Aparat Diminta Investigasi Transparan PT GNI, Mulai Cari Sebab Bentrok Pekerja Lokal dan Asing hingga Prosedur K3

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 17 Januari 2023 | 14:36 WIB
Aparat Diminta Investigasi Transparan PT GNI, Mulai Cari Sebab Bentrok Pekerja Lokal dan Asing hingga Prosedur K3
PT. Gunbuster Nickel Industri kini kembali menjadi sorotan usai adanya bentrok antara para pekerja lokal dan asing. (Ist)

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta aparat kepolisian mencari tahu pemantik bentrok Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Bentrokan tersebut mengabitkan adanya korban jiwa hingga kerusakan.

Kurniasih menekankan penyelidikan mencari penyebab bentrok harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Menurut dia agar tercapai itu, maka penyelidikan secara independen dengan melibatkan penegak hukum dan pemerintah dapat dilakukan.

"Adanya kejadian ini pasti ada akar penyebabnya. Itu yang harus ditemukan. Jangan sampai hanya berhenti pada penyebab pada saat kejadian semata tapi perlu ditarik ke belakang faktor apa saja yang akhirnya membuat kejadian ini meletus," kata Kurniasih, Rabu (17/1/2023).

Selain menyoal adanya bentorkan pekerja, Kurniasih juga menyoroti kecelakaan kerja yang belum lama terjadi. Akibat dari kecelakan itu, dua pekerja dikethaui meninggal karena terjebak di dalam crane yang terbakar.

Karena itu Kurniasih meminta PT GNI benar-benar menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 untuk menjamin keselamaran para pekerja.

"Mungkin tim investigasi sekaligus bisa mengevaluasi bagaimana pelaksanaan prosedur K3 untuk melindungi keselamatan kerja. Selain itu informasi tentang aksi mogok serikat pekerja sebelum kejadian ini juga perlu digali lebih dalam. Intinya harus ditegakkan aturan yang adil bagi semuanya tanpa membeda-bedakan," ujar Kurniasih.

"Jika akar masalahnya sudah ketemu dan ada solusi yang adil bagi semuanya tentu kita tidak mengharapkan kejadian ini terulang di masa depan. Ini juga harus menjadi perhatian bagi perusahaan yang dalam proyeknya juga menggunakan tenaga kerja asing dan tenaga kerja Indonesia," sambung Kurniasih.

Presiden Minta Pelaku Ditindak

baca juga

Kasus ini menjadi sorotan Presiden Jokowi. Kepala Negara telah mendapatkan laporan mengenai kerusuhan yang terjadi di kawasan pabrik smelter PT Gunbuster Nickel Industri atau PT GNI di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Jokowi langsung memerintahkan agar pelaku di balik terjadinya kerusuhan itu ditindak tegas.

Perintah tersebut langsung disampaikan Jokowi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Yang jelas beliau memerintahkan kepada kepolisian untuk menindaktegas pelaku tindak pidana atau pengrusakan dan pelaku pelanggar hukum, mengungkap seterang-terangnya," kata Listyo melalui konferensi pers yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (16/1/2023).

Listyo sempat menyebut ada 71 orang yang diamankan pihak kepolisian. Sebanyak 17 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga meminta kepada Listyo untuk mengerahkan personel keamanan di kawasan industri smelter tersebut. Sebab, industri smelter itu akan kembali beroperasi pada Selasa (17/1/2023) esok.

Jokowi mau agar industri di sana bisa berjalan tanpa ada gangguan seperti kerusuhan yang menyebabkan 3 orang tewas.

"Karena ini juga tentunya akan mengganggu tenaga kerja Indonesia yang jumlahnya cukup besar yang tentunya akan terdampak apabila operasional dari perusahaan terganggu," ujarnya.

Bentrok Tenaga Kerja Asing dan Lokal

Insiden berdarah antara karyawan WNA asal China vs WNI di smelter nikel PT GNI di Morowali Utara, Sulawesi Tengah menyebabkan tiga orang tewas, dengan rincian satu WNA dan dua orang pekerja lokal.

Bentrok meluas lantaran tak mampu dibendung hingga karyawan membakar beberapa alat berat di lokasi tambang. Video-video bentrok dua kelompok karyawan beredar luas di media sosial dan menjadi tontonan publik.

Ketua PB HMI Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba, Muhamad Ikram Pelesa mendapatkan informasi bahwa PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) diduga sengaja membenturkan tenaga kerja asing dengan para tenaga kerja lokal.

“Tentu ini pola penyelesaian masalah yang sangat keliru, meredam tuntutan hak para pekerja dengan cara membubarkan aksi mogok kerja menggunakan Tenaga Kerja Asing (TKA)," ungkap Ikram.

"Terbukti letupan kericuhan yang dipicu TKA mengakibatkan puluhan pekerja luka-luka, sehingga reaksi yang ditimbulkan para pekerja lokal lainnya atas kejadian tersebut menimbulkan kerugian materil yang tidak sedikit,” lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bentrok PT GNI, Wakil Ketua DPRD Sulteng: Polisi Jangan Diskriminatif Terhadap Tenaga Kerja Indonesia

Bentrok PT GNI, Wakil Ketua DPRD Sulteng: Polisi Jangan Diskriminatif Terhadap Tenaga Kerja Indonesia

Bestie | Selasa, 17 Januari 2023 | 14:29 WIB

TKA Meninggal di Morowali Utara, China Disebut Tidak Diam dan Akan Minta Keterangan Resmi Indonesia

TKA Meninggal di Morowali Utara, China Disebut Tidak Diam dan Akan Minta Keterangan Resmi Indonesia

Bestie | Selasa, 17 Januari 2023 | 13:35 WIB

Beredar Video Diduga Barisan Pekerja China Bawa Sebilah Besi, Lanjut Bentrokan di PT GNI?

Beredar Video Diduga Barisan Pekerja China Bawa Sebilah Besi, Lanjut Bentrokan di PT GNI?

Joglo | Selasa, 17 Januari 2023 | 13:28 WIB

Ganggu Pertahanan dan Keamanan Negara, Jokowi Diminta Moratorium TKA dan Perusahaan Nikel China

Ganggu Pertahanan dan Keamanan Negara, Jokowi Diminta Moratorium TKA dan Perusahaan Nikel China

Sulsel | Selasa, 17 Januari 2023 | 12:41 WIB

Ratusan Pelajar SMK di Cilacap Serbu SMK Komputama Jeruklegi, Dipicu Kesalahpahaman Pengeroyokan Rekan Sesekolah

Ratusan Pelajar SMK di Cilacap Serbu SMK Komputama Jeruklegi, Dipicu Kesalahpahaman Pengeroyokan Rekan Sesekolah

Purwokerto | Selasa, 17 Januari 2023 | 09:19 WIB

Mahfud MD Minta PT GNI Morowali Lebih Terbuka soal Data Tenaga Kerja

Mahfud MD Minta PT GNI Morowali Lebih Terbuka soal Data Tenaga Kerja

Metro | Senin, 16 Januari 2023 | 22:36 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×