FBI Sebut Serangan ke Donald Trump Potensi Terorisme, Mantan Presiden Amerika Serikat Langsung Telepon Joe Biden

Andi Ahmad S

Senin, 15 Juli 2024 | 15:34 WIB
FBI Sebut Serangan ke Donald Trump Potensi Terorisme, Mantan Presiden Amerika Serikat Langsung Telepon Joe Biden
Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato di Gedung Putih. [Dok.Antara]

Suara.com - Insiden penembakan kepada mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump jadi sorotan dunia saat ini. Bahkan, FBI juga mengangap bahwa serangan tersebut merupakan potensi terorisme.

Dalam pemberitaan dikutip dari New York Post, pasca kandidat Presiden AS Donald Trump mendapat serangan penembakan dikabarkan langsung menelpon Presiden Joe Biden.

Diberitakan pada portal news itu menyampaikan, pasca upaya pembunuhan terhadap Donald Trump hubungan dengan Joe Biden dikabarkan sangat baik.

Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan New York Post pada Minggu (15/7) malam bahwa pembicaraan tersebut baik-baik saja dan menyarankan bahwa kampanye presiden di antara mereka bisa lebih beradab mulai sekarang.

Sebelumnya, pada Sabtu sore, tembakan dilepaskan selama kampanye Trump di Butler, Pennsylvania, membuat mantan presiden AS itu menderita luka di telinga kanan dan sempat dirawat di rumah sakit.

Kandidat Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump terlihat dengan wajah berlumuran darah dikelilingi oleh agen Secret Service dan dibawa turun dari panggung usai insiden penembakan pada acara kampanye di Butler Farm Show Inc. di Butler, Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024). [Rebecca DROKE/AFP]
Kandidat Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump terlihat dengan wajah berlumuran darah dikelilingi oleh agen Secret Service dan dibawa turun dari panggung usai insiden penembakan pada acara kampanye di Butler Farm Show Inc. di Butler, Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024). [Rebecca DROKE/AFP]

Gedung Putih mengatakan Biden berbicara dengan Trump setelah upaya tersebut.

Bahkan, FBI juga menganggap serangan itu sebagai upaya pembunuhan dan potensi terorisme dalam negeri.

Tersangka pria bersenjata diidentifikasi sebagai Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, dari Bethel Park, Pennsylvania. Kendati telah diidentifikasi, FBI belum memastikan alasan Crooks melepaskan tembakan.

Crooks ditembak mati oleh agen Secret Service setelah ia melepaskan tembakan dari tempat yang menurut agen tersebut merupakan posisi tinggi di luar lapangan Butler, Pennsylvania, tempat Trump berpidato di hadapan para pendukungnya menjelang pemilu presiden November mendatang.

baca juga

Pria bersenjata itu membunuh seorang penonton dan melukai dua orang lainnya di antara kerumunan sebelum Dinas Rahasia menembaknya.

Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro mengidentifikasi peserta kampanye yang meninggal sebagai Corey Comperatore, mantan kepala pemadam kebakaran.

Shapiro mengatakan Comperatore meninggal sebagai pahlawan, karena ia tewas ketika melindungi keluarganya dari tembakan. [Antara/Anadolu].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Incar Pasar Internasional, Subholding Pelindo Perluas Layanan Logistik ke Negara Ini

Incar Pasar Internasional, Subholding Pelindo Perluas Layanan Logistik ke Negara Ini

Bisnis | Senin, 15 Juli 2024 | 15:32 WIB

Interview Pertama Donald Trump usai Penembakan, Singgung Kebijakan Joe Biden

Interview Pertama Donald Trump usai Penembakan, Singgung Kebijakan Joe Biden

News | Senin, 15 Juli 2024 | 14:11 WIB

Mengerikan! Dari Lincoln Hingga Reagan, Ini Sederet Upaya Pembunuhan Presiden AS

Mengerikan! Dari Lincoln Hingga Reagan, Ini Sederet Upaya Pembunuhan Presiden AS

News | Senin, 15 Juli 2024 | 13:55 WIB

Terkini

10 Cara Mengencangkan Kulit Wajah yang Mulai Kendur dan Turun di Usia 40 Tahun

10 Cara Mengencangkan Kulit Wajah yang Mulai Kendur dan Turun di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:15 WIB

HP Lipat Honor Terbaru Dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Baterai 7.000 mAh

HP Lipat Honor Terbaru Dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Baterai 7.000 mAh

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Nabung Dulu, Harga Emas Antam Naik Terus Jadi Rp2.695.000/Gram

Nabung Dulu, Harga Emas Antam Naik Terus Jadi Rp2.695.000/Gram

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend

Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT

Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:02 WIB

4 Kulkas Mini Murah untuk Apartemen Studio dan Ruang Kerja Minimalis

4 Kulkas Mini Murah untuk Apartemen Studio dan Ruang Kerja Minimalis

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:01 WIB

1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT

1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Danantara Mulai Jual Rumah Milik BUMN yang Tak Laku pada 27 Agustus

Danantara Mulai Jual Rumah Milik BUMN yang Tak Laku pada 27 Agustus

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban

Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban

Sulsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:52 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!

Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:52 WIB

×