Peristiwa G30SPKI: Sejarah dan Karya Sastra yang Muncul Setelahnya

Rifan Aditya

Selasa, 26 Juli 2022 | 13:26 WIB
Peristiwa G30SPKI: Sejarah dan Karya Sastra yang Muncul Setelahnya
Petugas membersihkan patung peristiwa G30SPKI di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Rabu (30/9/2020). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha]

Suara.com - Peristiwa G30SPKI dipercaya sebagai peristwa sekelompok personel militer Indonesia yang menangkap dan membunuh enam jenderal pada tahun 1965.

Selain itu, peristiwa G30SPKI ini menandai dimulainya kudeta yang gagal yang menyebabkan jatuhnya kekuasaan Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Sejarah Peristiwa G30SPKI 

Dilansir dari britannica.com, larut malam pada tanggal 30 September 1965, sekelompok konspirator tentara yang menyebut dirinya Gerakan 30 September berkumpul di Jakarta dengan tujuan menculik dan membunuh tujuh jenderal angkatan darat pada dini hari keesokan harinya. Menjelang fajar pada 1 Oktober, enam jenderal tewas; yang ketujuh, Abdul Nasution, telah melarikan diri.

Kemudian pagi itu gerakan itu mengumumkan bahwa mereka telah merebut kekuasaan untuk mencegah kudeta terhadap presiden oleh dewan jenderal.

Sementara itu, Jenderal Soeharto, mulai mengumpulkan kendali kekuasaan ke tangannya sendiri. Menjelang malam dia telah mengambil inisiatif dari para konspirator.

Partai Komunis Indonesia menyatakan bahwa upaya kudeta itu merupakan urusan internal tentara. Sebaliknya, pimpinan angkatan darat bersikeras bahwa itu adalah bagian dari plot PKI untuk merebut kekuasaan dan kemudian memulai misi untuk membersihkan negara dari ancaman komunis.

Pada bulan berikutnya, militer membantai komunis dan tersangka komunis di seluruh Jawa dan di Bali. Perkiraan jumlah orang yang terbunuh berkisar antara 80.000 hingga lebih dari 1.000.000. 

Pada tahun-tahun berikutnya orang-orang yang ditandai sebagai komunis, antek komunis, dan keluarga ditolak hak-hak dasarnya (misalnya, hak untuk diadili secara adil, hak untuk kesempatan yang sama dalam pekerjaan, dan kebebasan dari diskriminasi). Antara 1969 dan 1980, sekitar 10.000 orang, terutama semua orang yang dicatat sebagai komunis dan telah ditangkap, ditahan tanpa pengadilan di pulau Buru di Maluku.

baca juga

Dengan hancurnya PKI, salah satu elemen keseimbangan yang telah mendukung rezim Soekarno hilang. Pada Maret 1966, dengan latar belakang aksi mahasiswa, tentara memaksa Soekarno untuk mendelegasikan kekuasaan yang luas kepada Soeharto, yang waktu itu masih menjadi kepala staf angkatan darat. 

Dengan kewenangan barunya, Soeharto melarang PKI dan bergerak bertahap untuk mengkonsolidasikan posisinya sebagai presiden. Pada bulan Maret 1967 badan legislatif Indonesia mengangkat Soeharto sebagai presiden.

Selanjutnya pada bulan Maret 1968 ia diangkat menjadi presiden secara resmi. Sementara Soeharto berkuasa, Soekarno ditahan sebagai tahanan rumah sampai kematiannya pada 21 Juni 1970.

Tahun-tahun antara tahun 1965 dan 1968 adalah salah satu yang paling kacau dan penuh kekerasan dalam sejarah Indonesia, dan periode ini telah menjadi latar belakang bagi sejumlah karya sastra dan film yang diakui secara luas. 

Banyak cerita pendek dan novel Pramoedya Ananta Toer—yang termasuk di antara mereka yang dipenjara di Maluku (selama hampir 15 tahun)—dengan pedih menggambarkan ketegangan yang membuat gelisah masyarakat Indonesia sebelum kudeta yang gagal.

Sementara buku Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (1995; The Mute's Soliloquy) secara khusus membahas tahun-tahun para tahanan di Pulau Buru. Peristiwa G30SPKI juga menyediakan latar untuk film pemenang penghargaan The Year of Living Dangerously (1982) dan Gie (2005).

Demikian itu ringkasan cerita peristiwa G30SPKI dalam sejarah perkembangan Republik Indonesia.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temukan 10 Spanduk Tolak Nobar G30SPKI di Sawah Besar, Satpol PP: Sudah Diturunkan

Temukan 10 Spanduk Tolak Nobar G30SPKI di Sawah Besar, Satpol PP: Sudah Diturunkan

Jakarta | Kamis, 30 September 2021 | 18:47 WIB

Cerita Detik-detik Letnan MT Haryono Dibunuh saat G30SPKI, dari Mimpi Ditusuk Tombak

Cerita Detik-detik Letnan MT Haryono Dibunuh saat G30SPKI, dari Mimpi Ditusuk Tombak

Kalbar | Kamis, 30 September 2021 | 13:55 WIB

Teori Lain di Balik G30SPKI: Operasi Rahasia AS dan CIA

Teori Lain di Balik G30SPKI: Operasi Rahasia AS dan CIA

Kalbar | Kamis, 30 September 2021 | 11:32 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×