Jubir Anies Baswedan Angkat Bicara: Renovasi JIS Bagian Rencana Politisasi, Niatnya Bikin Drama

Ria Rizki Nirmala Sari, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 05 Juli 2023 | 12:20 WIB
Jubir Anies Baswedan Angkat Bicara: Renovasi JIS Bagian Rencana Politisasi, Niatnya Bikin Drama
Politisi PSI Surya Tjandra. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Juru bicara Anies Baswedan, Surya Tjandra menilai inspeksi yang dilakukan pemerintah ke Jakarta International Stadium (JIS) sangat berlebihan.

Anggapan berlebihan itu seiring inspeksi yang menurut Surya hanya difokuskan ke rencana perbaikan rumput stadion. Padahal menurut dia rumout JIS serupa dengan rumput yang digunakna di banyak stadion internasional.

Ia memandang rencana pemerintah melalui Kementerian PUPR untuk renovasi rumput JIS yang memakan biaya hingga Rp 6 miliar dianggap berlebihan. Ia menganggap rencana renovasi JIS tersebut sebagai bagian dari rencana politisasi dibanding untuk pelaksanaan tuan rumah Piala Dunia U17.

“Bahkan tiba-tiba ada yang jadi ahli rumput hanya untuk menunjukkan kekurangan JIS. Jelas ini hanya ditujukan untuk politisasi capres Anies Baswedan” tulis Surya dalam keterangan dikutip Rabu (5/7/2023).

Dalam keterangannya, Surya turut menyoroti sikap dua menteri di pemerintah yang langsung mengundang kontraktor rumput untuk memeriksa rumput JIS. Padahal, kata Surya, seharusnya yang bisa menilai rumput JIS layak atau tidak adalah FIFA.

Ia mengatakan menjadi tidak etis ketika pihak yang memiliki kepentingan bisnis justru diminta untuk memberikan evaluasi.

“Yang jelas punya kepentingan bisnis. Jadi apa hasil evaluasinya bisa dipercaya? Secara metode kok bisa rumput yang di-sampling, justru yang di luar garis batas pertandingan?” kata Surya.

Ia merasa ada keanehan ketika proses evaluasi dan yang belum selesai, tetapi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah mebawa kontraktor dalam inspeksi JIS.

"Lebih parah lagi, baru sekali berkunjung tiba-tiba sudah keluar nilai proyek Rp 6 milyar. Ini mau perbaiki JIS atau mau cari proyek rumput?” kata Surya.

baca juga

Berdasarkan informasi dan kabar yang diterima, Surya menyampaikan PT Jakarta Propertindo (JakPro) tidak diikutsertakan dalam inspeksi JIS. Kunjungan ke JIS justru diambil alih pemerintah pusat yang langsung menggandeng PT Karya Rama Prima.

“Jadi niatnya seperti memang mau bikin drama, bukan survei teknis. Sementara PT KRP kan kebanyakan bikin lapangan golf, lihat saja semua proyeknya lapangan golf. Satu lapangan bola terkenal cuma Gelora Bung Karno, jadi saya bingung kenapa dia bisa dapat GBK ya?” kata Surya.

Rumput hybrid di lapangan Jakarta International Stadium (JIS). [ANTARA/Fauzi Lamboka]
Rumput hybrid di lapangan Jakarta International Stadium (JIS). [ANTARA/Fauzi Lamboka]

Surya menjelaskan pembangunan JIS sepenuhnya dilakukan tenaga kerja anak bangsa dengan dibantu konsultan Buro Happold yang juga membangun Tottenham Hotspurs Stadium, di Inggris. Karena itu desain JIS tentu mengikuti standar dan FIFA Stadium Guideline yang juga digunakan di Tottenham Hotspurs Stadium.

Mengenai fasilitas parkir yang menjadi catatan JIS, Surya menegaskan bahwa FIFA stadium guideline tidak menyebut batas minimal parkir yang harus disediakan. Arahan umumnya adalah penggunaan transportasi publik dan modal split.

“JIS sendiri saat ini memiliki 1.200 parkir yang diprioritaskan untuk tim, penonton dengan disabilitas, VVIP dan undangan khusus. JIS juga didukung kantong parkir yang berada di area sekitar, seperti RS Sulianto Saroso, Kemayoran dan Ancol,” kata Surya.

