Tak Tahu Diuntung, 4 Fakta Pendaki Malaysia Ogah Akui Diselamatkan Sherpa Everest dari Zona Kematian

Ruth Meliana

Selasa, 06 Juni 2023 | 15:38 WIB
Tak Tahu Diuntung, 4 Fakta Pendaki Malaysia Ogah Akui Diselamatkan Sherpa Everest dari Zona Kematian
Sherpa Everest selamatkan pendaki Malaysia dari Zona Kematian. (Tangkapan layar)

Suara.com - Pendaki asal Malaysia tengah menjadi sorotan internasional karena tidak mau mengakui dirinya telah diselamatkan Sherpa Everest saat mendaki di Gunung Everest. Aksi tak tahu diuntung itu membuatnya dirujak warganet.

Sebelumnya, pendaki Malaysia bernama Ravichandran ditemukan nyaris tewas saat mendaki Gunung Everest. Peristiwa itu terjadi saat dirinya berada di Zona Kematian Gunung Everest.

Beruntung, seorang Sherpa bernama Gelje mau bersusah payah mengevakuasi pendaki Malaysia yang akrab disapa Ravi. Sherpa Everest itu awalnya membungkus tubuh Ravi dengan selimut dan mengikatnya dengan tali.

Setelah itu, Sherpa Everest itu menggendong Ravi di punggung dengan membawa tabung oksigen, sambil menuruni Gunung Everest dengan medan berbahaya selama 6 jam.

Momen meneggangkan evakuasi itu sendiri berhasil diabadikan dengan lewat videio hingga menjadi viral. Nyawa Ravi pun berhasil diselamatkan dengan helikopter begitu Sherpa membawanya sampai ke camp terdekat.

Namun, Ravi justru membuat geram masyarakat dunia setelah menolak mengakui nyawanya diselamatkan oleh Sherpa Everest. Berikut ini fakta-fakta seputar aksi pendaki Malaysia yang tak mengakui pengorbanan Sherpa tersebut.

Blokir akun Instagram Gelje Sherpa

Ravi tega memblokir akun Instagram Gelje Sherpa. Hal itu dilakukan setelah dirinya didesak warganet untuk meminta maaf kepada sang Sherpa yang telah menyelamatkan nyawanya dalam situasi membahayakan.

Dengan tegas, Ravi justru ngotot mengatakan Gelje Sherpa bukan sosok yang menyelamatkannya dari Gunung Everest. Ia justru menyebut rekannya dari tim The 14th Peaks Expeditio Co dan Global Rescue yang masih membuatnya hidup.

baca juga

Batasi akun

Aksi Ravi yang dinilai tak tahu diuntung itu membuat warganet murka. Akun Instagramnya pun langsung digeruduk warganet, di mana mereka banyak yang menghujat sikap pendaki Malaysia tersebut.

Diserang bertubi-tubi oleh warganet, Ravi memutuskan untuk membatasi akun Instagramnya. Ia juga mengedit keterangan dalam unggahan Instagramnya, dan akhirnya mengakui bahwa Gelje Sherpa merupakan sosok yang membantunya hingga selamat.

Sherpa batalkan misi demi selamatkan Ravi

Dari keterangan yang beredar di sosial media, Gelje Sherpa saat itu mendaki Gunung Everest untuk memandu kliennya yang berasal dari China. Namun, misinya sebagai pemandu akhirnya dihentikan di Zona Kematian.

Hal tersebut dilakukan Sherpa Everest itu karena melihat kondisi Ravi yang nyaris tewas di zona kematian. Ia akhirnya memutuskan untuk melakukan evakuasi terhadap Ravi. 

Kronologi penyelamatan Ravi

Kronologi penyelamatan terjadi pada 18 Mei 2023. Kala itu, Gelje Sherpa tengah memandu kliennya yang berasal dari China untuk mendaki ke puncak Everest.

Namun dalam perjalanan, Gelje Sherpa melihat pendaki asal Malaysia itu dalam kondisi mengkhawatirkan. Ravi terlihat kritis dan menggigil kedinginan karena suhu di Zona Kematian bisa turun sampai minus 30 derajat.

Gelje Sherpa menceritakan dirinya pun tergugah untuk menyelamatkan nyawa pendaki Malaysia itu. Kendati demikian, ia mengerti sulitnya proses evakuasi karena tidak bisa membawa Ravi dengan tandu, melainkan memikulnya sendiri.

Akhirnya, Sherpa itu menggendong Ravi di punggungnya dan membawanya turun dari Gunung Everest sejauh 600 meter atau 1.900 kaki dari area Balcony ke South Col, selama kurang lebih 6 jam.

South Col adalah sebuah lembah yang terletak di antara puncak Gunung Everest dan Lho Pass, tepatnya di perbatasan Nepal dan Tibet. Lembah itu merupakan kamp tertinggi yang biasa menjadi tempat istirahat oleh para pendaki puncak Gunung Everest.

Berdasarkan pengakuan Gelje, setelah lama berjuang untuk menyelamatkan Ravi seorang diri, ia akhirnya bertemu dengan pemandu lain di South Col, yaitu Nima Tashi Sherpa. Mereka kemudian bergabung dalam misi penyelamatan tersebut.

Akhirnya setelah sampai South Col, ada helikopter yang kebetulan melintas dengan membawa tali panjang untuk mengikat pendaki Malaysia yang kritis tersebut dari kamp III ke kamp dasar.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Sherpa Everest yang Jadi Trending di Twitter?

Siapa Sherpa Everest yang Jadi Trending di Twitter?

Indotnesia | Selasa, 06 Juni 2023 | 11:39 WIB

Trending di Twitter, Inilah Sherpa dan Pekerjaannya

Trending di Twitter, Inilah Sherpa dan Pekerjaannya

Indotnesia | Selasa, 06 Juni 2023 | 11:35 WIB

Tak Balas Budi! Pendaki Malaysia Dikecam karena Tak Akui Diselamatkan oleh Sherpa Saat Hampir Meninggal di Puncak Everest

Tak Balas Budi! Pendaki Malaysia Dikecam karena Tak Akui Diselamatkan oleh Sherpa Saat Hampir Meninggal di Puncak Everest

Depok | Selasa, 06 Juni 2023 | 10:41 WIB

Viral Gunung Everest Dijuluki Tempah Sampah Tertinggi di Dunia, Suku Sherpa Kesal Pendaki Suka Nyampah?

Viral Gunung Everest Dijuluki Tempah Sampah Tertinggi di Dunia, Suku Sherpa Kesal Pendaki Suka Nyampah?

Lifestyle | Jum'at, 02 Juni 2023 | 14:04 WIB

Peringatan Hari Everest, Berikut 3 Fakta Unik dari Gunung Satu Ini

Peringatan Hari Everest, Berikut 3 Fakta Unik dari Gunung Satu Ini

Your Say | Senin, 29 Mei 2023 | 10:17 WIB

Hari Budha Magar: Pendaki Tanpa Kedua Kaki Capai Puncak Gunung Everest

Hari Budha Magar: Pendaki Tanpa Kedua Kaki Capai Puncak Gunung Everest

Video | Senin, 29 Mei 2023 | 09:00 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×