Uber Dituntut 550 Perempuan terkait Ribuan Serangan Seksual oleh Sopir

Siswanto, BBC

Jum'at, 15 Juli 2022 | 13:29 WIB
Uber Dituntut 550 Perempuan terkait Ribuan Serangan Seksual oleh Sopir
BBC

Suara.com - Uber dituntut di Amerika Serikat oleh 550 perempuan yang diduga mengalami serangan seksual oleh para sopir perusahaan aplikasi transportasi itu.

Tuntutan itu termasuk tuduhan para penumpang perempuan "diculik, disiksa untuk tujuan seksual, diperkosa dilecehkan atau bahkan diserang para sopir Uber".

Kasus itu diajukan di Pengadilan San Fransisco pada Rabu (13/07).

"Serangan seksual adalah kejahatan mengerikan dan kami memperlakukan setiap laporan dengan serius," kata juru bicara Uber kepada BBC.

"Tidak ada yang lebih penting lagi dibandingkan keselamatan dan itulah mengapa Uber membangun jaringan pengamanan baru, kebijakan berdasarkan informasi penyintas dan lebih terbuka dengan adanya insiden serius. Kami tidak bisa berkomentar terkait proses pengadilan namun kami akan terus memastikan keselamatan dalam kerja kami," kata Uber.

Gugatan yang diajukan melalui firm hukum Slater Slater Schulman ini menduga serangan seksual terjadi di "sejumlah negara bagian".

Perusahaan itu juga menyebabkan setidaknya 150 kasus lain tengah diselidiki.

Baca juga:

Gugatan menyebutkan pada 2014 Uber mengetahui bahwa sejumlah sopir "menyerang secara seksual dan memperkosa para penumpang perempuan". Namun gugatan itu menyebut perusahaan itu memprioritaskan "perkembangan perusahaan dibandingkan keselamatan penumpang".

baca juga

"Model bisnis Uber memiliki predikat mengantar orang pulang dengan aman, namun keselamatan penumpang tidak pernah menjadi perhatian mereka. Mereka memperhatikan perkembangan perusahaan dengan mengorbankan keamanan penumpang," kata Adam Slater, pendiri Slater Slater Schulman.

Bulan lalu, Uber mengeluarkan laporan keselamatan kedua di AS, yang menunjukkan terdapat 998 insiden serangan seksual, termasuk 141 laporan perkosaan pada 2020.

Dalam laporan itu, perusahaan tersebut mengatakan mereka menerima 3.824 laporan dari lima kategori kekerasan seksual paling parah antara 2019 dan 2020.

Laporan pertama perusahaan itu terkait keselamatan - yang merinci insiden dari 2017 sampai 2018 - menemukan 5.981 laporan serangan seksual.

Kategori paling serius yang ditetapkan Uber terkait serangan seksual berkisar dari "ciuman non-konsensual di bagian tubuh non-seksual" sampai "penetrasi seksual non-konsensual" atau pemerkosaan.


Tuduhan ini sangat serius. Jumlah 550 perempuan adalah jumlah yang mengejutkan yang mau melapor.

Yang membuat gugatan ini lebih merusak bagi Uber adalah bisa dianggap sebagai bukti lebih lanjut budaya toksik di perusahaan itu.

Hari Senin (11/07) lalu, seorang eksekutif Uber menuding terjadinya malpraktik.

Bukti-bukti yang ia bocorkan termasuk bahwa Uber memiliki apa yang disebut "tombol pemutus", 'kill switch' - yang dapat diaktifkan bila ada penegak hukum yang datang. Tombol itu dapat digunakan agar polisi tidak menemukan informasi rahasia yang mereka simpan.

Mark MacGann mengatakan dokumen yang bocor itu menunjukkan satu tema bahwa Uber menempatkan perkembangan perusahaan di atas segalanya.

Dan gugatan serangan seksual kali ini juga menunjukkan hal yang sama bahwa perusahaan itu secara sengaja menutupi bahwa para supir Uber melakukan serangan seksual terhadap perempuan.

Dengan kata lain, Uber mengatakan bahwa perjalanan dengan mereka aman, namun pada kenyataannya mereka tahu ada masalah.

Gugatan itu juga mengatakan perusahaan itu tidak melakukan pengecekan latar belakang untuk para sopir.

Uber mengatakan perusahaan itu telah berubah dalam tahun-tahun belakangan ini dan menyesali tindakan sebelumnya.

Tetapi dengan begitu banyak pemberitaan buruk, para investor khawatir orang akan mencari tumpangan melalui cara lain.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×