Mahfud MD Akui Pernah Dipinang Presiden PKS untuk Jadi Cawapresnya Anies; Jangan Saya, Nanti Malah Pecah

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Senin, 05 Juni 2023 | 14:30 WIB
Mahfud MD Akui Pernah Dipinang Presiden PKS untuk Jadi Cawapresnya Anies; Jangan Saya, Nanti Malah Pecah
Menkopolhukam Mahfud MD. [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Menkopolhukam Mahfud MD mengungkapkan pernah ada tawaran kepada dirinya untuk menjadi cawapres bagi Anies Baswedan. Tawaran tersebut datang dari Presiden PKS Ahmad Syaiku ketika berkunjung ke kediamannya.

Awalnya, Mahfud sedang membicarakan mengenai pesan dari dirinya ke Denny Indrayana agar menjaga tiket pencapresan Anies. Ia mengaku permintaan serupa juga disampaikan kepada Syaikhu.

"Saya sampaikan juga itu kepada Ketua Umum PKS Pak Syaikhu ketika datang ke rumah saya, menjajaki bagaimana kalau bapak menjadi cawapresnya Anies," kata Mahfud di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/6/2023).

Mendengar tawaran itu, Mahfud menolak. Alasannya karena ia khawatir, Koalisi Perubahan untuk Persatuan justru akan pecah lantaran tidak setuju.

"Saya bilang jangan saya, nanti malah pecah. Anies kalau nanti koalisinya nggak setuju malah Anies nya nanti nggak dapat tiket kalau partainya satu keluar. Sama pesan saya kepada Denny,"

"Nah saya akan menjaga pemilunya. Saya bilang agar pemilu terselenggara. Itu aja," sambung Mahfud.

Sebelumnya, Mahfud mengamini pernyataan Denny Indrayana yaang mengaku diperintah Mahfud agar membantu Anies Baswedan maju Pilpres 2024. Mahfud mengatakan permintaan itu tidak hanya ia tujukam kepada Denny, melainkan juga ke Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

"Bukan hanya Denny yang saya minta. Ketua Umum PKS juga saya minta, tolong Anies dijaga agar tetap mendapat tiket," kata Mahfud.

Mahfud berpesan kepada Denny agar menjaga pencapresan Anies. Sebab ia tidak ingin ke depan justru pihak pemerintah yang menjadi tertuduh apabila Anies gagal mendapat tiket nyapres.

baca juga

"Nanti yang dituduh kalau ndak dapat tiket pemerintah. Karena nuduhnya pemerintah terus mengganjal Anies. Saya pesan ke Denny tolong itu dijaga," ujar Mahfud.

"Jangan sampai dari internalnya nanti yang gagal. Kalau pemerintah ngga akan ikut-ikut," kata Mahfud.

Sebelumnya, pakar hukum tata negara Denny Indrayana secara terang-terangan mengaku diperintah oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD agar membantu Anies Baswedan maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Apa maksudnya?

Menurut Denny, maksud dari Mahfud MD adalah supaya demokrasi di Indonesia menjadi lebih sehat dengan majunya Anies dalam kontestasi Pilpres 2024.

"Jadi pertemuan terakhir saya dengan beliau itu, salah satu pesan Pak Mahfud itu semacam ini, 'Mas Denny, tolong bantu Anies Baswedan untuk jadi calon presiden supaya demokrasi kita lebih sehat'. Saya bilang 'Oh, ini ada apa ini' hahaha," kata Denny pada Senin (5/6/2023).

Perihal pernyataan Mahfud yang memintanya untuk membantu Anies, Denny mengaku tidak tahu menahu apa yang melatarbelakanginya. Yang jelas, lanjut Denny, pernyataan Mahfud ia tafsirkan sebagai perintah.

"Pak Mahfud pada saat terakhir bertemu dengan saya itu, minta tolong dan bahasa beliau memerintahkan, jadi saya terakhir ketemu," bebernya.

Selama ini, lanjut Denny, dirinya memang sering berkomunikasi dan meminta bertemu dengan Mahfud MD ketika pulang ke Jakarta.

Sebelum bertatap muka, ia memohon pada Mahfud melalui pesan singkat WhatsApp. Kemudian Mahfud menyetujui permintaan untuk bertemu.

