5 Jenis Bullying Pada Dokter Residen Dibongkar Menkes: Disuruh Laundry sampai Antar Anak

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 21 Juli 2023 | 12:35 WIB
5 Jenis Bullying Pada Dokter Residen Dibongkar Menkes: Disuruh Laundry sampai Antar Anak
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Fajar/Suara.com)

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap jenis-jenis perundungan atau bullying di lingkungan program pendidikan dokter spesialis (PPDS) atau dokter residen.

Budi menyatakan akan menghukum pelaku yang melakukan bullying tersebut. Sementara itu sanksi disesuaikan dengan jenis tindakan bullying yang dilakukan. 

Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai bullying di lingkungan kedokteran yang sudah mengakar kuat selama puluhan tahun. Simak beberapa jenis bullying dokter residen yang dibongkar Menkes Budi Gunadi Sadikin berikut ini.

1. Disuruh-suruh Bak Asisten Pribadi

Menkes Budi Gunadi menyebut ada dokter atau junior yang dijadikan seperti asisten pribadi atau pembantu. Hal ini tentu saja termasuk dalam aksi bullying. 

"Yang saya dengar adalah peserta didik ini digunakan sebagai asisten, sebagai pembantu pribadi. Laundry, nganterin anak, ngurusin parkir," ungkap Menkes Budi saat memberikan keterangan pers terkait 'Peraturan Bullying dalam UU Kesehatan' di Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Jakarta pada Kamis (20/7/2023).

"Kalau ada acara misalnya kurang sendok plastik, dia (junior dokter) mesti cariin sendok plastik karena kita (senior dokter) ada makan," sambungnya.

2. Caci Maki

Menkes Budi Gunadi menilai aksi bullying terhadap dokter residen lebih banyak bersifat suruhan pribadi. Jika si junior enggan atau lama membalas suruhan, ada yang sampai dicaci maki.

baca juga

"Dia (bullying dokter) suruhan yang sifatnya pribadi. Kalau saya lihat isinya ada yang disuruh ambil segala macam (barang), ada yang dia dicaci maki, kamu kok nggak bisa?" ujar Budi.

3. Tulis Jurnal Penelitian

Aksi bullying lainnya yang disebutkan oleh Menkes Budi adalah ketika junior dokter diminta menulis jurnal penelitian oleh seniornya. Fenomena ini sangat disayangkan karena dokter yang seharusnya belajar malah mengalami bullying.

"Kalau misalnya melanggar melanggar etik penelitian, juniornya juga disuruh (perbaikin jurnal). Akibatnya, kasihan juniornya, dia harusnya belajar bener-bener untuk memperdalam spesialisasi yang diinginkan, kemudian disuruh tugas-tugas dari senior yang tidak ada hubungan dengan spesialisasi dia," ucap Menkes Budi.

4. Ngumpulin Uang Jutaan Rupiah

Aksi bullying selanjutnya berkaitan dengan uang. Disebutkan cukup banyak dokter junior yang diminta mengumpulkan uang sampai jutaan rupiah untuk seniornya.

"Macam-macam (uangnya), bisa buat nyiapin rumah untuk kumpul-kumpul senior, kontraknya setahun Rp50 juta dibagi rata dengan juniornya," ungkap Menkes Budi.

"Kan praktik sampai malam dan sama rumah sakit dikasih makan malam, tapi makan malamnya nggak enak. Seniornya bilang, kita maunya makannya makanan Jepang. Jadi setiap malam mesti makan makanan Jepang," sambungnya.

5. Sewa Lapangan dan Sepatu

Tindakan bullying lainnya ada senior dokter yang seminggu sekali hendak pertandingan bola. Dokter juniornya disuruh sewakan lapangan bola dan sepatu-sepatu.

"Ya juniornya mesti mengeluarkan uang begitu," ujar Budi Gunadi.

Aksi bullying itu menurut Menkes Budi tidak pernah berani disampaikan oleh para junior dokter. Akibatnya begitu sang junior dokter menjadi senior, maka dia akan melakukan hal yang sama.

"Kita berniat ingin putuskan praktik bullying yang sudah berjalan berpuluh-puluh kali. Kita harus membangun lingkungan pendidikan yang aman nyaman dan kondusif untuk pelatihan pendidikan dokter spesialis," pungkas Budi.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Situs Laporan Bullying Dokter, Apakah Identitas Korban Bakal Terlindungi?

Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Situs Laporan Bullying Dokter, Apakah Identitas Korban Bakal Terlindungi?

Health | Kamis, 20 Juli 2023 | 18:45 WIB

Dokter RS Mayapada di Sidang Mario Dandy: Sampai David Ozora Dipanggil Tuhan, Dia Tetap Pasien Saya

Dokter RS Mayapada di Sidang Mario Dandy: Sampai David Ozora Dipanggil Tuhan, Dia Tetap Pasien Saya

News | Kamis, 20 Juli 2023 | 17:01 WIB

Emosi David Ozora Meledak-ledak usai Dianiaya Mario Dandy, Pengacara Pernah Didamprat: Diam Lu Bacot!

Emosi David Ozora Meledak-ledak usai Dianiaya Mario Dandy, Pengacara Pernah Didamprat: Diam Lu Bacot!

News | Kamis, 20 Juli 2023 | 15:54 WIB

Trauma dengan Atok yang Selingkuh dan KDRT, Ini Saran dr. Richard untuk Meylisa Zaara

Trauma dengan Atok yang Selingkuh dan KDRT, Ini Saran dr. Richard untuk Meylisa Zaara

Your Say | Kamis, 20 Juli 2023 | 15:19 WIB

Lucinta Luna Pilih Putus gara-gara Kapok 12 Ronde Sehari, Begini Cara Atasi Hiperseks Menurut Dokter Boyke

Lucinta Luna Pilih Putus gara-gara Kapok 12 Ronde Sehari, Begini Cara Atasi Hiperseks Menurut Dokter Boyke

Lifestyle | Kamis, 20 Juli 2023 | 13:44 WIB

Terkini

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

×