Sudah 18 Tahun SBY dan Megawati Berseteru, Begini Asal Mulanya

Farah Nabilla

Kamis, 29 September 2022 | 19:03 WIB
Sudah 18 Tahun SBY dan Megawati Berseteru, Begini Asal Mulanya
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri pemakaman ibu negara Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Dua mantan Presiden Republik Indonesia yakni Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY memiliki hubungan yang rumit. Pasalnya, hubungan antara dua tokoh besar politik dalam negeri itu kerap mengalami pasang surut.

Bahkan, perseteruan Megawati vs SBY dalam percaturan politik Indonesia kerap memuncak ketika mendekati momen-momen tertentu terutama Pemilihan Presiden alias Pilpres mendatang. 

Adapun momentum Pilpres 2004 yang terjadi 18 tahun yang lalu membuat hubungan kedua eks orang nomor satu RI tersebut merenggang. Semenjak itu, keduanya saling 'Perang Dingin' bermanuever politik melalui partai mereka masing-masing.

Mari berkilas balik awal mula perseteruan Megawati vs SBY yang bermula pada Pilpres 2004 silam.

Dari peristiwa Kuda Tuli hingga Pilpres 2004

Sebenarnya, perseteruan antara Megawati dengan SBY bisa ditarik jauh hingga insiden Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kuda Tuli). Kala itu, PDI Perjuangan yang masih menyandang nama PDI menjadi target kerusuhan yang dilakukan oleh oknum partai yang berseberangan. Bahkan, kantor DPP PDI sempat menjadi bulan-bulanan massa yang terlibat.

SBY kala itu dituding terlibat dalam insiden tersebut, hingga membuat memori pahit bagi para kader PDI yang akhirnya bertransformasi menjadi PDI Perjuangan.

Meski demikian, Megawati yang saat itu menjabat presiden RI pada periode 2001-2004 mengangkat SBY sebagai Menteri Koordiantor Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). 

Sontak, kader PDI P mempertanyakan langkah Megawati tersebut.

baca juga

Jabatan SBY sebagai seorang menteri tak berlangsung lama. Ia akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dan beredar isu bahwa dirinya merasa tak dihargai oleh Megawati. 

Kerenggangan antara Megawati dengan SBY lambat laun memupuk, hingga puncaknya pada Pilpres 2004. Kedua tokoh besar partai tersebut akhirnya berhadapan berebut suara rakyat. Akhirnya, SBY mengungguli suara Megawati dan kepresidenan diberikan ke tangan politisi Partai Demokrat itu.

Fenomena semacam itu tak hanya terjadi sekali, sebab beberapa kali kesempatan Pilpres, Megawati dan SBY saling berebut suara.

Pengaruh perseteruan Megawati vs SBY pada hubungan partai

Perseteruan Megawati vs SBY tak hanya berdampak pada karier politik pribadi mereka namun juga bagi hubungan partai.

Bahkan, sosok Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengaku hubungan partainya dengan Partai Demokrat sulit untuk dipersatukan. Baginya, konsolidasi antara PDI Perjuangan dan Partai Demokrat merupakan tindakan yang mendekati kata mustahil.

Tanda-tanda kembali 'hangatnya' hubungan SBY dan Megawati

Kendati kerap bermanuever Perang Dingin di politik, SBY dan Megawati tak membawa perseteruan ke ranah pribadi. Hal tersebut tampak ketika Megawati menyambut hangat dan memberikan belasungkawa saat istri SBY, Kristiani Herrawati meninggal dunia pada 2019 lalu.

Kala itu, tampak suasana cair yang kontras dengan ketegangan yang kerap terjadi saat keduanya berebut pengaruh di percaturan politik dalam negeri.

Bahkan, keduanya tampak bercengkerama hangat dan sesekali berjabat tangan dan menunjukkan bahwa perseteruan mereka hanya terjadi di kontestasi politik.

