Mengenal Kisah Asnawir, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalimantan Utara yang Dapat Julukan Duta PMM

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Rabu, 06 Maret 2024 | 08:00 WIB
Mengenal Kisah Asnawir, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalimantan Utara yang Dapat Julukan Duta PMM
Asnawir, Kepala Sekolah sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalimantan Utara. (Dok: Kemendikbud)

Suara.com - Pandemi Covid yang terjadi di tahun 2019 membuat adanya penurunan jumlah siswa yang mendaftar di sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalimantan Utara.

Kondisi tersebut membuat Asnawir, Kepala Sekolah sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalimantan Utara berpikir keras dan mencoba mencari cara untuk meningkatkan kembali minat anak-anak untuk mendaftar ke sekolahnya hingga akhirnya dia menemukan Platform Merdeka Mengajar (PMM).

PMM sendiri diluncurkan pemerintah pada awal 2022 lalu dan diharapkan menjadi pendukung dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Walaupun pada awalnya sempat kebingungan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, Asnawir tetap berani menerapkan beberapa materi-materi di PPM untuk dilakukan di sekolahnya.

“Ternyata di Platform Merdeka Mengajar ada fasilitas seperti video pembelajaran, pelatihan mandiri. Lalu adanya hal seperti fungsi perangkat, asesmen, video bukti karya dan seterusnya. Dari semua itu akhirnya kami mendapatkan banyak inspirasi untuk menerapkan Kurikulum Merdeka,” ujarnya.

“Saat itu teman-teman di sekolah lain belum menggunakan PMM. Kami percaya orang akan tetap memilih sekolah swasta kalau itu berkualitas. Nah, dengan adanya PMM ini, kami mencoba untuk belajar bersama. Luar biasa, dari perkembangan PMM jumlah siswa kami sudah surplus, bahkan sudah indent. Jadi kami merasa bahwa terbantu dengan PMM ini,” lanjutnya.

Asnawir sangat menyadari pastinya tidak mudah dan membutuhkan kesabaran untuk mengimplementasi Kurikulum Merdeka, ditambah melihat kondisi lapangan yang sangat berbeda pada setiap daerahnya di Indonesia. 

Atas semangat dan kerja keras Asnawir, kini SMP Muhammadiyah 2 mendapatkan status “Mandiri Berbagi” dari Kemendikbudristek RI. Asnawir pun berinisiatif ingin mengajak sekolah lain di Kalimantan Utara agar mendapatkan dampak baik dan manfaat dari aplikasi tersebut.

Terhitung semenjak Oktober 2022 hingga Oktober 2023, Asnawir sudah mengunjungi kurang lebih 490 sekolah dan jumlah sekolah tersebut akan terus bertambah karena banyak sekolah lain yang menginginkan kedatangannya dan memberikan bimbingan kepada guru – guru guna memaksimalkan PMM.

baca juga

 “Pak, kami nggak tahu loh, Pak, apa manfaatnya PMM kalau bapak nggak masuk begini. Awalnya kami belum tahu manfaat PMM, tapi ternyata di PMM itu lengkap banget ya untuk Implementasi Kurikulum Merdeka,” ujar Asnawir menirukan kembali komentar seorang guru dari sebuah sekolah yang ia kunjungi.

Asnawir juga menekankan kepada para guru mengenai pentingnya Komunitas Belajar di mana Kemendikbudristek sangat mendorong adanya komunitas bagi para guru guna saling berbagi dan berkembang bersama dalam melakukan Implementasi Kurikulum Merdeka.

“Kami buat mereka berkelompok dan kami ajari pola berkolaborasi di mana mereka kami suruh mendengarkan video-video itu sampai tuntas. Kalau sudah ditonton sampai selesai, mereka pun dapat berbagi pemahaman,” ungkap Asnawir.

