Blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Banjir Keluhan Pedagang: Harga-harga Naik Lho Pak

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Banjir Keluhan Pedagang: Harga-harga Naik Lho Pak
Blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati, Heru Budi Banjir Keluhan Pedagang: Harga-harga Naik Lho Pak. (Suara.com/Fakhri)

Salah satunya pedagang sayur bernama Jumedi (52). Ia mengeluhkan harga kol naik kepada Heru sejak dua hari belakangan ini.

Suara.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta melakukan peninjauan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/12/2022) pagi. Kedatangan orang nomor satu di DKI ini langsung disambut antusias para pedagang.

Heru ditemani oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta, Sri Haryarti; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati; Direktur Utama (Dirut) Pasar Jaya, Tri Prasetyo; Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar; dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya.

Ia dan jajarannya langsung menemui sejumlah pedagang untuk menanyakan soal harga bahan pangan jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023.

Salah satunya pedagang sayur bernama Jumedi (52). Ia mengeluhkan harga kol naik kepada Heru sejak dua hari belakangan ini.

Baca Juga: Sempat Mereda, Kasus Gangguan Ginjal Akut di Jakarta Kembali Muncul, Pemprov DKI Telusuri Penyebabnya

Diki Alamsyah, pedagang cabai keluhkan harga pangan saat Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati. (Suara.com/Fakhri)
Diki Alamsyah, pedagang cabai keluhkan harga pangan saat Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati. (Suara.com/Fakhri)

"Harga kol naik pak, jadi Rp7.000 per kilogram sekarang. Padahal kemarin-kemarin baru Rp5.000 lho pak," ujar Jumedi di lokasi.

Pedagang lainnya yang ditemui Heru bernama Diki Alamsyah (42). Sama dengan Jumedi, Diki juga mengeluhkan naiknya harga cabai rawit merah hingga Rp45 ribu dari Rp30 ribu per kilogram.

"Naiknya sudah sejak tiga hari yang lalu," ucap Diki.

Pedagang cabai rawit merah lainnya, Mariyem juga mengeluhkan hal yang sama. Ia khawatir permintaan jadi menurun karena naiknya harga cabai.

"Kalau harga grosir, cabai rawit merah naik dari Rp 50.000 per kilogram. Padahal sebelumnya cuma Rp 35.000 sampai Rp 40.000 lho," pungkas Mariyem.

Baca Juga: Heru Budi: Penanganan Kemiskinan di Jakarta Terkendala Penambahan Pendatang