Truk Diduga Bawa Beras Terguling di Pinggir Jalan, Warga Malah Jarah Muatan Tuai Reaksi Prihatin Publik

Agatha Vidya Nariswari, Elvariza Opita

Rabu, 13 Juli 2022 | 20:57 WIB
Truk Diduga Bawa Beras Terguling di Pinggir Jalan, Warga Malah Jarah Muatan Tuai Reaksi Prihatin Publik
Warga diduga jarah barang muatan dari truk beras yang terguling di pinggir jalan. (Instagram/@admin_igtainment)

Suara.com - Baru-baru ini sebuah video yang memperlihatkan lokasi kecelakaan sebuah truk sangat mencuri perhatian publik. Namun bukan fokus pada truk yang terguling tersebut, perhatian publik justru terarah pada perilaku seorang wanita yang berjalan tidak jauh dari sana.

Bagaimana tidak? Pasalnya ibu-ibu dengan hijab biru tersebut malah terlihat kepayahan membawa sebuah karung berat. Berdasarkan keterangan pemilik video, yakni akun TikTok @/ekoloyo5, karung tersebut diambil dari lokasi truk yang terguling tersebut.

"Maaf Bu, saya post," ungkap pemilik konten. "Saya merasakan sebagai sopir, barang satu karung ilang gantinya 350 ribu. Coba kalian itung berapa karung yang kalian jarah."

Publik menduga karung itu berisi sejumlah kilogram beras yang hendak diantar menggunakan truk besar tersebut. Namun nahas, truk malah terguling di pinggir sawah sebelum mencapai lokasi tujuan.

Mirisnya, bukannya ditolong, muatan truk berwarna hijau itu malah diambil oleh beberapa warga sekitar, termasuk ibu-ibu berhijab biru yang terekam jelas di video tersebut.

Video ini seketika mencuri perhatian banyak warganet yang turut dibuat prihatin, baik akibat perbuatan para warga hingga kerugian yang harus ditanggung sopir truk.

"Kalo kayak gini kasian supir nya sih harus ganti in kan," kata akun Instagram @admin_igtainment yang mengunggah ulang video tersebut, dikutip Suara.com pada Rabu (13/7/2022).

Pendapat senada juga disampaikan warga di kolom komentar. Warganet menyayangkan sikap orang-orang di sana yang justru sibuk mengambil muatan truk yang bukan meski bukan hak mereka.

"Jangan mengambil apa yang bukan hak mu!!!" tegas warganet.

"Haram bu di makan," imbuh warganet.

"Yang suka pada ngejarah barang dari truck atau mobil pick up yang kena musibah kok pada tenang dan enak aja ya dimakan, digunakan. Buat sekeluarga pula," komentar warganet.

"Itu beras bukan sih? Ckckk semangat banget bawa barang haram untuk kasih makan keluarga dirumah," kata warganet.

"Gak paham lagi. Kalau makan hasil jarahan, itu kan haram. Gimana nasib keluarga nya yang gak tau ya?" tutur warganet lain.

"Nggak bisa menolong minimal jangan mengambil yang bukan haknya... kasihan bapak supirnya," timpal yang lainnya.

Untuk video selengkapnya bisa disimak di sini.

Mengapa Banyak Warga Tega Menjarah Barang Muatan dari Truk yang Terlibat Kecelakaan?

Truk yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Duri Pekanbaru.[Dok polisi]
Truk yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Duri Pekanbaru.[Dok polisi]

Sosiolog Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Drajat Tri Kartono pernah menjelaskan fenomena ini berdasarkan ilmu sosiologi.

Menurutnya hal ini adalah bentuk hukuman masyarakat kelas bawah, terutama mereka yang tinggal di sekitar jalan raya.

"Mereka ingin melakukan punishment, bahwa truk besar itu membawa segala sesuatu cuma lewat saja dan dia enggak mendapatkan manfaat apa-apa, hanya bisa melihat, dan truk besar-besar itu juga bisa merusak jalan. Jadi begitu dia tumpah sekaligus lah itu 'social punishment'," ujar Drajat.

Selain itu, hal ini merupakan bentuk perilaku oportunis terutama dari kalangan masyarakat kelas bawah. Mereka menilai muatan yang tumpah ke jalan sebagai konsekuensi dari kecelakaan adalah kesempatan yang bisa diambil demi keuntungan pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Emak-emak Lancang Rebut Mikrofon Penghulu Nyaris Bikin Pernikahan Batal, Publik: Panik Lah Masa Enggak?

Duh! Emak-emak Lancang Rebut Mikrofon Penghulu Nyaris Bikin Pernikahan Batal, Publik: Panik Lah Masa Enggak?

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 20:28 WIB

Pertandingan Sepak Bola Para Bocah Ini Bikin Melongo Gegara Lapangannya

Pertandingan Sepak Bola Para Bocah Ini Bikin Melongo Gegara Lapangannya

Your Say | Rabu, 13 Juli 2022 | 19:50 WIB

Viral Istri Resah Bapak Mertua Suka Cium-cium, Kini Akui Takut Lapor Suami: Nanti Dikira Adu Domba

Viral Istri Resah Bapak Mertua Suka Cium-cium, Kini Akui Takut Lapor Suami: Nanti Dikira Adu Domba

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 20:25 WIB

Tega! Terungkap Bukan Anak Kandungnya, Bocah 5 Tahun Ini Ditelantarkan Ayah di Sekolah: Bukan Urusan Saya

Tega! Terungkap Bukan Anak Kandungnya, Bocah 5 Tahun Ini Ditelantarkan Ayah di Sekolah: Bukan Urusan Saya

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 20:19 WIB

Haru, Meski Kondisi Kekurangan, Bocah Laki-laki Ini Rela Berbagi Makanan dengan Kucing di Emperan Toko

Haru, Meski Kondisi Kekurangan, Bocah Laki-laki Ini Rela Berbagi Makanan dengan Kucing di Emperan Toko

News | Rabu, 13 Juli 2022 | 20:02 WIB

Terkini

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:24 WIB

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:13 WIB

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:00 WIB

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:45 WIB

Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral

Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:29 WIB

Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini

Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:28 WIB

Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?

Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:20 WIB