CEK FAKTA: 46 Botol Miras di Kanjuruhan yang Dituduhkan Polri Ternyata Cuma Obat Kuku dan Mulut Buat Hewan?

Dany Garjito, Fita Nofiana

Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:58 WIB
CEK FAKTA: 46 Botol Miras di Kanjuruhan yang Dituduhkan Polri Ternyata Cuma Obat Kuku dan Mulut Buat Hewan?
Botol yang disebut miras di Kanjuruhan (twitter.com/NarasiNewsroom)

Suara.com - Tragedi Kanjuruhan menyisakan berbagai isu dan berita palsu. Sebelumnya suara penjual dawet yang ternyata diduga seorang wakil rakyat akhirnya ketangkap basah.

Kini fakta lain terungkap terkait informasi adanya minuman keras (miras) milik suporter Arema di Stadion Kanjuruhan.

Lalu benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Informasi tentang miras tersebut bermula dari Mabes Polri yang menyebut ditemukannya 46 miras oplosan di Kanjuruhan saat tragedi memilukan itu terjadi.

Informasi tersebut disampaikan pihak kepolosian pada 8 Oktober lalu dengan menampilkan foto puluhan botol di dalam kardus.

Botol yang disebut miras di Kanjuruhan (twitter.com/NarasiNewsroom)
Botol yang disebut miras di Kanjuruhan (twitter.com/NarasiNewsroom)

Botol-botol yang diduga miras itu kata Polri sedang diperiksa oleh tim forensik.

Namun menurut penelusuran tim Narasi TV, 46 botol yang disebut miras bukanlah miras. Botol-botol iti berisi obat untuk hewan ternak.

Hal tersebut juga telah dikonfitmasi oleh Kadispora Kabupaten Malang, Nazarudin Hasan Seliant yang memang berkantor di Stadion Kanjuruhan.

baca juga

"Adanya berita yang beredar ditemukan di kardus botol minuman yang di resepsionis saya nyatakan itu bukan minuman keras," ujar Nazarudin dalamvideo yang ditayangkan Narasi. 

"Itu temuan pelopor kita untuk pengobatan penyakit PMK mulut dan kuku [pada hewan], jadi berita itu saya nyatkan tidak benar itu berupa minuman keras."

Botol yang disebut miras di Kanjuruhan cuma obat PMK (twitter.com/NarasiNewsroom)
Botol yang disebut miras di Kanjuruhan cuma obat PMK (twitter.com/NarasiNewsroom)

Kesimpulan

Melalui berbagai penjelasan di atas, maka informasi yang menyebutkan bahwa botol di depan diaspora merupakan miras adalah salah.

Informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau hoaks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ade Armando Dipolisikan Gegara Bilang Aremania 'Sok Jagoan'

Ade Armando Dipolisikan Gegara Bilang Aremania 'Sok Jagoan'

Sumut | Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:37 WIB

Misteri Penjual Dawet Kanjuruhan Terbongkar, Ternyata Anggota Partai PSI?

Misteri Penjual Dawet Kanjuruhan Terbongkar, Ternyata Anggota Partai PSI?

Kalbar | Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:35 WIB

Komnas HAM Utarakan Hasil Investigasi Kanjuruhan: Pintu 13 Terbuka tapi Kecil

Komnas HAM Utarakan Hasil Investigasi Kanjuruhan: Pintu 13 Terbuka tapi Kecil

News | Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:33 WIB

Terkini

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

×