Pakar Ungkap Tantangan Geologi IKN: Air Tanah Jadi Masalah Serius

Galih Priatmojo, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 19 Juli 2024 | 17:22 WIB
Pakar Ungkap Tantangan Geologi IKN: Air Tanah Jadi Masalah Serius
Foto memperlihatkan bendera nasional Indonesia berkibar di atas kompleks Istana Kepresidenan di ibu kota Nusantara atau IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (11/7/2024). [Yasuyoshi CHIBA / AFP]

Suara.com - Greenpeace Indonesia menemukan fakta bahwa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memprioritaskan prasyarat sosial dan lingkungan dalam pembangunan IKN. Kondisi itu kemudian memperparah krisis air di Kaltim.

Terkait hal itu Pakar Mitigasi Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Eko Teguh Paripurno menilai IKN dilihat dari sisi kebencanaan sendiri terutama geologi memang memiliki sejumlah tantangan. 

"IKN kalau dari sisi kebencanaan bisa kita lihat terutama dari sisi geologi aja, geohazard, tanah dan batuan di sana kan endapan-endapan delta ya, endapan laut, lempung pasiran, dengan ada patahan sesar naik, setidaknya itu sudah menjadi masalah sendiri dari sisi konstruksi dan dari sisi air tanah," kata Eko saat dihubungi Suara Jogja, Jumat (19/7/2024). 

Kendati demikian, Eko bilang bukan berarti wilayah IKN sekarang tak bisa dibangun atau tidak ada air. Hanya saja memang angan-angan membangun IKN dengan mudah harus disingkirkan. 

"Bukan berarti enggak ada tapi ketersediaan air di sana bukan berarti mudah untuk menyediakan air baku, air minum, air bersih, ya kita butuh mengelola, air yang ada di sana dan sekitarnya untuk kebutuhan di kawasan tersebut," ujarnya.

Seharusnya pemerintah sudah mempertimbangkan dengan matang kondisi alam di wilayah IKN sebelum melakukan pembangunan. Mengingat keterbatasan air tanah hingga kondisi yang cenderung lempung pasir.

Diakui Eko, masalah air di IKN bukan persoalan mudah. Meskipun enggan menyebut krisis tapi ia mengakui tentang ketersediaan air memang perlu perencanaan dan upaya ekstra untuk mendapatkannya.

"Masalah air, kalau sebutannya, saya sebenarnya, belum pas kalau dibilang krisis, tapi ketersediaan air memang tidak mudah lah, maka bisa dipenuhi dengan mengelola air permukaan yang ada di sekitarnya untuk dibawa ke sana. Ini masalah air bukan masalah yang sederhana," ungkapnya.

Di sisi lain, dia melihat kehadiran IKN bisa dianggap sebagai solusi terkait persoalan air itu sendiri. Termasuk dengan berbagai teknologi yang hadir untuk menjawab kebutuhan air masyarakat di wilayah itu.

baca juga

"Kalau sekarang warga mendapatkan kesulitan justru menurut saya dengan adanya IKN teknologi bisa menjawab kebutuhan air dan warga mendapatkan kemudahan dari adanya IKN di situ tidak sebaliknya. Ini masalah bagi manajemen IKN, jangan sampai IKN itu menjadi tempat yang hubungannya saling asing dengan warga di sekitarnya," terangnya.

Eko menyampaikan yang diperlukan IKN tidak hanya sekadar dari mitigasi saja. Termasuk pula secara umum untuk melakukan pencegahan deforestasi dalam satu sistem daerah aliran sungai yang berhubungan dengan sungai-sungai di IKN.

"Itu menjadi penting dan termasuk kalau kebutuhan air itu diambil dari sungai lain yang lebih layak memproduksi air. Jadi pendekatan teknologi yang memang berbayar itu mau enggak mau sudah dilakukan, harus dilakukan di sana," tegasnya.

Ditambahkan Eko, masalah air di wilayah Kalimantan bukan hanya sekarang saja. Terutama terkait dengan sisi kualitas air yang sudah tidak terlalu menggembirakan sejak dulu.

Kualitas air di sana memang tidak seperti kualitas air di kawasan vulkanik misalnya di Sumatera, Jawa, Bali, dan Maluku. Sehingga ada program-program air bersih yang memang dilakukan di sana.

"Nah pilihan menaruh IKN di sana dengan segala infrastrukturnya itu tentunya sudah dipertimbangkan dengan sekian kemahalannya yang akan muncul. Kalau itu enggak jadi pertimbangan sangat disayangkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tegaskan Pembangunan IKN Tetap Lanjut, Pemerintah Bantah Anggapan Tak Prioritaskan Prasyarat Sosial dan Lingkungan

Tegaskan Pembangunan IKN Tetap Lanjut, Pemerintah Bantah Anggapan Tak Prioritaskan Prasyarat Sosial dan Lingkungan

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 17:04 WIB

IKN Terancam Gersang: Krisis Air dan Biaya Hidup Mahal Mengintai?

IKN Terancam Gersang: Krisis Air dan Biaya Hidup Mahal Mengintai?

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 17:04 WIB

Miris! Warga Sekitar IKN Berebut Air Bersih dengan Pekerja Proyek

Miris! Warga Sekitar IKN Berebut Air Bersih dengan Pekerja Proyek

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 13:51 WIB

Terkini

Sinopsis Thunder Chaser, Drama Kriminal Jin Han dan Qin Hai Lu di WeTV

Sinopsis Thunder Chaser, Drama Kriminal Jin Han dan Qin Hai Lu di WeTV

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Hantu Tidak Mau Pergi, Warga Rusun 609 Ajak Penonton di 22 Kota Nonton Duluan

Hantu Tidak Mau Pergi, Warga Rusun 609 Ajak Penonton di 22 Kota Nonton Duluan

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:09 WIB

BGN Ubah Sistem Insentif Dapur MBG, dari Rp6 Juta per Hari Menjadi Rp2.000 per Porsi

BGN Ubah Sistem Insentif Dapur MBG, dari Rp6 Juta per Hari Menjadi Rp2.000 per Porsi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Puan Maharani Ungkap Alasan Pemberhentian Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Puan Maharani Ungkap Alasan Pemberhentian Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:06 WIB

5 HP Kamera Terbaik Harga Rp3 Jutaan, Hasil Foto Jernih Layaknya Profesional

5 HP Kamera Terbaik Harga Rp3 Jutaan, Hasil Foto Jernih Layaknya Profesional

Tekno | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Butuh Menang Besar, Rizky Ridho Minta Timnas Indonesia Tetap Tenang Hadapi Bangladesh

Butuh Menang Besar, Rizky Ridho Minta Timnas Indonesia Tetap Tenang Hadapi Bangladesh

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Jangan Dibiarkan, Ini 7 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

Jangan Dibiarkan, Ini 7 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:01 WIB

2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim

2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim

Kaltim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Drakor New Recruit 5 Resmi Diproduksi Usai Musim ke-4 Raih Rating Tertinggi

Drakor New Recruit 5 Resmi Diproduksi Usai Musim ke-4 Raih Rating Tertinggi

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Nongkrong Cuma Ngopi tapi Bayar Ratusan Ribu? Waspada Jebakan Teman yang Doyan Gaslighting!

Nongkrong Cuma Ngopi tapi Bayar Ratusan Ribu? Waspada Jebakan Teman yang Doyan Gaslighting!

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:59 WIB

×