Menurut Surya pemerintah perlu segera berhenti melakukan politisasi terhadap JIS. Ia menegaskan sikap politisasi JIS tidak hanya bertentangan dengan akal sehat, tetapi juga potensi penghamburan keuangan negara.

"Jangan sampai hanya karena syahwat kekuasaan yang berlebihan, kita merusak demokrasi dan terutama mendiskreditkan karya anak bangsa sendiri," tulis Surya.

Pemerintah Pusat Sorot JIS

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyoroti soal akses Jakarta International Stadium (JIS) yang masih minim. Hingga saat ini, jalur untuk masuk stadion warisan eks Gubernur Anies Baswedan itu baru dibuka satu, yakni ramp timur.

Hal ini diketahui setelah Basuki melakuian inspeksi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, bersama Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Jasamarga, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) ke JIS, Selasa (4/7/2023).

Basuki mengatakan, sebenarnya PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola JIS sudah pernah melakukan simulasi 82 ribu penonton keluar stadion. Hasilnya, dalam waktu 15 menit stadion sudah bisa dikosongkan.

"Jadi 15 menit, sesuai dengan kalau GBK (Gelora Bung Karno) standar FIFA dulu, itu harus kosong dengan selamat. Simulasinya menurut beliau sudah oke, nanti kita akan lihat simulasinya lagi," ujar Basuki di lokasi.

Peninjauan langsung JIS oleh Erick Thohir dan Rombongan (Instagram/@erickthohir)
Peninjauan langsung JIS oleh Erick Thohir dan Rombongan (Instagram/@erickthohir)

Namun, ia menilai akses yang hanya satu pintu ini belum memadai dan cenderung membahayakan. Karena itu, ia berencana menambah lagi lima jalur keluar-masuk.

"Menurut saya, ini bahaya ya. Securitynya, apalagi di lingkungan penduduk. Jadi akan ditambah lima akses lagi," katanya.

Lalu, ada juga rencana penambahan akses jalan di sekitaran JIS berupa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) agar nantinya mempermudah pengunjung keluar dan masuk area JIS.

"Karena kemarin pengalaman Jakmania, banyak yang parkir di Ancol dan kalau mau ke sini harus mutar. Jadi akan kita bangunkan jembatan supaya lebih cepat," jelasnya.

Basuki juga menyebut adanya percepatan pembuatan stasiun sementara agar Kereta Rel Listrik (KRL) bisa langsung berhenti dekat JIS.

Ada juga rencana pembongkaran minor di bagian basement untuk memperlebar jalur masuk bus pemain.

"Semua keroyokan kalau nanti diperiksa FIFA, bisa InsyaAllah memenuhi syarat untuk bisa dipakai. Sayang kalau stadion sudah begini, enggak memenuhi syarat. Sayang disayangkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Polemik JIS, Simak 5 Stadion Sepak Bola Termegah di Dunia Berikut Ini!

Ramai Polemik JIS, Simak 5 Stadion Sepak Bola Termegah di Dunia Berikut Ini!

Bandung | Rabu, 05 Juli 2023 | 12:00 WIB

PSSI akan Perbaiki Kualitas Rumput di JIS, Warganet Malah Fokus ke Politik

PSSI akan Perbaiki Kualitas Rumput di JIS, Warganet Malah Fokus ke Politik

Your Say | Rabu, 05 Juli 2023 | 11:58 WIB

Duet Anies-Airlangga Jadi Favorit Warganet, Ungguli Ganjar-Sandiaga dan Prabowo-Erick

Duet Anies-Airlangga Jadi Favorit Warganet, Ungguli Ganjar-Sandiaga dan Prabowo-Erick

Liberte | Rabu, 05 Juli 2023 | 11:52 WIB

Mengenal Rumput Hybrid JIS: Setara Allianz Arena, Kok Tak Sesuai Standar FIFA?

Mengenal Rumput Hybrid JIS: Setara Allianz Arena, Kok Tak Sesuai Standar FIFA?

News | Rabu, 05 Juli 2023 | 11:50 WIB

CEK FAKTA: Partai Pengusungnya Angkat Kaki, Anies Baswedan Gagal Nyapres

CEK FAKTA: Partai Pengusungnya Angkat Kaki, Anies Baswedan Gagal Nyapres

Liberte | Rabu, 05 Juli 2023 | 11:45 WIB

Terkini

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:20 WIB

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:16 WIB

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:08 WIB

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:18 WIB

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:28 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:32 WIB

×