PM Australia Gelar Pertemuan, Aksi Penikaman di Gereja Ortodoks Picu Kericuhan

Chandra Iswinarno

Selasa, 16 April 2024 | 10:39 WIB
PM Australia Gelar Pertemuan, Aksi Penikaman di Gereja Ortodoks Picu Kericuhan
Warga Sydney berkumpul di sekitar Gereja Ortodoks Assyrian Orthodox Church Christ The Good Shepherd Church di Wakeley, Sydney, New South Wales (NSW). [ABC News]

Suara.com - Penikaman terhadap Uskup MA Mari Emmanuel yang terjadi dalam kebaktian massal di Gereja Ortodoks Assyrian Orthodox Church Christ The Good Shepherd Church di Wakeley, Sydney, New South Wales (NSW) mendapat perhatian serius Pemerintah Australia.

Perdana Menteri Anthony Albanese bahkan meresponsnya dengan menggelar pertemuan subkomite keamanan nasional setelah dugaan aksi teroris itu terjadi di barat daya Sydney pada Senin (15/4/2024) malam.

"Seorang pria berusia 53 tahun menjalani operasi dan seorang pria berusia 39 tahun juga mengalami luka dan cedera bahu saat mencoba melakukan intervensi," kata Polisi NSW seperti dikutip ABC.

Selain itu, remaja berusia 16 tahun diamankan di tempat kejadian oleh polisi setelah ditahan jemaat gereja. Saat ini, remaja tersebut dirawat di rumah sakit karena cedera jari.

Sementara itu, Komisaris Polisi NSW Karen Webb menyatakan penikaman tersebut sebagai 'insiden teroris' pada Selasa pagi.

"Ini adalah investigasi kriminal yang besar dan serius, sangat penting bagi Kepolisian NSW untuk dapat mencurahkan sumber daya dan intelijen mereka serta petugas untuk menyelidiki kejahatan ini," kata Perdana Menteri Negara Bagian NSW, Chris Minns.

Albanese, Wakil Perdana Menteri Richard Marles, Menteri Luar Negeri Penny Wong dan anggota kabinet senior lainnya, bersama para pemimpin ADF dan ASIO, bertemu di Canberra pada hari Selasa.

Aksi penikaman tersebut memicu gelombang massa yang menyebabkan dua polisi terluka. Komisaris Webb mengatakan aksi massa tersebut dipicu setelah penikaman tersebut.

"Ada polisi yang terluka dan dibawa ke rumah sakit dalam semalam, dan banyak sekali kendaraan polisi yang rusak… dan 10 kendaraan tidak dapat digunakan," kata Komisaris Webb.

baca juga

Polisi berusaha untuk membuat suasana kondusif, namun hal tersebut malah membuat massa berbalik melawan polisi.

"Polisi datangi lokasi insiden di Wakeley tadi malam untuk membantu masyarakat dalam menanggapi permintaan bantuan, dan massa berbalik melawan polisi."

Sementara itu, Paramedis Ambulans NSW mengatakan telah menangani 30 pasien di tengah kerumunan. Namun mereka dalam kondisi terancam hingga terpaksa mundur ke dalam gereja.

"Mereka bersembunyi di gereja itu selama 3,5 jam, enam paramedis kami tidak bisa meninggalkan fasilitas itu karena takut akan keselamatan mereka sendiri dan komunitas yang mereka layani," kata Komisaris Ambulans NSW Dominic Morgan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penikaman Jemaat Gereja di Sidney Dilakukan Saat Kebaktian Disiarkan Online

Penikaman Jemaat Gereja di Sidney Dilakukan Saat Kebaktian Disiarkan Online

News | Senin, 15 April 2024 | 21:25 WIB

Pelaku Pembunuhan Enam Orang di Mal Sydney Ditembak Mati Petugas, Polisi Pastikan Bukan Teroris

Pelaku Pembunuhan Enam Orang di Mal Sydney Ditembak Mati Petugas, Polisi Pastikan Bukan Teroris

News | Minggu, 14 April 2024 | 00:02 WIB

Usai Cakar-cakaran, Perempuan Tikam Penjaga Toko Pakai Samurai hingga Tewas di Tangerang

Usai Cakar-cakaran, Perempuan Tikam Penjaga Toko Pakai Samurai hingga Tewas di Tangerang

News | Rabu, 03 April 2024 | 16:41 WIB

Terkini

Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:15 WIB

Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK

Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:06 WIB

Pesawat Tabrak Menara di Beijing, Pemerintah China Sibuk Sensor Peristiwa Itu

Pesawat Tabrak Menara di Beijing, Pemerintah China Sibuk Sensor Peristiwa Itu

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:02 WIB

Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo

Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:50 WIB

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:40 WIB

Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan Ini!

Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan Ini!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:38 WIB

KPK Gagal Periksa Bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur Pilih ke Luar Negeri Saat Kasus Haji Diusut

KPK Gagal Periksa Bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur Pilih ke Luar Negeri Saat Kasus Haji Diusut

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:33 WIB

Hakim Beratkan Vonis Nadiem karena Sudah Kaya, Pakar: Standarnya Terlalu Subjektif

Hakim Beratkan Vonis Nadiem karena Sudah Kaya, Pakar: Standarnya Terlalu Subjektif

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:31 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemkab Tangerang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:23 WIB

Lubang Galian yang Merenggut Nyawa, Siapa Harus Bertanggung Jawab?

Lubang Galian yang Merenggut Nyawa, Siapa Harus Bertanggung Jawab?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:23 WIB

×