Bela Band Punk Sukatani, Ananda Badudu: Yang Ngejek Mereka Pasti Belum Tau Rasanya Ditangkap Polisi

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Jum'at, 21 Februari 2025 | 16:22 WIB
Bela Band Punk Sukatani, Ananda Badudu: Yang Ngejek Mereka Pasti Belum Tau Rasanya Ditangkap Polisi
Ananda Badudu usai ditangkap dan diperiksa Polda Metro Jaya, Jumat (27/9/2019). (Suara.com/Arga)

Suara.com - Dugaan jika dua personel band punk, Sukatani mengalami intimidasi saat menyampaikan permintaan maaf gegara lagu "Bayar Bayar Bayar" yang dianggap mengkritik kepolisian belakangan ramai menjadi sorotan publik.

Setelah mengalami tindakan pembredelan terhadap karya musik mereka, aksi solidaritas dari berbagai musisi lintas genre kepada band punk asal Purbalingga, Jateng itu makin meluas di jagat maya.

Solidaritas kepada band Sukatani pun disampaikan oleh personel Banda Neira, Ananda Badudu lewat unggahan di akun X pribadinya, Kamis (20/2/2025) kemarin.

Tak hanya ikut bersolidaritas, cucu Jusuf Sjarif Badudu alias JJ Badudu, pakar bahasa Indonesia itu juga mengecam jika ada pihak yang justru mengejek video permintaan maaf dari dua personel band Sukatani itu. Pasalnya, muncul kabar jika dua personel band Sukatani itu diduga sempat dijemput oleh polisi sebelum melayangkan permintaan maaf terhadap institusi Polri soal lagu Bayar Bayar Bayar yang dibuat mereka.

Lewat cuitannya itu, Ananda Badudu pun menceritakan kisahnya ketika digelandang polisi.

Cuitan personel Banda Neira, Ananda Badudu. (Tangkapan layar/X)
Cuitan personel Banda Neira, Ananda Badudu. (Tangkapan layar/X)

"Yang ngejekin Sukatani bikin video minta maaf pasti belum tau rasanya ditangkep, dibawa pake mobil isilop, dikelilingin serse di kantor polisi, diancem pasal macem-macem, dipaksa tanda tangan BAP. Masuk kandang wercok kemerdekaan lo auto ilang dan emang gitu kenyataannya #ACAB," tulis Ananda Badudu dikutip Suara.com, Jumat (21/2/2025).

Diketahui, Ananda Badudu sempat ditangkap oleh Polda Metro Jaya setelah adanya demonstrasi tolak UU KPK hasil revisi dan RKUHP di DPR RI pada 2019 lalu. Penangkapan itu lantaran Ananda diduga menjadi pengumpul dana untuk para pendemo. Bahkan, Ananda Badudu sempat menangis di hadapan awak media saat menceritakan detik-detik dirinya dibebaskan oleh polisi. 

Cuitan Ananda Badudu pun diramaikan netizen dengan beragam komentar. Namun, kebanyakan netizen turut mengisahkan soal pengalaman mereka saat berurusan dengan polisi.

Lirik Lagu Sukatani "Bayar Bayar Bayar" (Instagram/sukatani.band)
Lirik Lagu Sukatani "Bayar Bayar Bayar" (Instagram/sukatani.band)

"Betul. Dulu aku abis pulang dftar kuliah, siang2 di pelet isilop d tilang dgn alasan ban motor nginjak marka jalan pas berhenti d lampu merah. Langsung disuruh ke pos mereka, diintrogasi macam2, dimintai KTP, lalu ditanya langsung "mau bayar lewat kita apa mo sidang?" terus mereka bacain pasal2" curhat akun @bb*******.

"Di nego juga, mau dibedil kaki kiri atau kanan. Trus di pisuh pisuhi 2-3 jam. Di ancam mau sebar isu jelek ke warga sekitar rumah supaya mau kooperatif. Fak lah, pernah di interogasi dan diancam pake pasal terorisme. Karena nyetrit gak sengaja di depan kantor polisi," beber akun @pa******.

"Kakak ipar sama istri nya (kakak kandung gw) di jemput pagi, di pulangin nya besok tuh kakak ipar gw, mukanya bonyok, istrinya di tahan dalam keadaan mengandung 8 bulan. pas bapak gw tanya "dibawa kemana kok ga bisa dihubungin, anakku mana?" ungkap akun @An********.

"Apalagi sampai bawa bawa anggota keluarganya. Auto jiper. Protap dia emang gitu," timpal akun @Op*******.

Kapolri Bantah Antikritik

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara setelah dua personel band Sukatani melayangkan permintaan maaf dan menarik lagu "Bayar Bayar Bayar" yang isinya mengkritik polisi.

Terkait lirik lagu tersebut, Listyo membantah jika Polri antikritik. Pernyataan itu disampaikan Listyo lewat pesan WhatsApp ke awak media, Jumat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngaku Efisiensi tapi Undang Dewa 19, Tulisan "Lounching" Acara Kementerian PKP Tuai Cibiran: Mereka Sekolah Gak Sih?

Ngaku Efisiensi tapi Undang Dewa 19, Tulisan "Lounching" Acara Kementerian PKP Tuai Cibiran: Mereka Sekolah Gak Sih?

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 13:54 WIB

Menggema usai Band Sukatani Dibredel, "Bayar Polisi" Trending di X: Kok Takut Sama Lagu, Cemen!

Menggema usai Band Sukatani Dibredel, "Bayar Polisi" Trending di X: Kok Takut Sama Lagu, Cemen!

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 12:22 WIB

Sukses Kabur ke Jerman, Guru TK Skakmat Bahlil usai Ngoceh Nasionalisme: Bapak Udah Bisa Kasih Makan Rakyat?

Sukses Kabur ke Jerman, Guru TK Skakmat Bahlil usai Ngoceh Nasionalisme: Bapak Udah Bisa Kasih Makan Rakyat?

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 15:08 WIB

Nunduk Baca Teks, Public Speaking Widiyanti Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo Ramai Dicibir: Kayak Bocah SMP Presentasi

Nunduk Baca Teks, Public Speaking Widiyanti Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo Ramai Dicibir: Kayak Bocah SMP Presentasi

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:35 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:14 WIB

Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta

Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:29 WIB

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:52 WIB

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!

Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:50 WIB

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB

Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final

Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:50 WIB

Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC

Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:30 WIB

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB