melonjak hingga hampir 5.000 rupee atau sekitar Rp944 ribu dari 2.675 rupee atau Rp505 ribu pada April.

Komentar