MUI Harap PPP Terus Berkiprah di Parlemen Mewakili Aspirasi Umat Islam

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 04 Maret 2024 | 09:08 WIB
MUI Harap PPP Terus Berkiprah di Parlemen Mewakili Aspirasi Umat Islam
Partai Persatuan Pembangunan (PPP). [Dok. ppp.or.id]

Suara.com - Wasekjen Pengurus Pusat MUI Bidang Da’wah dan Ukhuwah, KH. Arif Fakhruddin, mengatakan PPP yang mewakili aspirasi umat Islam harus tetap berkiprah dan mengabdi untuk umat dan bangsa.

Hal itu disampaikannya merespons atas raihan PPP saat ini sudah melampaui ambang batas parlemen 4 persen, sehingga bisa kembali menduduki Senayan.

Ia mengatakan PPP adalah partai Islam pertama hasil fusi parpol Islam era Orba. Maka PPP bisa dilihat sebagai simbol partai persatuan umat Islam.

"PPP adalah partai Islam yang juga didirikan oleh ulama kharismatik NU dan tokoh Umat Islam. Oleh karenanya PPP juga partai santri dan partai kyai," kata KH Arif dalam keterangannya, Senin (4/2/2024).

KH Arif mengungkapkan, PPP bisa diibaratkan sebagai partai Islam yang secara aspirasi politik berwatak wasathiyah, yaitu akomodatif terhadap semua unsur Ormas Islam.

"Kami berharap PPP bisa meneruskan pengabdiannya di parlemen untuk mewakili aspirasi umat Islam Indonesia," ujarnya.

Wasekjen MUI ini juga menyampaikan selamat atas raihan PPP yang berhasil mempertahan kursi di DPR.

"Mudah-mudahan PPP sebagai partai umat Islam dan Warisan Para Ulama terus bisa memperjuangkan politik amar ma'ruf nahi munkar dan istiqamah menjadi penyambung aspirasi umat," jelas dia.

Pihaknya terus mendukung langkah kebijakan PPP untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas umat Islam, khususmya melalui peningkatan pendidikan keagamaan diniyah madrasah dan pesantren.

baca juga

"Kami berharap PPP di masa depan terus solid dan menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathomiyah dan basyariah dalam menjaga keutuhan NKRI," katanya menambahkan.

MUI Meminta agar penyelenggara Pemilu untuk berintegritas menjalankan mekanisme pemilu dengan semua tahapannya secara imparsial, profesional, jurdil, dan luber.

Selain itu pihaknya mengimbau umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan usai kompetisi pemilu selesai.

"Para pemimpin yang terpilih diberi amanah baik presiden dan DPR juga bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya demi Indonesia makmur baldatun thoyibatu warobbun ghofur," pungkasnya.

PPP kembali berpeluang masuk ke parlemen kembali. Berdasarkan data termutakhir perhitungan Sirekap atau real count KPU, progres pukul 01.00, 3 Maret 2024, perolehan suara PPP mencapai 4,01 persen (3.080.314). Suara PPP naik terus dan melampaui ambang batas parlemen 4,01 %.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suara PSI Mendekati 4 Persen Bikin PPP Panik, Miftah Sabri: Ini Bahaya Banget Bro

Suara PSI Mendekati 4 Persen Bikin PPP Panik, Miftah Sabri: Ini Bahaya Banget Bro

Kotak Suara | Senin, 04 Maret 2024 | 08:53 WIB

Puji Peran Sandiaga Mendongkrak Suara PPP, Miftah Sabri sampai Bawa-bawa Gerindra

Puji Peran Sandiaga Mendongkrak Suara PPP, Miftah Sabri sampai Bawa-bawa Gerindra

News | Senin, 04 Maret 2024 | 08:18 WIB

Suara PSI Melonjak Tak Wajar, Romahurmuziy: Apakah Ini Operasi Sayang Anak Lagi?

Suara PSI Melonjak Tak Wajar, Romahurmuziy: Apakah Ini Operasi Sayang Anak Lagi?

News | Minggu, 03 Maret 2024 | 22:38 WIB

Romy PPP Ungkap Dugaan Penggelembungan Suara Bukan di TPS

Romy PPP Ungkap Dugaan Penggelembungan Suara Bukan di TPS

Kotak Suara | Minggu, 03 Maret 2024 | 20:31 WIB

Terkini

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

×