"Pak Mahfud kemudian memberi waktu, biasanya, 'Ya, mas nanti malam ya ke rumah'. Rumah dinas beliau," cerita Denny.

Terkait pernyataannya mengenai Anies Baswedan, Denny memberani diri bercerita karena Mahfud sendiri sudah mempublikasikan hal tersebut dalam beberapa kesempatan.

Terlebih lagi, kata Denny, Mahfud sendiri yang memerintahkannya untuk membantu Anies Baswedan agar dapat ikut serta dalam Pilpres 2024 supaya demokrasi berjalan baik.

"Itu sudah dipublikasikan Pak Mahfud di mana mana juga, 'Saya perintahkan Denny Indrayana untuk membantu Anies Baswedan kok, supaya demokrasi kita lebih sehat'. Kata beliau. Jadi saya bisa bicara ini karena memang beliau juga sudah bicara hal ini di beberapa tempat, gitu," demikian Denny Indrayana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati Bakal Umumkan Cawapres Ganjar di Rakernas III PDIP? Hasto Bilang Begini

Megawati Bakal Umumkan Cawapres Ganjar di Rakernas III PDIP? Hasto Bilang Begini

News | Senin, 05 Juni 2023 | 14:16 WIB

Bukan Cuma ke Denny Indrayana Saja, Mahfud MD juga Minta 'Jaga Tiket Nyapres Anies' ke Presiden PKS

Bukan Cuma ke Denny Indrayana Saja, Mahfud MD juga Minta 'Jaga Tiket Nyapres Anies' ke Presiden PKS

Kotak Suara | Senin, 05 Juni 2023 | 13:57 WIB

5 Fakta Denny Indrayana Resmi Dipolisikan, Merasa Dikriminalisasi

5 Fakta Denny Indrayana Resmi Dipolisikan, Merasa Dikriminalisasi

News | Senin, 05 Juni 2023 | 12:38 WIB

Terkini

V BTS Jadi Wajah Nothing, Headphone (1) Pro Andalkan Triple-Driver dan ANC

V BTS Jadi Wajah Nothing, Headphone (1) Pro Andalkan Triple-Driver dan ANC

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Pakar UGM: Putusan MK soal Tak Punya Ijazah SMA Mematikan Gibran di Pemilu 2029

Pakar UGM: Putusan MK soal Tak Punya Ijazah SMA Mematikan Gibran di Pemilu 2029

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Productivity Guilt: Rasa Bersalah Memilih Jeda saat Semua Orang Produktif

Productivity Guilt: Rasa Bersalah Memilih Jeda saat Semua Orang Produktif

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Umumkan Pangkostrad Baru, KSAD Maruli Tanggapi Peluang Dirinya Jadi Panglima TNI

Umumkan Pangkostrad Baru, KSAD Maruli Tanggapi Peluang Dirinya Jadi Panglima TNI

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Kapten Kapal MT Honour Menangis dan Minta Maaf ke Keluarga Korban

Kapten Kapal MT Honour Menangis dan Minta Maaf ke Keluarga Korban

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Bukan Sekadar Lelah Biasa, Ketahui Tanda-Tanda Burnout karena Pekerjaan

Bukan Sekadar Lelah Biasa, Ketahui Tanda-Tanda Burnout karena Pekerjaan

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Nyaris Rp100 Ribu per Kg, Ayam dan Telur Turun Tajam

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Nyaris Rp100 Ribu per Kg, Ayam dan Telur Turun Tajam

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Ijazah SMA Gibran Rakabuming Tidak Ditemukan

Ijazah SMA Gibran Rakabuming Tidak Ditemukan

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:30 WIB

5 Rekomendasi Pore Cleanser Korea untuk Pori-pori Bersih Mendalam

5 Rekomendasi Pore Cleanser Korea untuk Pori-pori Bersih Mendalam

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Akademisi Gontor: RUU Perampasan Aset Harus Tetap Lindungi Hak Kepemilikan Pribadi

Akademisi Gontor: RUU Perampasan Aset Harus Tetap Lindungi Hak Kepemilikan Pribadi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:29 WIB

×