Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo menyatakan pada 31 Agustus lalu Jakarta sudah mempunyai 114,5 km jalur sepeda dan jalur ini akan tambah sebapanjang 195 km lagi. Terakhir, pada tanggal 21 September lalu, Anies mengungkapkan Jakarta telah memiliki 103 jalur sepeda.
Adapun bentuk jalur sepeda yang dibangun berupa aspal bercat hijau, garis pembatas putih, dan ada pula jalur sepeda yang dibatasi oleh pot-pot seperti di sepanjang Jl Jenderal Sudirman.
4. Aplikasi Jakarta Kini (JAKI)
Sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu, Anies berinovasi dengan membuat aplikasi digital Jakarta Kini (JAKI). Aplikasi ini digunakan oleh Pemprov DKI sebagai pusat informasi dalam penanganan kasus Covid-19 dan banjir di DKI Jakarta.
5. JakLingko
Prestasi Anies selanjutnya berkenaan dengan mobilitas Jakarta yaitu integrasi transportasi. Dia membanggakan pencapaian Tarif Integrasi Transportasi JakLingko. Dengan JakLingko semua warga dapat menggunakan fasilitas kartu uang elektronik atau aplikasi JakLingko untuk bertransaksi pada seluruh moda.
Hal ini mengingat sebelumnya mereka harus butuh kartu-kartu berbeda untuk bisa mengakses transportasi yang berbeda. Tarif JakLingko yakni maksimal Rp 10 ribu dengan tujuan ke mana saja.
6. Pelebaran Trotoar
Revitalisasi trotoar di DKI Jakarta terus digencarkan di era Anies Baswedan. Hal ini dapat terlihat pada sejumlah ruas jalan, trotoar kini sudah menjadi lebih lebar ketimbang sebelumnya. Meskipun sejumlah jalanan aspal menjadi agak sempit.
7. Sumur Resapan

Sumur resapan termasuk salah satu karya Anies yang sangat kontroversial. Ide dasarnya yaitu Pemprov DKI ingin membuat air masuk ke dalam tanah.
Namun nyatanya, tidak semua karakter tanah di Jakarta mampu menyerap air. Pada saat pembangunannya juga menuai kritik karena menyebabkan kemacetan dibeberapa titik jalan.
8. Revitalisasi Kota Tua Batavia
Anies Baswedan telah mengubah zona Rendah Emisi (Low Emission Zone/LEZ) Kota Tua. Dalam revitalisasinya itu, saat ini Kota Tua hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki, bus TransJakarta, kendaraan listrik, pesepeda, dan bus berstiker khusus. Akan tetapi setelah kebijakan ini diresmikan, masih ada saja kendaraan yang keluar masuk ke Jl Pintu Besar Utara.
Selain itu, jalanan Kota Tua yang baru sempat heboh karena banyak pemotor yang jatuh terpeleset disebabkan permukaan jalan licin. Pada saat proses pembangunan LEZ Kota Tua juga banyak dikeluhkan karena membuat macet jalanan sekitarnya.
9. Gratiskan PBB di bawah Rp 2 M
Pada masa jabatan Anies, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi beberapa rumah warga yang mempunyai nilai jual objek pajak di bawah RP 2 miliar gratis.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2022 yang mengatur tentang Kebijakan Penetapan dan Pembayaran Pajak Bumi, Bangunan Perdesaan dan Perkotaan sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Tahun 2022 ini.
10. Rumah DP Rp 0
![Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) melihat maket rumah DP nol Rupiah di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/9/2022).[ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/09/76499-anies-baswedan-rumah-dp-0-rupiah.jpg)
Rumah DP Rp 0 menjadi salah satu program Anies yang menuai kontroversi. Pada masa kampanyenya, program tersebut direncanakan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Belakangan, diketahui program itu hanya ditujukan bagi masyarakat yang berpenghasilan Rp 15 juta per bulan.
Namun, program tersebut hingga kini terus berusaha direalisasikan dan pada 21 September 2022 lalu Anies menyatakan jika sudah membangun sebanyak 2.332 unit hunian dengan skema DP Rp 0.
Nah itulah daftar prestasi Anies Baswedan selama menjadi gubernur DKI yang menuai pujian hingga kontroversi di tengah masyarakat.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari