facebook

Pemerintah Siapkan Koperasi Bangun Pabrik Minyak Sawit Merah

Erick Tanjung | Achmad Fauzi
Pemerintah Siapkan Koperasi Bangun Pabrik Minyak Sawit Merah
Menkop UKM Teten Masduki (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

"Salah satu pesan Presiden adalah, supaya asosiasi petani bisa membangun pabrik minyak sawit merah atau minyak makan merah," ujar Teten.

Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM tengah mempersiapkan sejumlah koperasi petani sawit di seluruh Indonesia untuk membangun pabrik minyak sawit merah. Hal ini untuk ikut bagian memasok minyak goreng dalam negeri.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, sudah saatnya petani sawit berkoperasi agar bisa mengakselerasi hilirisasi dan memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

"Salah satu pesan Presiden adalah, supaya asosiasi petani bisa membangun pabrik minyak sawit merah atau minyak makan merah. Serta inisiatif Kelompok Petani Sawit Swadaya untuk berperan dalam tata produksi minyak sawit dan minyak goreng melalui organisasi koperasi," kata Teten dalam keterangan di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Menteri Teten mengungkapkan, akan ada piloting pembangunan pabrik pengolahan minyak sawit merah di sejumlah lokasi, antara lain, Kalimantan Tengah, Riau, dan Jambi.

Baca Juga: Minyak Sawit Merah Tekan Risiko Kanker, Ini Kata Pakar

Termasuk membentuk gugus tugas pembangunan pabrik minyak sawit merah yang melibatkan KemenKopUKM, LPDB-KUMKM, BPDPKS, serta asosiasi dan organisasi petani. Tujuannya adalah untuk mewujudkan keinginan petani sawit menjadi bagian supply chain minyak goreng di dalam negeri sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

"Jadi para petani tak harus pusing lagi di mana menjual buah tandan segar (TBS) sawit," imbuh dia.

Dalam piloting tersebut, lanjut Teten, juga difokuskan terkait isu kelembagaan, pembiayaan, maupun perluasan pasar petani sawit secara swadaya. Kemenkop UKM juga akan menyiapkan ekosistem serta membangun korporatisasi petani yang terhubung dengan market, pembiayaan, dan teknologi pengolahan yang modern.

"Dari sisi pembiayaan, kita juga akan mengkombinasikan pembiayaan swadaya petani dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), LPDB, dan perbankan," jelas dia.

Teten optimistis, upaya pembangunan pabrik minyak sawit merah oleh koperasi ini akan mampu memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri. Pasalnya saat ini tercatat sebesar 42% atau sebesar 6,7 juta hektare lahan sawit dikelola oleh petani sawit swadaya.

Baca Juga: Kementerian Temukan Satu Gedung Jadi Kantor 16 Koperasi Simpan Pinjam

"Jika semua petani dalam koperasi ini bergabung, setidaknya 35 persen dari produksi CPO nasional bisa disediakan oleh petani sawit. Jika Presiden memberikan arahan bahwa suplai minyak goreng di dalam negeri bisa dari mereka, ini sangat bisa," tutur dia.

Komentar