6 Fakta Gempa Garut Berkekuatan 6,4 M: Terasa dari Bandung sampai Bantul

Ruth Meliana Dwi Indriani

Sabtu, 03 Desember 2022 | 19:00 WIB
6 Fakta Gempa Garut Berkekuatan 6,4 M: Terasa dari Bandung sampai Bantul
Ilustrasi gempa bumi. (pixabay)

Suara.com - Gempa bumi kembali mengguncang Indonesia. Setelah sempat terjadi di Cianjur, kini gempa dengan kekuatan 6,4 M mengguncang wilayah Garut, Jawa Barat pada Sabtu (3/12/2022) pukul 16.49 WIB.

Gempa itu tercatat memiliki titik koordinat di 7.49 lintang selatan dan 107.58 bujur timur. Kuatnya getaran gempa Garut dirasakan oleh warga di beberapa wilayah Jawa Barat, bahkan hingga daerah di provinsi lain.

Berikut ini penjelasan terkait fakta-fakta gempa berkekuatan 6,4 M yang membuat warga Garut panik.

Disebabkan aktivitas subduksi

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu menyatakan, gempa Garut diakibatkan dari adanya aktivitas subduksi. Pasalnya, gempa ini mengguncang dari laut selatan hingga sedikit ke bagian daratan. Fenomena ini kerap disebut gempa dalam lempeng atau intra-slab.

Aktivitas subduksi adalah proses geologi wilayah kerak bumi dimana kedua lempeng yakni lempeng benua, samudra maupun antara keduanya saling bertumbukkan. Lempeng yang lebih tebal menurun ke bawah lempeng yang lebih tipis.

Berada dalam kedalaman menengah

Fakta gempa 6.4 M yang mengguncang Garut ini dilaporkan  terjadi di dalam kedalaman menengah. Karena kedalaman tersebut, guncangan tersebut tidak sampai memicu kerusakan parah seperti gempa Cianjur.

Sumber gempa dari Megathrust

baca juga

Adapun sumber gempa yang mengguncang sejumlah wilayah Jawa Barat itu berasal dari rangkaian Megathrust. Megathrust sendiri adalah istilah jalur subduksi lempeng bumi yang panjang dan dangkal.

Tidak berpotensi tsunami

Berdasarkan pengamatan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Teguh juga menyampaikan seharusnya tidak berpotensi kerusakan karena kedalamannya ke bawah.

Ada sejumlah kerusakan

Gempa yang dirasakan di Garut ini mengakibatkan beberapa barang dan rumah warga rusak. Di antaranya gerabah pecah, jendela dan pintu yang berderik. Selain itu, kuatnya getaran gempa juga sempat membuat warga panik dan bergegas keluar rumah. 

Terasa di 30 daerah

Beberapa warga di daerah lain pun mengaku merasakan adanya gempa. Hal itu diketahui dari komentar warga di media sosial BMKG. Wilayah yang turut merasakan gempa tersebut yakni sebagai berikut:

  • Panimbang : skala intensitas mencapai II - III MMI 
  • Pamoyanan : skala intensitas mencapai II - III MMI 
  • Sumedang : skala intensitas mencapai II-III MMI 
  • Lembang : skala intensitas mencapai II-III MMI 
  • Cikeusik : skala intensitas mencapai II-III MMI 
  • Labuan : skala intensitas mencapai II-III MMI 
  • Purworejo : skala intensitas mencapai II-III MMI 
  •  Bantul : skala intensitas mencapai II-III MMI 
  • Kulonprogo : skala intensitas mencapai II-III MMI 
  • Kebumen : skala intensitas mencapai II-III MMI 
  • Cikembar : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Pelabuhan Ratu : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Cugenang : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Bandung : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Tasik : skala intensitas mencapai III MMI 
  • Bogor : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Kopo : skala intensitas mencapai III MMI 
  • Sumur : skala intensitas mencapai III MMI 
  • Trenggalek : skala intensitas mencapai II MMI
  • Cilacap : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Sawarna : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Yogyakarta : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Wonosobo : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Ciamis : skala intensitas mencapai III MMI 
  • Soreang : skala intensitas mencapai III MMI 
  • Karangkates : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Garut : skala intensitas mencapai IV MMI 
  • Kalapanunggal : skala intensitas mencapai III  MMI 
  • Cireunghas : skala intensitas mencapai II MMI 
  • Bojong : skala intensitas mencapai II MMI 

Meski gempa tidak berpotensi tsunami ataupun memicu kerusakan fatal, BMKG mengingatkan adanya gempa susulan. Warga pun diminta untuk tetap waspada.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UPDATE Gempa Garut M 6,4, Infromasi Korban dan Kerusakan, Curah Hujan Tinggi dan Tanah Longsor

UPDATE Gempa Garut M 6,4, Infromasi Korban dan Kerusakan, Curah Hujan Tinggi dan Tanah Longsor

Soreang | Sabtu, 03 Desember 2022 | 18:53 WIB

Gempa Bumi Guncang Garut, Turis Pantai Pangandaran Lari Menyelamatkan Diri

Gempa Bumi Guncang Garut, Turis Pantai Pangandaran Lari Menyelamatkan Diri

Banten | Sabtu, 03 Desember 2022 | 18:49 WIB

Garut Diguncang Gempa, Awas Banyak Video Hoax Berseliweran: Jangan Bikin Panik Masyarakat!

Garut Diguncang Gempa, Awas Banyak Video Hoax Berseliweran: Jangan Bikin Panik Masyarakat!

Bogor | Sabtu, 03 Desember 2022 | 18:40 WIB

Beredar Video Kondisi Rumah di Garut Selatan Rata dengan Tanah Pasca Gempa 6,4 Magnitudo, Begini Kebenarannya

Beredar Video Kondisi Rumah di Garut Selatan Rata dengan Tanah Pasca Gempa 6,4 Magnitudo, Begini Kebenarannya

Bogor | Sabtu, 03 Desember 2022 | 18:24 WIB

Gempa Bumi Garut Berpotensi Tsunami? Video Sekitar Laut Rancabuaya Viral: Sing Ditangtayungan, Begini Penjelasan BMKG

Gempa Bumi Garut Berpotensi Tsunami? Video Sekitar Laut Rancabuaya Viral: Sing Ditangtayungan, Begini Penjelasan BMKG

Bandung | Sabtu, 03 Desember 2022 | 18:18 WIB

Gempa Garut Berkekuatan Magnitudo 6,4 Terasa Hingga Jogja dan Banjarnegara

Gempa Garut Berkekuatan Magnitudo 6,4 Terasa Hingga Jogja dan Banjarnegara

Banten | Sabtu, 03 Desember 2022 | 18:14 WIB

Terkini

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:09 WIB

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:06 WIB

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 08:00 WIB

×