PCX Markets Berhasil Cegah 100 Juta Kilogram Limbah Plastik Cemari Alam

Yohanes Endra

Minggu, 08 September 2024 | 17:55 WIB
PCX Markets Berhasil Cegah 100 Juta Kilogram Limbah Plastik Cemari Alam
PCX Markets. [istimewa]

Suara.com - PCX Markets (“PCX”) telah berhasil mengalihkan lebih dari 100 juta kilogram limbah plastik dari lingkungan. Angka tersebut setara dengan 6,6 miliar botol plastik 15 gram, atau cukup untuk mengelilingi Bumi 25 kali. Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam memerangi polusi plastik dan memperkuat peran PCX dalam upaya global memerangi limbah plastik.

Sebagai salah satu pihak yang konsisten mendanai penanggulangan polusi plastik dan pembangunan infrastruktur pengelolaan limbah, PCX telah membantu meningkatkan pengalihan limbah plastik sebesar 34% sejak Januari. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan komitmen PCX untuk mengatasi satu dari sejumlah tantangan lingkungan yang paling mendesak di dunia, tapi juga menunjukkan kontribusinya secara global dan lokal, khususnya di Asia Tenggara.

Dalam krisis polusi plastik yang dihadapi dunia saat ini, negara-negara berkembang menanggung beban terberat. Di Indonesia, misalnya, sekitar 7,8 juta ton limbah plastik dihasilkan setiap tahun. 5 juta ton dari limbah tersebut tidak tertampung di tempat pembuangan sampah. Tempat pembuangan akhir pun tidak dikelola dengan baik, berdasarkan data dari Bank Dunia. Daerah pedesaan menyumbang dua pertiga dari limbah plastik yang tidak terkelola dengan baik di Indonesia, akibat terbatasnya program pengelolaan sampah dan kurangnya fasilitas daur ulang. Tanpa intervensi besar, polusi plastik diperkirakan akan meningkat 30% pada tahun 2025 dan lebih dari dua kali lipat pada tahun 2040.

PBB saat ini sedang merancang perjanjian global tentang plastik yang diharapkan selesai pada Desember 2024. Diperkirakan sekitar $1,64 triliun akan diperlukan untuk mengatasi polusi plastik pada tahun 2040. Sementara itu, National Plastic Action Partnership (NPAP) Indonesia memperkirakan bahwa negara ini membutuhkan sekitar $18 miliar investasi modal untuk mengurangi kontaminasi plastik ke laut sebesar 70% pada tahun 2025 dan untuk mencapai ekonomi sirkular untuk plastik pada tahun 2040.

Dalam laporan terbaru mengenai kredit plastik, Bank Dunia memperkirakan bahwa plastik kredit dapat mendatangkan pendanaan sebesar USD 30 juta per tahun. Pendanaan tersebut dapat didedikasikan untuk program intervensi polusi plastik dalam lima tahun ke depan.

“Kita berada di ambang perubahan besar. Usaha PBB dalam merumuskan perjanjian global untuk menuntaskan polusi plastik telah menciptakan kesadaran bersama di sektor publik dan swasta bahwa kita harus bertindak cepat untuk mengatasi krisis ini,” ujar Nanette Medved-Po, pendiri PCX Markets dan PCX Solutions. “Pengurangan adalah langkah pertama. Mekanisme berbasis pasar seperti kredit, yang memfasilitasi pembersihan limbah plastik dan mendorong sektor swasta untuk berinvestasi dalam infrastruktur limbah, adalah salah satu alat penting dalam perjuangan mengatasi polusi plastik.”

PCX Markets. [istimewa]
PCX Markets. [istimewa]

Solusi Inovatif melalui PCX Markets

PCX mengoperasikan pasar plastik kredit yang sepenuhnya transparan; memperkuat jaringan yang mengumpulkan, mengangkut, dan memproses limbah plastik dengan bertanggung jawab. Perusahaan-perusahaan lain dapat membeli kredit dari proyek-proyek yang mendanai perluasan pengelolaan limbah, di mana setiap kredit setara dengan pembersihan satu metrik ton (MT) plastik.

Inisiatif ini membantu meningkatkan kesejahteraan komunitas-komunitas terdampak melalui berbagai program sosial. Dampak dari inisiatif ini dapat langsung dilihat dan diverifikasi oleh auditor independen, yang menegaskan komitmen PCX terhadap usaha penyelamatan lingkungan yang nyata.

