4 Fakta Emak-emak Jual Bayi COD di Klaten Rp21 Juta, Ide Dari Postingan FB

Ruth Meliana Dwi Indriani

Jum'at, 13 Januari 2023 | 19:36 WIB
4 Fakta Emak-emak Jual Bayi COD di Klaten Rp21 Juta, Ide Dari Postingan FB
Ilustrasi Bayi [Pexels]

Suara.com - Polres Klaten menciduk Lestari Ningsih alias Lia (29), warga Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah karena menjual bayi di Klaten dan Demak. Kasus penjualan bayi oleh Lestari di Klaten, ini belum sampai ke tangan "konsumen" karena baru tahap tawar menawar harga dan berhasil dibekuk anggota Polres Klaten.

Motif aksi penjualan bayi tersebut adalah murni untuk mendapatkan keuntungan. Kedua orangtua bayi itu mengetahui bayinya itu diadopsi bukan dijual. Simak fakta emak-emak jual bayi COD di Klaten berikut ini.

Penangkapan Penjual Bayi Saat COD

Tersangka Lestari ditangkap polisi ketika hendak melakukan COD penjualan bayi di sebuah hotel di Klaten, Jawa Tengah pada Selasa, 10 Januari 2023. Sang bayi disebut belum ada identitas dan baru berumur satu hari.

Lestari terancam maksimal hukuman penjara 15 tahun atas perbuatannya itu.

"Ancaman pidananya penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun," kata Wakapolres Klaten Kompol Tri Wahyuni kepada wartawan di Mapolres Klaten saat konferensi pers pada  Jumat (13/1/2023).

Awal Mula Kecurigaan Penjualan Bayi

Kanit IV Sat Reskrim Polres Klaten Ipda Febriyanti Mulyadi mengungkap awalnya pada 10 Januari 2023 tim gabungan Polres melakukan cipta kondisi dengan sasaran hotel.

Dalam pelaksanaannya, ditemukan seorang perempuan menginap di hotel jalan Klaten-Solo yang mencurigakan. Anggota kepolisian lalu mengecek ponsel milik perempuan itu yang ternyata di dalamnya ada chat tentang tawar menawar harga bayi perempuan tersebut.

baca juga

"Didapati seorang perempuan bersama bayi berumur satu hari. Lalu identitas diperiksa tapi identitas dengan surat lahir bayi tidak sama. Dalam ponsel didapati chatting tawar-menawar harga bayi perempuan itu, untuk harga awalnya Rp 20 juta ada Rp 21 juta juga," ujar Febriyanti.

Asal Usul Dapatkan Bayi

Kepolisian menyebut Lestari mengaku mendapat ide menjual bayi setelah membaca postingan di media sosial pada November 2022 lalu. Postingan itu berisi pencarian orang tua asuh untuk bayi.

"Tersangka melihat postingan dari akun Facebook ayah sang bayi di grup Peduli Jangan Buang Bayi dengan caption mencari orang tua asuh yang mau merawat anak," ungkap Febriyanti. 

Lestari lalu berkomunikasi dengan ayah bayi itu lewat WhatsApp. Saat itu sang bayi masih dalam kandungan. Kini ayah bayi itu menjadi saksi dalam kasus penjualan bayi ini.

Ayah bayi itu berkata pada Lestari jika memang ada niat untuk mengadopsi maka akan dikabari lagi.
Hingga kemudian pada 9 Januari 2023, ayah bayi itu mengabari bahwa bayinya sudah lahir. Keesokan harinya, Lestari minta ayah bayi itu mengirimkan foto bayinya.

"Setelah dapat foto, tersangka mengirim foto di grup WhatsApp adopter yaitu grup jual beli bayi dengan kalimat 'butuh adopter bayi, lahir bayi perempuan kemarin sore'," lanjut Febriyanti.

Motif Jual Bayi

Lestari mengaku motifnya menjual bayi adalah murni untuk mencari keuntungan. Ia bahkan menyebut yang mau membeli bayi banyak.

"Pertama dijual ke Demak Rp 13 juta. Dapat dari ibu hamil, yang Demak lupa. Yang mau beli banyak, saya bikin grup sendiri dua. Tapi orang di luar grup sekitar 10 orang, " ungkap Lestari pada wartawan saat pers rilis di kantor Polres Klaten.

Lestari menyebut uang hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. "Tahunya ketangkap kemarin itu. Saya hubungi suami, anak mau saya bawa pulang tapi suami tidak setuju, saya istirahat di hotel malah ditangkap," ujarnya.

Sementara soal harga bayi yang ia bawa saat ditangkap, Lestari mengaku belum deal sebab baru ditawar. "Belum terjual saya tawarkan ke orang Rp 20 juta sampai Rp 21 juta," pungkasnya.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polres Klaten Ungkap Kasus Penjualan Bayi Secara Online, Ini Modus dan Sosok Pelakunya

Polres Klaten Ungkap Kasus Penjualan Bayi Secara Online, Ini Modus dan Sosok Pelakunya

Surakarta | Jum'at, 13 Januari 2023 | 14:25 WIB

PMI Cianjur Dapatkan Bantuan Sepeda Motor dari PMI Klaten untuk Kendaraan Operasional Kawasan Terdampak Gempa

PMI Cianjur Dapatkan Bantuan Sepeda Motor dari PMI Klaten untuk Kendaraan Operasional Kawasan Terdampak Gempa

Otomotif | Rabu, 11 Januari 2023 | 17:50 WIB

Aksi Pencurian di Minimarket Juwiring Klaten Terekam CCTV, Ini Ciri-ciri Pelakunya

Aksi Pencurian di Minimarket Juwiring Klaten Terekam CCTV, Ini Ciri-ciri Pelakunya

Surakarta | Rabu, 11 Januari 2023 | 14:03 WIB

Gara-Gara Si Wanita Salah Baca Google Maps Pasangan Ini Malah Nyasar Sampai Solo, Padahal Niatnya ke Jogja dari Klaten

Gara-Gara Si Wanita Salah Baca Google Maps Pasangan Ini Malah Nyasar Sampai Solo, Padahal Niatnya ke Jogja dari Klaten

Mamagini | Selasa, 10 Januari 2023 | 15:04 WIB

Tak Bisa Baca Maps, Wanita Ini Bikin Nyasar Hampir ke Solo

Tak Bisa Baca Maps, Wanita Ini Bikin Nyasar Hampir ke Solo

Poptren | Selasa, 10 Januari 2023 | 13:28 WIB

Mau ke Yogyakarta dari Klaten, Pasangan Ini Malah ke Solo karena Si Cewek Salah Baca Peta

Mau ke Yogyakarta dari Klaten, Pasangan Ini Malah ke Solo karena Si Cewek Salah Baca Peta

Lifestyle | Senin, 09 Januari 2023 | 19:50 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×