Mengapa Sentimen Anti-Muslim Meroket di Britania Raya ?

Bimo Aria Fundrika, BBC

Selasa, 25 Februari 2025 | 12:02 WIB
Mengapa Sentimen Anti-Muslim Meroket di Britania Raya ?
Ilustrasi Muslim - Pengertian Aurat Menurut Islam (Unsplash)

Suara.com - Sentimen kebencian terhadap Muslim di Britania Raya mencetak rekor tertinggi tahun lalu. Laporan terbaru dari Tell Mama, organisasi pemantau Islamofobia, mengungkap lonjakan drastis insiden anti-Muslim.

Hampir 6.000 laporan masuk. Lebih dari setengahnya dikonfirmasi sebagai serangan bermotif kebencian. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Ada perubahan pola. Untuk pertama kalinya sejak 2012, laki-laki menjadi target utama, melampaui jumlah perempuan yang biasanya lebih sering mengalami serangan serupa.

Tak hanya itu, laporan juga mencatat peningkatan tajam retorika yang menghubungkan Muslim dengan terorisme. Narasi ini makin marak setelah pecahnya konflik Israel-Gaza dan insiden pembunuhan di Southport.

Pemerintah Inggris menanggapi serius temuan ini.

Seorang juru bicara menyebut angka tersebut "sangat mengkhawatirkan" dan menegaskan komitmen untuk memberantas kebencian serta rasisme anti-Muslim di mana pun terjadi.

Tell Mama mencatat lonjakan tajam dalam kasus kebencian anti-Muslim di Britania Raya sepanjang 2024. Sebanyak 6.313 insiden dilaporkan, naik 43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari total laporan tersebut, sebanyak 5.837 kasus berhasil diverifikasi. Organisasi pemantau ini mengklaim dirinya sebagai agen terkemuka dalam memonitor kejahatan kebencian terhadap Muslim.

Insiden di dunia nyata meningkat signifikan. Sebanyak 3.680 kasus terjadi secara offline, naik 72 persen dibandingkan dua tahun lalu. Mayoritas berupa perilaku kasar, disusul serangan fisik, diskriminasi, dan vandalisme.

baca juga

Area publik seperti jalanan dan taman menjadi lokasi utama serangan. Sementara itu, jumlah insiden di tempat kerja lebih sedikit.

Ada perubahan pola korban. Untuk pertama kalinya sejak 2012, lebih banyak pria daripada perempuan yang menjadi target Islamofobia.

Tell Mama menyebut tren ini sebagai dampak dari "stereotip berbahaya yang memperkuat kesalahpahaman tentang identitas Muslim dan memecah masyarakat."

Gelombang serangan ini meningkat tajam setelah dua peristiwa besar: pembunuhan di Southport pada Juli lalu dan pecahnya konflik Israel-Gaza pada Oktober 2023.

Terjadi Secara Daring

Demonstrasi menentang Islamophobia di London, Inggris. (Foto: Anadolu Agency)
Demonstrasi menentang Islamophobia di London, Inggris. (Foto: Anadolu Agency)

Laporan juga mencatat bahwa lebih dari separuh insiden Islamofobia daring tahun lalu terjadi setelah tiga perempuan muda dibunuh di kelas dansa di Southport.

Mayoritas insiden ini terjadi di media sosial X (dulu Twitter). Setelah pembunuhan itu, disinformasi tentang identitas pelaku menyebar luas. Narasi keliru ini memicu kerusuhan sipil di berbagai kota di Eropa Barat.

Pelaku, Axel Rudakubana, pemuda 18 tahun asal Cardiff, kini menjalani hukuman minimal 52 tahun penjara. Ia lahir dari keluarga Rwanda yang bermigrasi ke Inggris.

Tell Mama mencatat lonjakan retorika yang mengaitkan Muslim dengan terorisme sejak serangan Hamas 7 Oktober 2023 dan kerusuhan yang dipicu pembunuhan Southport.

Direktur Tell Mama, Iman Atta, mendesak pemerintah bertindak tegas. Ia menekankan bahwa Islamofobia semakin meluas, baik di jalanan maupun dunia maya.

"Dukungan terhadap korban sangat dibutuhkan sekarang lebih dari sebelumnya," katanya.

Atta juga mengajak publik bersatu melawan kebencian dan ekstremisme. Ia menyoroti pentingnya penggunaan bahasa yang tidak memperkuat stereotip negatif.

Pemerintah Inggris menyebut kebencian terhadap Muslim sebagai hal yang tidak dapat diterima. Seorang juru bicara menegaskan komitmen untuk menjembatani perpecahan antar komunitas.

"Kami akan bekerja sama dengan kelompok masyarakat dan badan amal untuk melawan segala bentuk kebencian," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Video Viral: Pria Bertopi Trump Teriakkan Cercaan Islamofobia di Masjid Nur Al Islam

Video Viral: Pria Bertopi Trump Teriakkan Cercaan Islamofobia di Masjid Nur Al Islam

News | Senin, 24 Februari 2025 | 08:49 WIB

Suara Generasi Muda Menggema: Tolak Islamophobia, Jaga Toleransi!

Suara Generasi Muda Menggema: Tolak Islamophobia, Jaga Toleransi!

Foto | Jum'at, 15 Maret 2024 | 20:37 WIB

Menghindar dari Aksi 411 Dinilai Munculkan Isu Islamophobia, Pengamat Sarankan Jokowi Harusnya Hadapi Demonstran

Menghindar dari Aksi 411 Dinilai Munculkan Isu Islamophobia, Pengamat Sarankan Jokowi Harusnya Hadapi Demonstran

News | Sabtu, 05 November 2022 | 14:45 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×