Sebastian DiGrande, CEO PCX Markets, menekankan pentingnya pendekatan holistik untuk mengatasi krisis ini. “Krisis plastik sangat luas sehingga kita membutuhkan berbagai solusi untuk diterapkan secara bersamaan—pengurangan limbah dari sumbernya, ekonomi sirkular yang efektif, alternatif baru yang berskala besar, dan solusi siap pakai untuk sampah plastik yang sudah ada melalui sistem kredit plastik. Dalam menghadapi tantangan sebesar ini, kita harus memikirkan cara berkolaborasi, serta mempertimbangkan peran dari segala jenis solusi pendanaan.”

“Kami sangat terinspirasi oleh mitra proyek kami yang berorientasi pada misi untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan bagi komunitas yang paling terkena dampak krisis limbah plastik ini. Kami juga mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah turut serta menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah mendesak ini,” tambah DiGrande.

Di delapan bulan pertama 2024 sendiri, PCX Markets telah memperluas pasarnya dengan 10 proyek baru, memperluas jangkauannya ke pasar baru termasuk Nigeria, Pantai Gading, Kamboja, Malaysia, and Australia. Platform ini sekarang menampung 34 proyek di seluruh 11 negara, termasuk Indonesia, menandai peningkatan sebesar 29% dalam penawaran proyek sejak Desember 2023.

PCX Markets. [istimewa]
PCX Markets. [istimewa]

Tentang PCX

PCX berkomitmen untuk mempercepat transisi menuju sirkular ekonomi dan membangun masa depan di mana tidak ada plastik yang mencemari lingkungan.

PCX Markets adalah mekanisme pasar plastik kredit yang sepenuhnya transparan untuk pemulihan limbah plastik yang diaudit, dapat dilacak, dan pengolahan yang bertanggung jawab di seluruh dunia. Platform PCX mengaktifkan ekosistem yang mengumpulkan, mengangkut, dan memproses limbah plastik secara bertanggung jawab, sambil mendukung komunitas lokal dengan program yang meningkatkan mata pencaharian dan memperluas dampak sosial.

PCX Markets, dengan kantor pusat di Singapura, telah memungkinkan pembersihan lebih dari 100 juta kilogram limbah plastik di seluruh dunia.

PCX Markets bekerja sama erat dengan organisasi terelasi, PCX Solutions, sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Filipina, yang memberikan saran kepada perusahaan dan pemerintah tentang pembiayaan plastik berbasis dampak, dan mengelola Standar Pengurangan Pencemaran Plastik (PPRS).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Mahal dan Tak Ramah Lingkungan, Pemerintah Minta Maskapai Tinggalkan Avtur

Sudah Mahal dan Tak Ramah Lingkungan, Pemerintah Minta Maskapai Tinggalkan Avtur

Bisnis | Minggu, 08 September 2024 | 16:30 WIB

5 Aksi Seru UNISA Yogyakarta Jaga Kelestarian Lingkungan, Libatkan Mahasiswa hingga Lansia

5 Aksi Seru UNISA Yogyakarta Jaga Kelestarian Lingkungan, Libatkan Mahasiswa hingga Lansia

Lifestyle | Minggu, 08 September 2024 | 08:55 WIB

Adu Harga Honda PCX vs ADV September 2024: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Adu Harga Honda PCX vs ADV September 2024: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Otomotif | Minggu, 08 September 2024 | 09:49 WIB

Masalah Sanitasi Jangan Dianggap Remeh, Begini Cara Pemprov DKI Mengatasinya

Masalah Sanitasi Jangan Dianggap Remeh, Begini Cara Pemprov DKI Mengatasinya

News | Jum'at, 06 September 2024 | 18:01 WIB

Greta Thunberg Ditangkap Polisi saat Protes Perang Gaza di Kopenhagen

Greta Thunberg Ditangkap Polisi saat Protes Perang Gaza di Kopenhagen

News | Kamis, 05 September 2024 | 09:37 WIB

Tips Mahasiswa Baru Adaptasi dengan Kehidupan Kampus

Tips Mahasiswa Baru Adaptasi dengan Kehidupan Kampus

Lifestyle | Selasa, 03 September 2024 | 17:50 WIB

Terkini

Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana

Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01 WIB

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:58 WIB

Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah

Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49 WIB

Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara

Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:39 WIB

PSI Lempar Isu Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Beri Sindiran Pedas: Emang Pak Prabowo Mau?

PSI Lempar Isu Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Beri Sindiran Pedas: Emang Pak Prabowo Mau?

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:19 WIB

Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan

Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:13 WIB

30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!

30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:11 WIB

Nadiem Makarim Akui Tak Yakin dengan Chromebook saat Meeting dengan Google

Nadiem Makarim Akui Tak Yakin dengan Chromebook saat Meeting dengan Google

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:09 WIB

Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR

Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:05 WIB

Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Akan Terulang, Intinya Kompak!

Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Akan Terulang, Intinya Kompak!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:05 WIB