8 Fakta Penembakan Sekolah Dasar di Texas, Momen Kelam Dalam Sejarah AS

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 25 Mei 2022 | 13:37 WIB
8 Fakta Penembakan Sekolah Dasar di Texas, Momen Kelam Dalam Sejarah AS
Penembakan di sekolah di Texas AS. (AFP)

Suara.com - Penembakan brutal terjadi di sebuah sekolah dasar (SD) di Uvalde South Texas, Amerika Serikat (AS), Selasa (24/5/2022). Peristiwa berdarah itu membuat puluhan siswa maupun guru di sekolah tersebut meninggal dunia.  

Kabar tersebut kontan menyita perhatian dunia. Bukan kali ini saja kasus penembakan di sekolah terjadi di Negeri Paman Sam. Berikut sejumlah fakta penembakan di Texas.

1. Pelaku Masih Remaja

Seorang remaja lelaki bernama Salvador Ramos diketahui sebagai pelaku penembakan di Texas. Lelaki yang baru berusia 18 tahun itu adalah penduduk setempat yang juga berkewarganegaraan Amerika Serikat.

2. Serang SD untuk Kalangan Bawah

Aksi keji Salvador menyasar Sekolah Dasar Robb, Uvalde, Texas. Sekolah itu berisi lebih dari 500 siswa, sebagian Hispanik, dan siswa yang marginal secara ekonomi dari kelas dua hingga kelas empat. Dalam situs website SD Robb, pihak sekolah meminta orang tua untuk tidak menjemput anak-anak mereka sampai semuanya dihitung.

3.  Pelaku Menembak Nenek Lebih Dulu

Kepala Polisi Distrik Uvalde, Pete Arredondo, mengatakan penembakan dimulai pada Selasa pukul 11.32 waktu setempat, dilansir BBC. Gubernur Texas, Greg Abbot, menyatakan pelaku menembak neneknya terlebih dahulu. Setelah itu, pelaku menuju SD Robb siang harinya.

Dia meninggalkan kendaraannya begitu saja sesampai lokasi. Pelaku memegang pistol di tangannya, kemungkinan juga ada senapan. Tanpa basa-basi Salvador melakukan aksi penembakan di sekolah tersebut.

baca juga

4. Korban Tewas 21 Orang

Banyak korban yang berjatuhan dari aksi mengerikan tersebut. Sejumlah 21 orang dinyatakan tewas, sebanyak 13 di antaranya anak-anak. Selain korban tewas, ada seorang perempuan berusia 66 tahun dan seorang gadis berusia 10 tahun yang dirawat di sebuah rumah sakit di San Antonio. Keduanya dalam kondisi kritis.

5. Korban Masih Bisa Bertambah

Korban tewas dari aksi brutal Salvador kemungkinan bisa bertambah. Rumah Sakit Uvalde Memorial membuat unggahan di Facebook yang menyatakan 13 anak telah dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans atau bus.

“Dia menembak dan membunuh 14 siswa secara mengerikan, tidak bisa dipahami, dan membunuh seorang guru. Ramos, si penembak, juga meninggal dan diyakini bahwa dia terbunuh oleh para petugas yang menangani keadaan,” kata Gubernur Texas, Greg Abbott saat konferensi pers.

6. Pelaku Ditembak Mati

Pihak kepolisian segera menuju lokasi begitu menerima laporan penembakan. Otoritas mengatakan ada dua polisi terkena tembakan pelaku, tapi tidak mengalami luka berat. Menurut pihak berwenang, tersangka melakukan aksinya seorang diri. Pelaku sendiri tewas, diduga ditembak mati oleh aparat, tak lama usai melancarkan aksinya.

7. Motif Masih Gelap

Tujuan Salvador Ramos menembaki SD di Texas masih misteri hingga kini. Namun ada sebuah petunjuk dari sebuah kasus lain yang terjadi hanya berselang 10 hari sebelum penembakan di Texas. Ada 10 orang tewas dalam serangan di Buffalo, New York, sebuah kawasan yang ditinggali mayoritas penduduk kulit hitam.

Serangan maut di Buffalo itu sendiri, menurut pihak berwenang, dilakukan oleh seorang remaja pria berusia 18 tahun dengan menggunakan senapan serbu. Ini mungkin ada kaitannya dengan Salvador Ramos.

8. Sejarah Kelam AS

Kasus penembakan di SD Robb lebih parah ketimbang tragedi penembakan sekolah SMA Columbine (1999) dan SMA Stoneman Douglas (2018). Apalagi jumlah kematian di penembakan Texas itu diperkirakan masih terus bertambah.

Hingga kini, kasus penembakan sekolah terparah di AS terjadi di SD Sandy Hook di negara bagian Connecticut. Pelaku bernama Adam Lanza yang berusia 20 tahun menewaskan 27 orang. Adam Lanza disebut mengidap sejumlah masalah psikologis. Setelah melakukan aksi kejinya pada anak-anak, ia bunuh diri dengan tembakan di kepala.

Kontributor : Alan Aliarcham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Jiwa Penembakan Sekolah Dasar di Texas Bertambah Jadi 18 Anak dan 3 Dewasa

Korban Jiwa Penembakan Sekolah Dasar di Texas Bertambah Jadi 18 Anak dan 3 Dewasa

Malang | Rabu, 25 Mei 2022 | 13:32 WIB

Kisah Eva Mireles Jadi Korban Penembakan Brutal di SD Texas, 17 Tahun Mengabdi Jadi Guru

Kisah Eva Mireles Jadi Korban Penembakan Brutal di SD Texas, 17 Tahun Mengabdi Jadi Guru

News | Rabu, 25 Mei 2022 | 13:23 WIB

Sosok Salvador Ramos, Penembak 19 Anak SD Robb Texas di Mata Eks Rekan Kerja: Pendiam Tapi Kadang Kasar

Sosok Salvador Ramos, Penembak 19 Anak SD Robb Texas di Mata Eks Rekan Kerja: Pendiam Tapi Kadang Kasar

News | Rabu, 25 Mei 2022 | 11:15 WIB

Korban Pertama Penembakan Massal di Texas adalah Guru yang Juga Istri Polisi

Korban Pertama Penembakan Massal di Texas adalah Guru yang Juga Istri Polisi

News | Rabu, 25 Mei 2022 | 10:57 WIB

Tewaskan 21 Orang, Pelaku Penembakan Di SD Texas Ternyata Anak SMA

Tewaskan 21 Orang, Pelaku Penembakan Di SD Texas Ternyata Anak SMA

News | Rabu, 25 Mei 2022 | 10:50 WIB

Terkini

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

×