Hubungan PDIP dan Demokrat

Konfrontasi bermula dari pidato Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan ribuan kadernya dalam rapat pimpinan nasional, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Dalam pidatonya yang potongannya kemudian viral di media-media sosial, SBY mengungkapkan rencananya untuk 'turun gunung' ke gelanggang politik nasional menjelang Pemilu dan Pilpres 2024.

"Mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilu 2024?" kata SBY lebih dulu beretorika.

"Saya mendengar, mengetahui, ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil."

Memakai diksi konon, SBY lantas mengungkapkan sinyalemen pilres nanti sudah diatur seperti permainan yang sesuai keinginan lawan-lawan politik Demokrat.

"Dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," tuding SBY.

Bahkan, SBY mengklaim, Demokrat yang kini menjadi oposisi akan dijegal kalau ingin mengajukan calon presiden serta calon wakil presiden bersama koalisi.

Selang dua hari, Sabtu 17 September akhir pekan lalu, Sekretaris PDIP Hasto Kristiyanto langsung menyambut pernyataan SBY.

"Mohon maaf, Pak SBY tidak bijak," tegas Hasto.

Hasto langsung membuka serangan pertama terhadap Demokrat dengan menyebut Pemilu 2009 yang digelar pada masa kepemimpinan SBY sebagai presiden, sebagai kontestasi paling curang sepanjang sejarah demokrasi Indonesia.

"Dalam catatan kualitas pemilu, tahun 2009 justru menjadi puncak kecurangan dalam sejarah demokrasi, dan hal tersebut Pak SBY yang bertanggung jawab."

"Jahat bukan? Menginjak-injak hak rakyat bukan?" kata SBY mengagitasi ribuan kadernya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Capres 2024: Puan Maharani Tak Mendongkrak Elektabilitas PDIP

Survei Capres 2024: Puan Maharani Tak Mendongkrak Elektabilitas PDIP

Serang | Kamis, 29 September 2022 | 18:22 WIB

CEK FAKTA: Benarkah KPK Geledah Rumah Hasto Kristiyanto dan Temukan Rp 150 M?

CEK FAKTA: Benarkah KPK Geledah Rumah Hasto Kristiyanto dan Temukan Rp 150 M?

News | Kamis, 29 September 2022 | 18:13 WIB

Soal Safari Politik Puan Maharani ke AHY, Demokrat: Kami Sangat Terbuka

Soal Safari Politik Puan Maharani ke AHY, Demokrat: Kami Sangat Terbuka

News | Kamis, 29 September 2022 | 17:38 WIB

PDIP Tak Merasa Jadi Tertuduh, Demokrat: Pernyataan SBY Soal Pemilu Ditujukan untuk Siapapun yang Curang

PDIP Tak Merasa Jadi Tertuduh, Demokrat: Pernyataan SBY Soal Pemilu Ditujukan untuk Siapapun yang Curang

News | Kamis, 29 September 2022 | 17:32 WIB

Safari Politik Puan ke AHY Ingin Dinginkan Suasana, Masinton PDIP: Jangan Semua Meruncingkan Ini

Safari Politik Puan ke AHY Ingin Dinginkan Suasana, Masinton PDIP: Jangan Semua Meruncingkan Ini

News | Kamis, 29 September 2022 | 16:55 WIB

AHY Nonaktifkan Lukas Enembe dari Partai Demokrat

AHY Nonaktifkan Lukas Enembe dari Partai Demokrat

Foto | Kamis, 29 September 2022 | 16:54 WIB

Megawati 'Kasihan' Kalau Persyaratan Tinggi Badan TNI Diturunkan: Kok Merosot, Kalau Bawa Mortir Pie?

Megawati 'Kasihan' Kalau Persyaratan Tinggi Badan TNI Diturunkan: Kok Merosot, Kalau Bawa Mortir Pie?

News | Kamis, 29 September 2022 | 17:38 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×