Serba-Serbi Bijih Bauksit: Fungsi, Harga Hingga Larangan Ekspor Jokowi

Rifan Aditya

Kamis, 22 Desember 2022 | 20:53 WIB
Serba-Serbi Bijih Bauksit: Fungsi, Harga Hingga Larangan Ekspor Jokowi
Ilustrasi Bijih Bauksit (Shutterstock)

Suara.com - Baru-baru ini bauktis menjadi perbincangan hangat usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang ekspornya mulai Juni 2023 mendatang. Hal ini disampaikan orang nomor satu itu di Istana Negara pada, Rabu (21/12/2022). Berikut serba-serbi bijih bauksit mulai dari fungsi, harga hingga larangan ekspor. 

Melansir dari berbagai sumber, bauksit merupakan batuan yang terbentuk karena adanya proses lateritisasi batuan induk yang kaya akan unsur alumina, akan tetapi rendah dari unsur Si dan Fe. Biasanya, bauksit terdiri dari tiga dominan mineral aluminium hidrat yakni boehmite, gibsit, dan juga diaspora. 

Adapun ketiga mineral itu sering berasosiasi terhadap mineral kuarsa, bijih Fe-Ti, lempung (kaolin), serta beberapa mineral lainnya. Dengan kata lain, bauksit adalah bahan mentah yang akan diolah menjadi Alumina dan selanjutnya akan diolah untuk menghasilkan bahan logam aluminium. Jadi bauksit adalah batuan, dan bukan merupakan mineral. 

Bauksit pada umumnya akan terbentuk di lapisan tanah atas dan bisa ditemukan di sebagian besar negara di dunia. Batuan ini sebenarnya terbentuk dari "leaching" intens batuan di iklim yang memiliki hawa panas dan lembab. Dimana musim hujan dan kemarau akan terjadi secara bergantian. Dengan kata lain, bauksit kerap di berbagai daerah tropis dan subtropis. 

Cadangan bijih bauksit terbanyak ditemukan di benua Afrika, Australia dan Amerika Selatan. Cadangan ini diperkirakan akan tetap bertahan selama berabad-abad meskipun lebih dari 160 juta metrik ton bijih bauksit ditambang setiap tahunnya. Australia, China, Brasil, India, dan Guinea juga menjadi negara penghasil bauksit terbesar di dunia. Cadangan bijih bauksit di negara-negara tersebut diperkirakan sebanyak 55 hingga 75 miliar metrik ton. 

Selain itu Amerika Serikat juga mempunyai sejumlah kecil deposit bauksit yang berlokasi di wilayah Arkansas, Alabama, serta Georgia. Namun hingga saat ini masih sangat sedikit penambangan bauksit yang dilakukan di wilayah Amerika Serikat. 

Sementara untuk Indonesia sendiri, dapat dikatakan sebagai negara yang memiliki cukup melimpah bijih bauksit. Booklet ESDM Bauksit 2020, menyebutkan jika cadangan bauksit Indonesia mencaai 4 persen dari total cadangan dunia. Disebutkan, cadangan bauksit Indonesia sekitar 1,2 miliar ton dari cadangan global yakni 30,3 miliar ton. Hal ini yang membuat Indonesia berada diurutan nomor 6 terbesar di dunia. 

Fungsi Bijih Bauksit 

Bijih bauksit dapat diolah menjadi smelter grade alumina (SGA) yang kemudian bisa menghasilkan aluminium ingot. Aktivitas pengolahan bauksit ini bermuara dalam industri antara dan hilir. Seperti kabel, otomotif, alat rumah tangga, konstruksi, furnitur, pipa, alat olah raga, dan juga industri aviasi atau penerbangan. 

baca juga

Selain itu, bijih bauksit ini dapat diolah menjadi chemical grade alumina yang bisa dimanfaatkan untuk pemurnian air, farmasi, kosmetik, keramik, serta plastic filler. 

Harga Bijih Bauksit 

Diketahui masih dalam bentuk bijih, harga jual bauksit di pasaran hanya berada di US$ 18 atau sekitar Rp. 279.000 per ton. Harga jual ini akan meningkat usai bauksit dimurnikan menjadi bahan alumina dengan harga jual US$ 350 atau sekitar Rp. 5.430.00 per ton. Harga ini kembali meningkat jika diolah menjadi produk aluminum menjacapai US$ 1.762 atau sekitar Rp. 27.338.00 per ton. 

Larangan Ekspor Bijih Bauksit 

Presiden Jokowi larang ekspor bijih bauksit. Hal ini disampaikan melalui keterangan pers di Istana Negara pada Rabu, 21 Desember 2022. 

"Mulai Juni 2023 pemerintah akan melarang ekspor bijih bauksit. Saya ulangi mulai Juni 2023, pemerintah akan memberlakukan pelarangan ekspor bijih bauksit demi mendorong pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri," ungkap Jokowi. 

Jokowi menjelaskan terdapat beberapa alasan mengala ia melarang ekspor bijih bauksit. Pertama, ia ingin bijih bauksit ini memberikan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri. Kedua, Jokowi ingin meningkatkan penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat. 

Alasan ketiga larangan rkspor bijih bauksit ini demi meningkatkan penerimaan devisa. Keempat, demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di wilayah Indonesia. 

Itu tadi serba-serbi bijih bauksit mulai dari fungsi, harga hingga larangan ekspor. Dengan adanya aturan terbaru ini, Jokowi yakin jika penerimaan Indonesia terhadap sektor bauksit akan meningkat hingga mencapai lebih dari 2 kali lipat. 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gencarkan Hilirisasi SDA, Jokowi Larang Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023

Gencarkan Hilirisasi SDA, Jokowi Larang Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023

Your Say | Kamis, 22 Desember 2022 | 15:03 WIB

Larangan Ekspor Bauksit Bakal Kena Sanksi WTO? Begini Kata Menko Airlangga

Larangan Ekspor Bauksit Bakal Kena Sanksi WTO? Begini Kata Menko Airlangga

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2022 | 14:40 WIB

Jokowi Larang Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023

Jokowi Larang Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023

Foto | Rabu, 21 Desember 2022 | 14:26 WIB

Indonesia Hentikan Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023

Indonesia Hentikan Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023

Tantrum | Rabu, 21 Desember 2022 | 13:53 WIB

Jokowi ke Menteri Soal Larangan Ekspor Bauksit: Jangan Ragu dan Bimbang

Jokowi ke Menteri Soal Larangan Ekspor Bauksit: Jangan Ragu dan Bimbang

Bisnis | Rabu, 21 Desember 2022 | 13:40 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×