Saling Lempar Bola Panas Kubu Anies Vs PDIP Soal Data Pembangunan Jalan Era Jokowi

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Minggu, 28 Mei 2023 | 18:09 WIB
Saling Lempar Bola Panas Kubu Anies Vs PDIP Soal Data Pembangunan Jalan Era Jokowi
Anies Baswedan di acara relawan. (Instagram/@aniesbaswedan)

Suara.com - Politikus dari PDIP Gilbert Simanjuntak mendesak Anies Baswedan meminta maaf terkait pernyataannya yang membandingkan pembangunan jalan di era Presiden Joko Widodo dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasalnya menurut Gilbert, pernyataan itu tidak sesuai dengan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Heboh soal salah data tentang panjang jalan yang dibangun era Presiden SBY yang dikatakan Anies Baswedan lebih panjang dari yang dibangun Presiden Jokowi tidak diikuti permintaan maaf Anies maupun timnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (27/5/2023).

Anies mengatakan hal tersebut di acara hari ulang tahun (HUT) ke-21 PKS pada sabtu (20/5/23).  Anies menyebut pembangunan di zaman Presiden SBY lebih panjang dibanding era Jokowi.

Anies mengungkapkan pembangunan di era Jokowi sepanjang 1.569 km dari total jalan tol kini yakni 2.499 km. Pada zaman SBY, Anies mengatakan terdapat 144.000 km atau 7,5 kali lipat dari masa Jokowi.

Pihak Anies Salahkan Media

Pihak Anies menyalahkan salah satu media yang datanya dikutip oleh Anies Baswedan. Analis Komunikasi Politik yang mendampingi calon presiden dai Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan, Hendri Satrio mengatakan Kementerian PUPR sebaiknya mengklarifikasi data ke salah satu media online saja. 

Baginya, Anies hanya membaca data dari media saat membandingkan pembangunan tersebut. Kemudian Hendri juga mengatakan seharusnya pemerintah berterima kasih ke media karena pemerintah jadi melakukan pengecekan data.

Namun, Gilbert PDIP tetap pada pendapatnya karena Anies juga berkecimpung di bidang penelitian. Baginya, seharusnya Anies memvalidasi data terlebih dahulu sebelum diungkapkan ke publik.

Balasan Deputi Bappilu Partai Demokrat

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyampaikan bahwa data yang disebutkan oleh Anies Baswedan tidak ada yang salah karena ia menyajikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Kamhar menilai data BPS memperlihatkan keberpihakan pemerintah. Baginya, terlihat pada masa SBY lebih pro rakyat daripada masa kini.

"Terlepas dari motif pihak-pihak yang menjadikan ini polemik, terang benderang bahwa data BPS ini menegaskan prioritas dan bentuk keberpihakan pemerintah. Kebijakan pemerintahan Pak SBY termasuk dalam pembangunan infrastrukturnya napas dan jiwanya pro rakyat, sementara pemerintahan Pak Jokowi terbaca lebih berorientasi proyek dan tidak pro rakyat," tambahnya.

Selain itu, Kamhar memandang PDIP yang seharusnya meminta maaf ke masyarakat karena mendorong kader yang penuh gimmick dalam pemilu. 

"Mereka yang mesti minta maaf kepada rakyat karena sejak awal kader yang didorong dan dipromosikan menjadi pemimpin di tingkat nasional dipenuhi rekayasa dan gimik," ujarnya.

Kamhar juga menyinggung model pemimpin yang hanya bisa mengumbar janji tetapi tidak ada kapasitas untuk memenuhi janji-janji tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Gibran Mundur dari Wali Kota Solo Demi Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024, Benarkah?

CEK FAKTA: Gibran Mundur dari Wali Kota Solo Demi Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024, Benarkah?

Your Say | Minggu, 28 Mei 2023 | 17:39 WIB

Denny Siregar Puji Ganjar Pranowo sebagai Pemimpin yang Tidak Terpengaruh Bahasa Elit

Denny Siregar Puji Ganjar Pranowo sebagai Pemimpin yang Tidak Terpengaruh Bahasa Elit

| Minggu, 28 Mei 2023 | 17:34 WIB

Maju Jadi Capres 2024, Ganjar Pranowo Temui ulama Banten Abuya Muhtadi

Maju Jadi Capres 2024, Ganjar Pranowo Temui ulama Banten Abuya Muhtadi

Banten | Minggu, 28 Mei 2023 | 17:25 WIB

Cocoklogi Aldi Taher Jadi Presiden ke-8 RI Pengganti Jokowi, Mengaku Kembaran Bung Karno

Cocoklogi Aldi Taher Jadi Presiden ke-8 RI Pengganti Jokowi, Mengaku Kembaran Bung Karno

| Minggu, 28 Mei 2023 | 17:10 WIB

Balas Sindiran Anies, Ganjar: Kalau Kamu Olahraga Maka Kamu Sehat, Kalau Tidak Olahraga Maka Chuaks

Balas Sindiran Anies, Ganjar: Kalau Kamu Olahraga Maka Kamu Sehat, Kalau Tidak Olahraga Maka Chuaks

| Minggu, 28 Mei 2023 | 16:46 WIB

Terkini

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:34 WIB

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB

AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB