Menlu Sergei Lavrov: Rusia Tidak Bersih dan Tidak Merasa Malu

Siswanto, BBC

Minggu, 19 Juni 2022 | 11:41 WIB
Menlu Sergei Lavrov: Rusia Tidak Bersih dan Tidak Merasa Malu
BBC

Suara.com - Sejak tentara Rusia menyerbu Ukraina hampir empat bulan lalu, ribuan warga sipil tewas dan banyak kota hancur. Jutaan warga Ukraina juga telah meninggalkan rumah mereka.

Namun, pada Kamis (16/6), Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menatap mata saya dan mengatakan bahwa keadaannya tidak seperti yang terlihat.

"Kami tidak menginvasi Ukraina," klaimnya.

"Kami mendeklarasikan operasi militer khusus karena kami benar-benar tidak punya cara lain menjelaskan ke Barat bahwa membawa Ukraina ke dalam NATO adalah tindakan kriminal."

Baca juga:

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, Lavrov hanya memberikan segelintir kesempatan wawancara kepada media Barat.

Dia mengulangi pernyataan resmi Kremlin bahwa ada pendukung Nazi di Ukraina. Para pejabat Rusia kerap mengklaim militer sedang "mende-Nazifikasi Ukraina.

Baru-baru ini Lavrov menimbulkan kemarahan ketika dia berupaya menjustifikasi ejekan Nazi terkait presiden Ukraina—yang merupakan seorang Yahudi—dengan melontarkan klaim absurd bahwa Adolf Hitler "berdarah Yahudi".

Saya membacakan laporan resmi PBB kepada Lavrov mengenai insiden di Desa Yahidne, kawasan Chernihiv, Ukraina.

baca juga

Dalam laporan itu disebutkan sebanyak "360 warga, termasuk 74 anak dan lima orang difabel, dipaksa pasukan bersenjata Rusia untuk menetap selama 28 hari di ruang bawah tanah sebuah sekolah….Tidak ada fasilitas toilet, air…10 lansia meninggal dunia".

"Apakah itu memerangi Nazi?" tanya saya.

"Sungguh disayangkan," kata Lavrov, "tapi diplomat-diplomat internasional, termasuk Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Sekretaris Jenderal PBB, dan perwakilan PBB lainnya, berada dalam tekanan Barat. Sangat sering mereka digunakan untuk menggaungkan berita bohong yang disebarkan Barat".

"Rusia tidak bersih. Rusia apa adanya. Dan kami tidak merasa malu memperlihatkan diri kami."

Pria 72 tahun ini telah mewakili Rusia di panggung internasional selama 18 tahun terakhir. Namun, kali ini rangkaian sanksi Barat diterapkan terhadap dia dan putrinya.

Amerika Serikat (AS) menuding Lavrov melontarkan narasi bohong bahwa Ukraina adalah pihak agresor. Sebagai perwakilan Rusia dalam Dewan Keamanan, Lavrov juga disebut bertanggung jawab langsung atas invasi Rusia.

Saya kemudian melanjutkan topik ke hubungan Rusia dan Inggris. Inggris kini berada dalam daftar resmi negara-negara yang tidak bersahabat dengan Rusia.

Bulan lalu, menteri luar negeri Inggris mengatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, mempermalukan dirinya di panggung dunia sehingga "kita harus memastikan dia menghadapi kekalahan di Ukraina".

Bagaimana tanggapan Lavrov?

"Saya pikir bahkan tiada ruang lagi untuk bermanuver," kata Lavrov, "karena baik [Perdana Menteri Boris] Johnson dan [Liz] Truss mengatakan secara terbuka bahwa Rusia harus dikalahkan dan Rusia harus dipaksa bertekuk lutut. Ayo, lakukanlah!"

Ketika ditanya bagaimana Lavrov memandang Inggris saat ini, dia berkata bahwa Inggris "kembali mengorbankan kepentingan rakyatnya demi ambisi politik"

Saya bertanya mengenai dua pria Inggris yang baru-baru ini dihukum mati oleh kelompok separatis Rusia di wilayah timur Ukraina yang diduduki Rusia.

Saat saya memaparkan bahwa dalam pandangan Barat, Rusia bertanggung jawab atas nasib mereka, Lavrov merespons: "Saya sama sekali tidak tertarik tentang pandangan Barat. Saya hanya tertarik pada hukum internasional. Menurut hukum internasional, tentara bayaran tidak diakui sebagai kombatan".

Saya menanggapi bahwa kedua pria itu telah menjalani dinas militer Ukraina dan bukan tentara bayaran, tapi Lavrov mengatakan hal itu harus diputuskan pengadilan.

Dia kemudian menuduh BBC tidak mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada warga sipil di kawasan kekuasaan separatis di kawasan timur Ukraina, "tatkala warga sipil dibombardir oleh pasukan Kyiv selama delapan tahun".

Saya menekankan bahwa selama enam tahun, BBC telah berulang kali menghubungi pimpinan di kawasan yang diduduki separatis guna meminta izin mengunjungi dan menyaksikan kondisi di sana. Kami selalu ditolak masuk.

Rusia menuding Ukraina melakukan genosida. Namun, pada 2021, delapan warga sipil tewas di kawasan-kawasan yang diduduki pemberontak, menurut orang-orang yang menyebut diri "pejabat-pejabat" pro-Rusia. Tahun sebelumnya ada tujuh yang tewas. Saya bilang setiap kematian adalah tragedi, tapi itu tidak tergolong genosida.

Saya mengatakan kepada Lavrov, jika genosida benar-benar terjadi, maka kelompok separatis di Luhansk dan Donetsk akan tertarik membuka pintu untuk wartawan BBC. Mengapa kami tidak diperbolehkan masuk? Tanya saya.

"Saya tidak tahu," kata Lavrov.

Reportase tambahan oleh Paul Kirby.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow

Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:18 WIB

AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina

AS-Iran Sudah Damai, Rusia Masih Perang, Kilang Minyak Moskow Hancur Dihantam Drone Ukraina

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:07 WIB

Teruji di Medan Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Canggih RQ-70 Dainn

Teruji di Medan Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Canggih RQ-70 Dainn

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 06:10 WIB

Christian Eriksen Beri Kabar Terkini Setelah Kolaps di Lapangan, Kini Sudah Pulang ke Rumah

Christian Eriksen Beri Kabar Terkini Setelah Kolaps di Lapangan, Kini Sudah Pulang ke Rumah

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41 WIB

Pelatih Denmark Ungkap Kondisi Christian Eriksen Usai Kolaps Saat Lawan Ukraina

Pelatih Denmark Ungkap Kondisi Christian Eriksen Usai Kolaps Saat Lawan Ukraina

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 11:42 WIB

Christian Eriksen Pensiun? Insiden Tak Sadarkan Diri Picu Memori Pahit Euro 2020

Christian Eriksen Pensiun? Insiden Tak Sadarkan Diri Picu Memori Pahit Euro 2020

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 08:33 WIB

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:49 WIB

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:30 WIB

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:03 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×