'Tidak Mau Mati Sia-sia' Ratusan Tentara Israel Tolak Perintah Netanyahu Untuk Bertugas di Medan Perang

Andi Ahmad S

Kamis, 10 Oktober 2024 | 02:10 WIB
'Tidak Mau Mati Sia-sia' Ratusan Tentara Israel Tolak Perintah Netanyahu Untuk Bertugas di Medan Perang
Tentara Israel berjaga-jaga di dekat Masjid Kubbah Shakhrah di Kompleks Masjid Al-Aqsha. [Antara/Anadolu]

Suara.com - Tidak mau mati sia-sia di tangan Hizbullah dan Hamas menjadi alasan kuat ratusan tentara Israel yang menolak perintah dari Perdana Menteri Netanyahu.

Berdasarkan laporan media luar negeri yang dilansir, ada sebanyak 130 kurang lebih tentara Israel menyatakan bahwa mereka akan menolak bertugas di tentara pendudukan kecuali rezim sayap kanan di Tel-Aviv secara aktif mengejar kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata di Gaza, Palestina.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kritik internal terhadap penanganan pemerintah Netanyahu terhadap genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza dan eskalasi regional.

Menurut Haaretz, para prajurit telah mengirim surat kepada menteri kabinet dan kepala staf angkatan darat.

Para penandatangan surat tersebut meliputi para prajurit cadangan dan wajib militer di berbagai cabang militer, termasuk Korps Lapis Baja, Korps Artileri, Komando Front Dalam Negeri, angkatan udara, dan angkatan laut.

MER-C Indonesia Serukan Penghentian Perang di Gaza

Komite Penyelamatan Darurat Medis (MER-C) Indonesia menyerukan kepada masyarakat di tanah air dan seluruh dunia bahwa perang di Gaza harus segera dihentikan.

"MER-C Indonesia menyerukan pesan kepada masyarakat Indonesia dan dunia bahwa secara logis, tidak perlu harus menjadi ahli apa pun, perang yang ada di Gaza harus dihentikan," kata Ketua Presidium MER-C Hadiki Habib dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Seorang pria duduk di antara reruntuhan bangunan di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Rabu (17/7/2024). ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/rwa.
Seorang pria duduk di antara reruntuhan bangunan di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Rabu (17/7/2024). ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/rwa.

Dia mengatakan bahwa perang di Gaza harus segera dihentikan karena jika perang berlanjut, maka jumlah korban sipil akan terus bertambah.

baca juga

MER-C juga meminta agar fasilitas kesehatan di Gaza, Palestina, tidak diganggu gugat dalam peperangan dan tidak dirusak atau dihentikan operasionalnya.

"Kami menyerukan agar tim tenaga kesehatan, dokter, perawat, bidan, dan paramedis yang bertugas di Gaza untuk memberikan pelayanan kesehatan, tidak diganggu gugat dalam pelaksanaan tugas profesionalnya," kata Hadiki.

Selain itu, Hadiki juga menyerukan pembebasan tenaga medis kesehatan di Gaza dan warga negara Palestina yang ditahan oleh pemerintah Israel selama penyerangan di daerah kantong tersebut.

"Dan yang paling penting juga adalah masyarakat sipil yang ada di Jalur Gaza supaya akses logistik kemanusiaan itu dibuka seluas-luasnya, sehingga dapat memberikan dukungan sosial, kepada masyarakat yang sekarang sudah terpinggirkan dan terisolir di dalam Gaza," katanya.

"Kepada dunia internasional, mari kita bersama-sama memberikan tekanan kepada penjajah agar menghentikan genosida yang sekarang berlangsung di dalam Gaza Palestina," tambah Hadiki.

Tekanan itu juga termasuk agar eskalasi peperangan itu tidak bertambah luas dan menimbulkan krisis kemanusiaan yang semakin banyak, kata dia, menambahkan.

Habib menjelaskan bahwa terkait kondisi terkini yang terjadi di Gaza, khususnya di Gaza utara, Tim MER-C, kata dia, telah berhasil masuk ke Gaza utara dan membantu pelayanan kesehatan di Gaza utara, khususnya untuk kasus-kasus trauma.

Dia mengatakan bahwa RS Indonesia di Gaza sebenarnya telah berfungsi, walaupun tidak optimal, dan melakukan pelayanan untuk kasus-kasus trauma, khususnya trauma massal, yang terjadi karena serangan-serangan yang ada di sekitar rumah sakit.

Dalam tiga hari terakhir, dirinya mengaku telah mendapat informasi dari relawan yang masih di Gaza utara, bahwa kembali terjadi penyerangan di daerah utara, sehingga Tim MER-C RS Indonesia harus bergeser ke daerah yang lebih aman, ke Gaza tengah.

"Alhamdulillah, saat ini kami ada empat orang tim di Gaza, terdiri dari tiga orang logistik dan satu liason officer, masih berada dalam kondisi sehat walafiat," ungkap Hadiki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perdana Menteri Jepang Bubarkan Parlemen

Perdana Menteri Jepang Bubarkan Parlemen

News | Rabu, 09 Oktober 2024 | 20:26 WIB

Amerika Serikat Mulai Tak Percaya ke Netanyahu, Ini Penyebabnya

Amerika Serikat Mulai Tak Percaya ke Netanyahu, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 09 Oktober 2024 | 20:06 WIB

Picu Sirine, Rudal Hizbullah Targetkan Haifa dan Platform Gas Leviathan

Picu Sirine, Rudal Hizbullah Targetkan Haifa dan Platform Gas Leviathan

News | Rabu, 09 Oktober 2024 | 18:40 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×