Tetap Jadi Ceramah, 7 Fakta Viral UAS Ditolak Hadiri Tabligh Akbar di Jonggol

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Jum'at, 17 Juni 2022 | 08:47 WIB
Tetap Jadi Ceramah, 7 Fakta Viral UAS Ditolak Hadiri Tabligh Akbar di Jonggol
Ustadz Abdul Somad. (Twitter/@UAS_AbdulSomad)

Suara.com - Berikut ini keenam fakta tentang penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) jelang tabligh akbar di Bogor, Jumat (17/6/2022). Penolakan melalui video dari sekelompok orang yang mengatasnamakan sebagai warga Citra Indah City, Jonggol, viral di Twitter.

Video penolakan UAS kali pertama beredar melalui unggahan akun Twitter @kemal1sk pada 11 Juni 2022 lalu. Namun, respons warganet atas beredarnya video tersebut tergolong biasa-biasa saja.

Video tersebut baru ramai jadi perbincangan setelah diunggah akun @dewie011 pada 13 Juni 2022. Video berdurasi 2 menit 20 detik itu sudah disaksikan puluhan ribu kali. Ada ratusan komentar atas unggahan video tersebut.

Berikut ini deretan fakta yang terkumpul atas penolakan UAS di Jonggol, Kabupaten Bogor.

1. Alasan Penolakan

Belasan orang dalam video tersebut mengungkapkan bahwa penolakan dilakukan atas berbagai pertimbangan. Mereka mengatasnamakan diri sebagai forum masyarakat cinta damai Citra Indah City.

Kelompok tersebut mengaku sudah lama tinggal di Citra Indah City dengan suasana penuh ketentraman, kedamaian dan keharmonisan. 

"Kami Forum Masyarakat Cinta Damai Citra Indah City dengan berat hati menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad untuk datang ceramah di tempat kami sampai batas yang belum ditentukan," kata salah satu orang dalam video tersebut.

Hal ini demi menjaga ketentraman, kedamaian dan marwah yang diajarkan para sesepuh, kyai, guru kami. Demikian pernyataan sikap ini kami buat untuk kemaslahatan bersama," lanjutnya.

2. Benar Ada Penolakan

Penolakan itu merupakan respons atas kegiatan tabligh akbar yang akan dilakukan di Shooping Street Masjid Cikal Harapan. Dalam pamflet yang beredar di Twitter, acara itu digelar Forum Masjid Citra Indah City.

Acara akan digelar pada Jumat (17/6/22) mulai pukul 19.30 WIB atau setelah pelaksanaan salat Isya. Acara tabligh akbar itu mengambil tema "3 golongan yang menahan murka Allah SWT".

Penolakan dalam bentuk video itu memang benar adanya. Namun, tak semua warga melakukan penolakan atas kegiatan tersebut. 

Ada banyak warga yang mendukung agar acara tetap dilaksanakan. Acara tabligh akbar ini rencananya akan digelar sesuai waktu yang telah direncanakan sejak jauh-jauh hari.

3. Beda Suara Warganet

Tiap kali ada pembahasan mengenai UAS, suara warganet di Twitter selalu terbelah menjadi dua. Ada yang memberi dukungan pada kelompok penolak UAS. Namun, tak sedikit pula yang memberi dukungan pada UAS.

Sikap terbelah ini juga terjadi atas postingan @dewie001 yang dikomentari ratusan akun. Ada yang mendukung agar acara tetap berlangsung. Ada pula yang ikut bersuara agar acara UAS dibatasi.

"Jamaah sudah mulai cerdas, bagaimana memilih tukang ceramah yang bagus dan murah," kata @sij***u.

"Alhamdulillah...waras meluas," tulis @hic****t6.

"Mudah-mudahan di daerah lain bisa melakukan hal yang sama," kata akun @joe*****9967.

Sementara para warganet yang mendukung:

"Keliatan amat odong-odongnya. keliatan ga pernah pake sarung, ga pernah pake peci, ngedadak kaya orang sarungan dan pecian heheheh," tulis @asl*****aaa.

"Orang-orang yang menolak biasanya mereka beda aliran," tambah @rahm******079.

"Lah dia diundang kenapa loe yang nolak," kata @mu*****ay83.

4. Bukan Penolakan Pertama

Sebenarnya, bukan kali ini saja acara UAS mendapat penolakan. Bahkan, pada pertengahan Mei lalu, publik digegerkan dengan penolakan acara UAS di Singapura. Penolakan dikonfirmasi langsung oleh Kemendagri Singapura.

Melalui laman resminya, Kemendagri Singapura menjelaskan, penolakan UAS tak lepas dari sosok UAS yang kontroversial atas apa yang disampaikan dalam ceramah.

"Somad (UAS) dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Misalnya, Somad ceramah bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'," pernyataan Singapura dalam laman resmi Kemendagri Singapura.

"Dia (UAS) juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal "jin (roh/setan) kafir”.Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai "kafir" (kafir)," lanjut dalam pernyataan tersebut.

Apa yang diketahui Singapura tentang UAS kemudian menjadi dasar penolakan masuk ke Singapura. UAS ditolak bersama enam orang rombongan yang berangkat melalui jalur laut dari Batam.

5. Belum Merespons di Instagram

UAS biasanya memberikan respons atas apa yang berkembang di media sosial. Namun, atas kabar penolakan acara di Jonggol ini, UAS belum memberikan respons

Namun, pada Selasa (14/6/2022) lalu, UAS mengunggah tangkapan layar yang menjelaskan sikap Haji Agus Salim. Dalam tangkapan layar itu, Agus Salim menjelaskan tentang sikap kritis pada pemerintahan kolonial.

UAS memberikan caption empat kata yang mengundang ratusan pengikut Instagram @ustadzabdulsomad_official berkomentar.

6. Tetap Jadi Ceramah

Pihak UAS akhirnya memberikan tanggapan soal adanya penolakan itu. Dikatakan memang ada penolakan, namun hanya dari segelintir orang.

 "Waalaikumsalam wr wb. Iya tapi (penolakan) itu orang segilintir,” kata pihak Ustaz Abdul Somad, Faiz Sumarno, melansir Digtara.com--jaringan Suara.com, Kamis (16/6/2022).

UAS juga disebut sudah mengklarifikasi kabar penolakan tersebut ke panitia tablig akbar. Menurutnya, pihak panitia membantah penolakan tersebut.

"Lalu sudah dibantah oleh panitia dan warga mendukung. Iya tetap ke sana, Insyaallah," ujarnya.

7. Acara Bakal Dikawal Polisi

Kabag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena mengatakan, pihaknya memastikan acara tetap berlangsung dengan pengamanan dari kepolisian.

"Kami dari polisi hanya akan melakukan pengamanan di lokasi saja," katanya melansir Suarabogor.id.

Ia menjelaskan video yang viral itu sudah lama beredar dan sudah ada musyawarah antara warga dan pihak UAS.

"Itu (video penolakan) sudah lama sebenarnya. Sudah ada mediasi, semua akhirnya memahami acara akan tetap berlangsung," katanya.

Hal senada dikatakan Kasi Trantib Kecamatan Jonggol Dadang Yazid Bustomi. Ia mengaku  sudah ada mediasi dan acara akan tetap berlangsung pada waktu yang sudah di tentukan.

Kontributor : Lukman Hakim

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nikita Mirzani Sempat Live Instagram saat Rumahnya Dikepung Polisi, Warganet Malah Muji Keberaniannya

Nikita Mirzani Sempat Live Instagram saat Rumahnya Dikepung Polisi, Warganet Malah Muji Keberaniannya

Kaltim | Jum'at, 17 Juni 2022 | 08:44 WIB

Disambut Asap Tebal, Penghuni Rumah Ini Keluar Kamar Mandi Seolah Pindah Alam

Disambut Asap Tebal, Penghuni Rumah Ini Keluar Kamar Mandi Seolah Pindah Alam

Jogja | Jum'at, 17 Juni 2022 | 08:42 WIB

Panik Cari-Cari, Wanita Ini Tak Sadar Ponselnya Nyangkut di Helm

Panik Cari-Cari, Wanita Ini Tak Sadar Ponselnya Nyangkut di Helm

Jogja | Jum'at, 17 Juni 2022 | 07:31 WIB

Terpopuler: Ridwan Kamil Ajak Jalan-jalan Zara Naik Vespa, Ustaz Abdul Somad Ditolak Ceramah di Jonggol

Terpopuler: Ridwan Kamil Ajak Jalan-jalan Zara Naik Vespa, Ustaz Abdul Somad Ditolak Ceramah di Jonggol

Bogor | Jum'at, 17 Juni 2022 | 07:11 WIB

Kapan Lagi Lihat Lokasi SPBU Ada di Halaman Rumah Warga, Ini Buktinya!

Kapan Lagi Lihat Lokasi SPBU Ada di Halaman Rumah Warga, Ini Buktinya!

Video | Jum'at, 17 Juni 2022 | 07:20 WIB

Deddy Corbuzier Tawarkan Nikita Mirzani Lawan Tinju dengan Kalina Octaranny

Deddy Corbuzier Tawarkan Nikita Mirzani Lawan Tinju dengan Kalina Octaranny

Kaltim | Jum'at, 17 Juni 2022 | 07:00 WIB

Terkini

ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK

ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:24 WIB

Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh

Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:19 WIB

Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina

Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

Iran Galakkan Perizinan Baru di Selat Hormuz, Indonesia Bisa Ketiban Durian Runtuh

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:11 WIB

Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria

Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:00 WIB

Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr

Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:55 WIB

Viral  Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!

Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:44 WIB

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:33 WIB

Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak

Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:28 WIB

Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara

Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:23 WIB