Toxin Tinggi! Bahaya Arsenik yang Menjadi Penyebab Keluarga Tewas di Magelang

Farah Nabilla

Selasa, 29 November 2022 | 17:02 WIB
Toxin Tinggi! Bahaya Arsenik yang Menjadi Penyebab Keluarga Tewas di Magelang
Korban ditemukan tewas sekitar pukul 07.30 WIB di dalam 3 kamar mandi yang terpisah. Korban adalah pasangan suami-istri, Abas Ashar dan Heri Riyani, serta anak perempuan pertama bernama Dea Khairunisa. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

Ramai menjadi sorotan keluarga tewas terbunuh dengan diracun arsenik di Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Diketahui, alasan kematian keluarga tersebut berdasarkan pada hasil autopsi dan juga bukti yang ditemukan di TKP.

Melansir dari berbagai sumber, Kapolresta Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun menyebut bahwa hasil identifikasi berdasarkan hasil autopsi pada jasad keluarga tersebut ditemukan sisa arsen.

Arsen atau arsenik sendiri merupakan salah satu unsur kimia logam yang terdapat dalam air, tanah, dan juga udara dalam jumlah kecil. Oleh sebabnya, tidak jarang arsenik ini bisa ditemukan dalam beberapa jenis makanan seperti makanan laut, unggas, tanaman, susu, hingga daging.

Ini merupakan jenis karsinogen yang memiliki warna abu-abu, perak, atau putih yang diketahui sangat mematikan bagi manusia.

Diketahui, jenis karsinogen ini bisa jadi terhirup atau terpapar secara tidak disadari karena tidak meninggalkan bau atau rasa.

Lantas, seperti apakah bahaya dari arsenik yang menjadi penyebab keluarga di Magelang tewas? Seberapa bahaya arsenik bagi tubuh manusia? Simak informasi lengkapnya yang telah Suara.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

Diketahui, keracunan arsenik kerap terjadi pada daerah industri, baik pekerja atau daerah pemukiman di sekitarnya. Arsenik ini bisa secara alami terserap ke dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh siapapun.

Melansir dari Alodokter, keracunan arsenik merupakan sebuah kondisi saat seseorang terpapar arsenik dalam kadar yang tinggi. Kondisi tersebut secara umum dialami oleh orang yang tinggal atau bekerja di daerah industri yang menggunakan arsenik sebagai bahan bakunya.

Apabila arsenik ini tertelan atau saat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh arsenik, orang yang mengkonsumsinya akan terkena racun.

baca juga

Semakin lama orang tersebut terpapar zat tersebut, maka bisa semakin mengganggu dan menyebabkan dampak yang fatal.

Paparan dalam jangka waktu yang panjang dari arsenik ini diketahui dapat memicu berbagai penyakit, termasuk kanker.

Tidak hanya itu, keracunan arsenik juga bisa menyebabkan terjadinya komplikasi kesehatan lain, seperti misalnya diabetes, penyakit jantung, sampai dengan nefrotoksisitas.

Lantas, bagaimana cara untuk bisa mendeteksi arsenik ini?

Diketahui, untuk bisa mendiagnosis keracunan arsenik, perlu dilakukan tes sebagai alat ukur kadar arsenik dalam tubuh. Biasanya tes tersebut dilakukan pada darah, kuku, rambut, hingga urine.

Tes yang dilakukan melalui urine ini merupakan yang paling sering digunakan dalam kasus paparan akut yang terjadi dalam beberapa hari.

Penyebab Keracunan Arsenik yang Menjadi Penyebab Kematian Keluarga di Magelang

Diketahui, keracunan arsenik secara umum terjadi akibat mengkonsumsi air tanah yang terkontaminasi arsenik. Hal tersebut bisa terjadi karena air tanah bisa menyerap arsenik secara alami, atau karena tanah tercemar limbah industri.

Selain dari air tanah, disebutkan dalam laman Alodokter, terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang keracunan arsenik, yaitu:

  • Merokok, terkhusus rokok dari tembakau yang terkontaminasi atau tercemar arsenik
  • Mengkonsumsi minuman ataupun makanan yang tercemar arsenik, seperti beras organik
  • Menghirup udara yang tercemar arsenik di lingkungan industri atau pertambangan yang menggunakan arsenik
  • Bekerja di bidang pertanian karena sering terpapar pestisida yang dapat mengandung arsenik.

Keracunan arsenik sendiri bisa dialami oleh siapa saja. Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami keracunan arsenik, antara lain yaitu:

  • Bekerja atau menetap di daerah lingkungan industri
  • Menetap di daerah dekat tempat pembuangan limbah industri.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang, Tersangka Sakit Hati Jadi Tumpuan Beban Orangtua

Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang, Tersangka Sakit Hati Jadi Tumpuan Beban Orangtua

Jawa Tengah | Selasa, 29 November 2022 | 15:53 WIB

4 Ciri Minuman Beracun dalam Teh dan Kopi, Penyebab Keluarga di Magelang Tewas

4 Ciri Minuman Beracun dalam Teh dan Kopi, Penyebab Keluarga di Magelang Tewas

Health | Selasa, 29 November 2022 | 15:46 WIB

10 Bahaya Arsenik, Bahan Kimia Berbahaya yang Jadi Alat Pembunuhan Keluarga di Magelang

10 Bahaya Arsenik, Bahan Kimia Berbahaya yang Jadi Alat Pembunuhan Keluarga di Magelang

News | Selasa, 29 November 2022 | 15:14 WIB

Kasus Anak Bunuh Orang Tua dan Kakak di Magelang, Polisi: Diduga Diracun Arsenik atau Sianida

Kasus Anak Bunuh Orang Tua dan Kakak di Magelang, Polisi: Diduga Diracun Arsenik atau Sianida

Jawa Tengah | Selasa, 29 November 2022 | 12:54 WIB

Diduga Keracunan, Satu Keluarga di Magelang Tewas di dalam Rumah

Diduga Keracunan, Satu Keluarga di Magelang Tewas di dalam Rumah

Jawa Tengah | Selasa, 29 November 2022 | 07:01 WIB

Resep dr.Zaidul Akbar Tentang Daun Ajaib Pembersih Racun Dalam Tubuh

Resep dr.Zaidul Akbar Tentang Daun Ajaib Pembersih Racun Dalam Tubuh

Cianjur | Senin, 28 November 2022 | 12:10 WIB

Curi Tabung Elpiji 3 Kilogram, Pria Asal Kajoran Magelang Dibekuk Polisi, Ini Kronologi Lengkapnya

Curi Tabung Elpiji 3 Kilogram, Pria Asal Kajoran Magelang Dibekuk Polisi, Ini Kronologi Lengkapnya

Jawa Tengah | Kamis, 24 November 2022 | 18:05 WIB

Terkini

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

×