Sebut Elite KIB Kayak Kumpulan Orang di Pos Ronda, PPP Balas Kritikan Fahri Hamzah: Dia Ngomong Lagi Ngigau atau Mimpi?

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 08 Juni 2022 | 10:32 WIB
Sebut Elite KIB Kayak Kumpulan Orang di Pos Ronda, PPP Balas Kritikan Fahri Hamzah: Dia Ngomong Lagi Ngigau atau Mimpi?
Sebut Elite KIB Kayak Kumpulan Orang di Pos Ronda, PPP Balas Kritikan Fahri Hamzah: Dia Ngomong Lagi Ngigau atau Mimpi? (akun instagram @fahrihamzah).

Suara.com - Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi turut angkat bicara menanggapi kritik yang disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah yang menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN, PPP hanya seperti orang-orang kumpul di Pos Ronda.

Pria yang akrab disapa Awiek tersebut mengatakan, tak seharusnya Fahri mengurusi urusan pembentukan koalisi yang digagas partai politik lain. Ia justru mempertanyakan ucapan Fahri tersebut disampaikan dalam kondisi sadar atau tidak.

"Itu Fahri Hamzah itu lagi ngomong rasional, lagi ngigau atau lagi mimpi ya? Ya urusan kita lah KIB mau membentuk Koalisi Indonesia Bersatu," kata Awiek saat dihubungi, Rabu (8/6/2022).

Dokumentasi Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Awiek lantas menyindir balik, dengan menyebut kekinian Fahri sedang bingung lantaran Partai Gelora belum tentu lolos menjadi peserta Pemilu 2024.

Menurut Awiek dengan banyaknya Fahri berkomentar justru semakin terlihat layaknya seorang pengamat politik. Ia pun meminta Fahri mempertimbangkan untuk menjadi pengamat.

"Fahri Hamzah kalau memang menggunakan logika berfikir yg benar ya jangan jadi pengamat jadi politisi. Itu kayak jadi pengamat yang masuk akal itu kalau Gelora menjadi pesrta pemilu dan bisa mengusung calon presiden namanya kontestan peserta pemilu bukan menjadi pengamat partai politik," ungkapnya.

Lebih lanjut, Awiek menyampaikan, kekinian Fahri justru dianggap seperti orang yang sedang kebingungan di tengah gurun pasir.

"Ya kalau Fahri Hamzah mengibaratkan KIB sekumpulan orang di Pos Ronda ya kalau kita melihat Fahri Hamzah kayak orang teriak-teriak di tengah Gurun Pasir nanti dia keausan sendiri kebingungan cari air minum," tandasnya.

Kritik KIB

baca juga

Sebelumnya, Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengkritisi adanya pembentukan koalisi untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres). Ia menilai adanya koalisi untuk Pilpres merupakan hal yang keliru lantaran hanya untuk persengkongkolan.

Hal itu disampaikan Fahri menanggapi adanya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN dan PPP untuk menghadapi Pilpres 2024.

Fahri menjelaskan, dalam negara yang menganut sistem presidensialisme tidak ada koalisi. Menurutnya, koalisi hanya ada di negara yang menganut sistem parlementer.

"Dalam sistem presidensial tidak ada koalisi, sebab dalam sistem presidensial itu, rakyat itu memilih presiden berkoalisi dengan rakyat, DPR dipilih oleh rakyat sebagai pengawas dan oposisi terhadap eksekutif, dan tidak ada koalisi. Sebenarnya tidak boleh berkoalisi di dalam sistem presidensial, sebab itu artinya persekongkolan," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Untuk itu, menurutnya, elite-elite partai politik kekinian tidak memahami terkait hal tersebut. Ia mencontohkan dengan adanya Koalisi Indonesia Bersatu saat ini juga sedang kacau.

"Jadi misalnya KIB itu, yang satu ngumpul gak boleh ngomong dulu soal orang, dia bilang oh kita gak bicara soal orang-orang, sebaiknya kita bicara platform tapi ada partai yang sudah menetapkan calon, oh menurut kongres kami ketua umum kami harus jadi presiden, lah kacau," ungkapnya.

Lebih lanjut, Fahri menilai KIB kekinian kacau lantaran para elite-elite partainya tak memahami sistem yang dianut negara. Alhasil, menurut Fahri koalisi yang ada kekinian hanya seperti kumpulan elite parpol berkumpul di pos ronda.

"Kenapa kacau? karena memang gak ada sistemnya, itu yang saya bilang kadang elite itu ngumpul-ngumpul gak pake akal, gak pakai konsep, cuma kayak orang ngumpul-ngumpul di pos ronda, kan gak boleh begitu," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya Siapa Figur Capres dari Partai Gelora, Fahri Hamzah: Saya Pantas Lah Jadi Presiden, Cuma Nggak Punya Uang

Ditanya Siapa Figur Capres dari Partai Gelora, Fahri Hamzah: Saya Pantas Lah Jadi Presiden, Cuma Nggak Punya Uang

News | Selasa, 07 Juni 2022 | 18:42 WIB

Kritik Masa Kampanye Pemilu 2024 Cuman 75 Hari, Fahri Hamzah: Harusnya 1 Tahun Biar Orang Tahu

Kritik Masa Kampanye Pemilu 2024 Cuman 75 Hari, Fahri Hamzah: Harusnya 1 Tahun Biar Orang Tahu

News | Selasa, 07 Juni 2022 | 17:04 WIB

Kritisi Keberadaan Koalisi Indonesia Bersatu, Fahri Hamzah: Tak Paham Sistem, Cuma Kayak Orang Ngumpul di Pos Ronda

Kritisi Keberadaan Koalisi Indonesia Bersatu, Fahri Hamzah: Tak Paham Sistem, Cuma Kayak Orang Ngumpul di Pos Ronda

News | Selasa, 07 Juni 2022 | 16:46 WIB

Pengamat Politik Sarankan KIB Mulai Pilih Figur untuk Maju di Pilpres 2024

Pengamat Politik Sarankan KIB Mulai Pilih Figur untuk Maju di Pilpres 2024

Surakarta | Selasa, 07 Juni 2022 | 16:30 WIB

Terkini

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

×