Menurutnya, karakteristik dan kondisi sekolah sangat berbeda, tetapi dengan adanya video PMM ini tentunya membuat mereka menyadari ada konten penting yang dapat mereka pahami. “Lalu, mereka pun dapat mencoba mengkontekstualisasikan ke dalam kondisi lingkup sekolah mereka masing-masing dan mereka ternyata bisa begitu,” lanjutnya.

Setelah mengunjungi ratusan sekolah, bahkan hingga dijuluki sebagai “Duta PMM”, Asnawir meyakini bahwa dampak baik PMM hanya bisa dirasakan kalau kita punya keinginan untuk mendapatkan dan mempraktikkan ilmu baru. Bukan sekadar mencari centang hijau. “Lakukan dengan sabar,” tutupnya.

Perlu diketahui, Aplikasi PMM sendiri sudah di unduh oleh lebih dari 3,5 juta guru dan sudah banyak sekali guru di penjuru Indonesia yang mengakui dengan ada PMM dapat membantu dalam memperbaiki kualitas dalam pembelajaran. Tapi tidak memungkinkan juga bahwa ada beberapa pihak yang merasa aplikasi ini menimbulkan tantangan yang berbeda bagi para guru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Calon Kuat Gantikan Iriana Jadi Ibu Negara, Pendidikan Titiek Soeharto Lebih Tinggi Ketimbang Istri Jokowi

Calon Kuat Gantikan Iriana Jadi Ibu Negara, Pendidikan Titiek Soeharto Lebih Tinggi Ketimbang Istri Jokowi

Lifestyle | Selasa, 05 Maret 2024 | 14:28 WIB

Dukung Terciptanya Inovator Muda, STEAM Expo 2024 Kembali Digelar

Dukung Terciptanya Inovator Muda, STEAM Expo 2024 Kembali Digelar

News | Senin, 04 Maret 2024 | 10:40 WIB

Cara Uninstall Aplikasi di Macbook, Bebaskan Ruang Penyimpanan

Cara Uninstall Aplikasi di Macbook, Bebaskan Ruang Penyimpanan

Tekno | Selasa, 05 Maret 2024 | 10:28 WIB

5 Cara Ampuh Kompres Video di iPhone dengan Mudah dan Praktis

5 Cara Ampuh Kompres Video di iPhone dengan Mudah dan Praktis

Tekno | Selasa, 05 Maret 2024 | 10:13 WIB

Ramai Aplikasi Wise Diblokir dan Uang Pengguna Dibekukan, Ini Penjelasannya

Ramai Aplikasi Wise Diblokir dan Uang Pengguna Dibekukan, Ini Penjelasannya

Bisnis | Senin, 04 Maret 2024 | 16:44 WIB

Lowongan Calon Staf OJK Ditutup 2 Hari Lagi, Simak Persyaratannya dan Daftar!

Lowongan Calon Staf OJK Ditutup 2 Hari Lagi, Simak Persyaratannya dan Daftar!

Bisnis | Senin, 04 Maret 2024 | 11:37 WIB

Terkini

Plastik Terurai Jadi Partikel Makin Kecil: Mengapa Nanoplastik Kini Menjadi Perhatian Ilmuwan?

Plastik Terurai Jadi Partikel Makin Kecil: Mengapa Nanoplastik Kini Menjadi Perhatian Ilmuwan?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:34 WIB

Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus

Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:30 WIB

'Saling Membersamai', Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Usai Praperadilannya Ditunda

'Saling Membersamai', Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Usai Praperadilannya Ditunda

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:21 WIB

Janji! Amerika Tidak Serang Iran Lagi

Janji! Amerika Tidak Serang Iran Lagi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:18 WIB

Skandal Izin Hutan Kuansing, Pukat UGM Minta KPK Telusuri Dugaan Suap hingga Kementerian

Skandal Izin Hutan Kuansing, Pukat UGM Minta KPK Telusuri Dugaan Suap hingga Kementerian

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:02 WIB

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:27 WIB

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:11 WIB

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:48 WIB

×