Festival Instalasi Cahaya Vivid Sydney Diselenggarakan Lagi Setelah Pandemi

Siswanto, ABC

Senin, 30 Mei 2022 | 13:31 WIB
Festival Instalasi Cahaya Vivid Sydney Diselenggarakan Lagi Setelah Pandemi
Ilustrasi Opera House, Sydney. (Pixabay)

Suara.com - Penyelenggara Festival Vivid Sydney berharap bisa mengatasi membludaknya warga ke tengah kota dengan menyebar kegiatan ini untuk tahun 2022.

Mulai hari Jumat (27/5/2022), festival cahaya di beberapa sudut bangunan ikonik di Sydney tersebut akan berlangsung selama 23 hari setelah sebelumnya selama dua tahun sebelumnya karena pandemi COVID, festival dibatalkan.

Sebelumnya festival ini di tahun 2019 dihadiri oleh sekitar 2,4 juta orang di mana berbagai acara seperti pertunjukan cahaya, pertunjukkan musik dan kegiatan lain menyumbangkan sekitar A$170 juta (sekitar Rp1,7 T) ke perekonomian New South Wales.

Namun kepopuleran festival ini menimbulkan masalah lain yaitu  terlalu banyak warga yang datang dalam waktu bersamaan terutama di akhir pekan.

Meski jumlah orang yang hadir akan berkurang dibandingkan masa-masa sebelum COVID, Menteri Pariwisata NSW  Stuart Ayres mendesak warga untuk datang di hari-hari kerja antara Senin sampai Jumat.

"

"Akhir pekan pasti sibuk, dan apalagi akhir pekan di mana Seninnya libur akan lebih ramai lagi," katanya.

"

"Saya kira pengunjung masih akan datang dalam jumlah besar, jadi penting sekali bagi warga untuk membuat perencanaan. Datanglah di hari Senin, Selasa atau Rabu, kalau ingin melihat jumlah orang yang lebih sedikit."

baca juga

"Saya cukup yakin bahwa warga Sydney dan mereka dari seluruh negara bagian ini dan juga dari tempat lain ingin datang dan melihat Vivid."

Di tahun 2018, juru bicara bidang pariwisata dari partai oposisi Penny Sharpe mengkritik panitia penyelenggara dalam hal pengaturan massa yang datang dan mengatakan banyak orang yang merasa tidak aman di sekitar kawasan yang disebut Harbour di mana Gedung Opera Sydney berada dan juga berbagai bangunan penting lainnya,  khususnya mereka yang membawa anak-anak.

"Ini adalah festival yang sangat bagus untuk Sydney namun masalah keamanan publik sering menjadi hal yang dikeluhkan," kata Penny Sharpe.

"Bila yang datang tidak merasa aman, itulah yang paling buruk dari penyelenggaraan sebuah festival sepenting ini."

Sharfpe mengatakan solusinya adalah menyebarkan berbagai kegiatan ini di sepanjang Harbour ke arah yang lebih luas lagi.

Dan tahun in itulah yang dilakukan oleh panitia Vivid Sydney.

Jalan kaki menelusuri cahaya, yang merupakan atraksi utama Festival Vivid tersebut sekarang akan menjadi yang terpanjang, yang rentang 8 kilometer dari Gedung Opera sampai ke Stasiun Kereta Central Station.

Jalur ini ditata ulang untuk memberikan ruang lebih besar bagi warga untuk melihat seluruh instalasi cahaya yang ada dan tetap membuat perjalanan mengalir.

"Vivid Sydney akan mengerahkan tim, relawan, keamanan, dan pemandu untuk membantu para pengunjung sehingga perjalanan terus mengalir dan terkendali sepanjang jalur cahaya," kata juru bicara Destination NSW kepada ABC.

Panitia juga menekankan agar warga tidak berusaha  melihat seluruh instalasi cahaya tersebut dalam waktu satu malam saja.

"

"Pilih saja dua atau tiga lokasi untuk dikunjungi dengan santai, dan kembali lagi di hari berikut atau hari lain untuk lokasi lainnya."

"

Namun diperkirakan sistem transportasi publik di sekitar Harbour City tetap akan sangat sibuk di mana di tahun-tahun sebelumnya kadang kereta tidak berhenti di stasiun tertentu karena begitu banyak warga yang sudah menunggu di peron.

Direktur operasi Transport for NSW Howard Collins mengatakan antrean bagi pengguna transportasi publik akan sama seperti musim liburan Paskah kemarin di mana warga dibebaskan untuk tidak membayar.

"Kami mendorong warga untuk merencanakan menonton Vivid Sydney menjadi beberapa malam karena ada begitu banyak instalasi cahaya yang ada di seluruh kota dan anda tidak harus menyaksikan semuanya dalam semalam," kata Collins.

Jalan-jalan di sekitar The Rocks dan Circular Quay akan ditutup setiap malam dari jam 5 sore, dengan penutupan lebih banyak di sekitar Sydney CBD dan Darling Harbour di hari Jumat malam dan akhir pekan. 

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Dorong Industri Lokal Naik Kelas, Standar Mutu dan Keberlanjutan Jadi Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:40 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Terkini

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

×