Luncurkan Rudal Baru, Rusia Picu Kekhawatiran AS akan Eskalasi Perang di Ukraina

Bella

Jum'at, 22 November 2024 | 08:38 WIB
Luncurkan Rudal Baru, Rusia Picu Kekhawatiran AS akan Eskalasi Perang di Ukraina
Seorang penyelamat berdiri di samping sebuah bangunan tempat tinggal yang terkena serangan rudal Rusia, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut, di Mykolaiv, Ukraina, 29 Juni 2022. (Layanan Darurat Negara Ukraina/HO via Reuters/as)

Suara.com - Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Rusia meluncurkan rudal balistik jarak menengah eksperimental dalam serangan terhadap Ukraina pada Kamis lalu. Peluncuran ini, yang disebut-sebut pertama kali digunakan di medan perang, memicu kekhawatiran baru tentang eskalasi konflik serta dampaknya terhadap pertahanan misil Eropa.

Rudal tersebut, yang dinamai “Oreshnik” oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, didasarkan pada desain rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-26 Rubezh. Menurut laporan Pentagon, meski rudal ini dilengkapi hulu ledak konvensional, Rusia memiliki kemampuan untuk memodifikasinya menjadi versi nuklir.

“Rudal ini dapat diubah untuk membawa berbagai jenis hulu ledak konvensional atau nuklir,” ujar juru bicara Pentagon, Sabrina Singh.

Ilustrasi Rudal Aster-15 dan Aster-30. (mbda-system.com)
Ilustrasi Rudal Aster-15 dan Aster-30. (mbda-system.com)

AS meyakini Rusia hanya memiliki sejumlah kecil rudal tersebut dan menganggapnya sebagai senjata eksperimental.

Militer Ukraina awalnya mengidentifikasi rudal tersebut sebagai ICBM, yang memicu kekhawatiran akan peningkatan besar dalam perang yang telah berlangsung lebih dari dua setengah tahun. Namun, AS mengklarifikasi bahwa ini adalah rudal balistik jarak menengah (IRBM), meski tetap menyatakan keprihatinan atas potensi eskalasi.

Menariknya, Rusia memberi tahu AS sebelum peluncuran, sebuah langkah yang menunjukkan kehati-hatian diplomatis. Meski demikian, Pentagon menilai tindakan ini sebagai sinyal provokatif dari Moskow.

Penggunaan rudal baru ini kemungkinan memengaruhi keputusan negara-negara NATO dalam memperkuat sistem pertahanan udara mereka. Analis dari International Institute for Strategic Studies, Timothy Wright, menyebut bahwa perkembangan ini dapat mendorong NATO untuk mempertimbangkan kembali strategi ofensif dan defensif mereka.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pangkalan pertahanan misil AS di Redzikowo, Polandia. Pangkalan ini merupakan bagian dari sistem pertahanan NATO yang dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak pendek hingga menengah. Namun, Putin menegaskan bahwa peluncuran rudal ini bukan tanggapan terhadap pangkalan tersebut, melainkan terhadap serangan Ukraina baru-baru ini ke wilayah Rusia menggunakan senjata Barat.

Putin mengakui bahwa serangan rudal tersebut menargetkan fasilitas militer Ukraina di Dnipro, khususnya Pivdenmash (Yuzhmash), perusahaan roket dan pertahanan utama. Langkah ini disebut sebagai respons atas serangan Ukraina yang menggunakan rudal ATACMS buatan AS dan Storm Shadow buatan Inggris.

baca juga

Putin juga menyalahkan AS atas runtuhnya Perjanjian INF (Intermediate-Range Nuclear Forces) pada 2019. Menurutnya, AS membuat kesalahan dengan secara sepihak keluar dari perjanjian yang melarang pengembangan rudal jarak menengah dan pendek. Washington menuduh Rusia melanggar perjanjian tersebut, tuduhan yang terus dibantah oleh Kremlin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putin Ancam Balas Dendam atas Keterlibatan AS dan Inggris dalam Perang Melawan Ukraina

Putin Ancam Balas Dendam atas Keterlibatan AS dan Inggris dalam Perang Melawan Ukraina

News | Jum'at, 22 November 2024 | 07:35 WIB

Ellen DeGeneres Benar-Benar Hengkang dari AS Pasca Kemenangan Trump, Anak Elon Musk Menyusul?

Ellen DeGeneres Benar-Benar Hengkang dari AS Pasca Kemenangan Trump, Anak Elon Musk Menyusul?

News | Jum'at, 22 November 2024 | 04:45 WIB

Kim Jong Un Dapat Hadiah Hewan dari Putin, Rusia-Korut Pererat Kerja Sama

Kim Jong Un Dapat Hadiah Hewan dari Putin, Rusia-Korut Pererat Kerja Sama

News | Kamis, 21 November 2024 | 15:38 WIB

Setelah Kirim Roket ke Tel Aviv, Hizbullah Siap Berunding dengan Amerika Serikat, Ini Tujuannya

Setelah Kirim Roket ke Tel Aviv, Hizbullah Siap Berunding dengan Amerika Serikat, Ini Tujuannya

News | Kamis, 21 November 2024 | 15:20 WIB

Usai Kemenangan Telak di Pilpres AS, Apa yang Diharapkan Pendukung Donald Trump?

Usai Kemenangan Telak di Pilpres AS, Apa yang Diharapkan Pendukung Donald Trump?

Your Say | Kamis, 21 November 2024 | 15:12 WIB

Review Film Dokumenter Nai Nai & Wai Po, Kisah Dua Nenek Imigran di Amerika

Review Film Dokumenter Nai Nai & Wai Po, Kisah Dua Nenek Imigran di Amerika

Your Say | Kamis, 21 November 2024 | 13:24 WIB

Biden Setujui Pengiriman Ranjau Mematikan ke Ukraina

Biden Setujui Pengiriman Ranjau Mematikan ke Ukraina

News | Kamis, 21 November 2024 | 09:21 WIB

Ketegangan Memuncak! Ukraina Gunakan Rudal Canggih Inggris untuk Serang Rusia

Ketegangan Memuncak! Ukraina Gunakan Rudal Canggih Inggris untuk Serang Rusia

News | Kamis, 21 November 2024 | 09:04 WIB

Akankah Gencatan Senjata Bertahan? Netanyahu: Israel Akan Tetap Lanjutkan Operasi Militer

Akankah Gencatan Senjata Bertahan? Netanyahu: Israel Akan Tetap Lanjutkan Operasi Militer

News | Kamis, 21 November 2024 | 04:35 WIB

AS Jatuhkan Sanksi ke Petinggi Hamas,  Dikecam Pro-Israel dan Abaikan Kejahatan Perang

AS Jatuhkan Sanksi ke Petinggi Hamas, Dikecam Pro-Israel dan Abaikan Kejahatan Perang

News | Kamis, 21 November 2024 | 03:30 WIB

Terkini

Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas

Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh

Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur

Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur

Tekno | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:27 WIB

355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan

355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api

Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:17 WIB

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir

4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!

Jawa Tengah | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP

Riau | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia

Penjelasan Kemenko Perekonomian Soal Emas 1.800 Ton Milik Masyarakat Indonesia

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 07:46 WIB

×