Donald Trump dan Presiden Ukraina Tak Sejalan? Kremlin Sebut Kebijakan AS Sama dengan Visi Rusia

Andi Ahmad S

Senin, 03 Maret 2025 | 02:54 WIB
Donald Trump dan Presiden Ukraina Tak Sejalan? Kremlin Sebut Kebijakan AS Sama dengan Visi Rusia
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (ANTARA/Reuters/Evgenia Novozhenina/as)

Suara.com - Ditengah viral video Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky tengah berseteru di hadapan wartawan, Rusia nampaknya terus memanfaatkan momen itu.

Hal itu terlihat usai Kremlin menyatakan bahwa perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump "sebagian besar" selaras dengan visi Rusia.

"Pemerintahan AS yang baru dengan cepat mengubah arah kebijakan luar negeri mereka. Ini sebagian besar sesuai dengan pandangan kami," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam wawancara dengan saluran TV pemerintah Rossiya-1.

Peskov menyoroti bahwa baik Rusia maupun AS sama-sama menolak resolusi Majelis Umum PBB mengenai Ukraina pada akhir Februari lalu, sesuatu yang menurutnya "benar-benar tak terbayangkan" sebelumnya.

Pada 24 Februari, Majelis Umum PBB mengadopsi rancangan resolusi yang menyerukan perdamaian komprehensif, adil, dan berkelanjutan di Ukraina, dengan Rusia dan AS kompak memberikan suara menentang.

Terkait prospek pemulihan hubungan Rusia-AS, Peskov mengakui bahwa upaya sedang dilakukan untuk memperbaiki berbagai aspek kerja sama bilateral. Namun, ia menekankan bahwa jalan menuju pemulihan masih panjang, mengingat kerusakan besar yang terjadi selama pemerintahan AS sebelumnya.

"Jika kemauan politik dari kedua pemimpin—Presiden Vladimir Putin dan Presiden Trump—tetap ada, maka proses ini bisa berjalan lebih cepat dan berhasil," tambahnya.

Peskov juga menekankan perlunya segera menentukan topik kerja sama antara Moskow dan Washington, meskipun ia mengingatkan bahwa hasilnya tidak akan terlihat dalam waktu singkat.

Selain itu, ia menyoroti sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dalam wawancara dengan media Prancis pada Sabtu lalu mengindikasikan kemungkinan membuka dialog dengan Putin. Namun, menurut Peskov, hingga kini belum ada langkah konkret dari Macron untuk berkomunikasi dengan pemimpin Rusia tersebut.

baca juga

Zelensky 'Diperingatkan' Sebelum Bertemu Trump

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat terlibat cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval. (tangkapan layar/x)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat terlibat cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval. (tangkapan layar/x)

Sebelumnya, beberapa jam sebelum Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melangkah ke Ruang Oval untuk pertemuannya yang memalukan dengan Presiden Donald Trump, ia menerima peringatan keras dari seorang Senator AS.

"Jangan terpancing," saran Senator Republik Carolina Selatan Lindsey Graham, memperingatkan pemimpin Ukraina agar tidak terlibat dalam perdebatan sengit dengan Trump, menurut New York Times. "Saya katakan, jangan terlibat dalam perdebatan tentang perjanjian keamanan," kata Graham kepada Times dalam sebuah wawancara.

Ketika pertemuan dimulai, Zelensky menyuarakan kekhawatirannya atas upaya perang Ukraina dan ketidakpastian seputar bantuan militer AS. Petisinya untuk keterlibatan AS yang lebih agresif dalam konflik Rusia-Ukraina memicu konfrontasi yang luar biasa.

Trump dan Wakil Presiden JD Vance menuduhnya kurang bersyukur. Yang terjadi selanjutnya adalah pertengkaran publik yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang terjadi di depan wartawan dan berakhir dengan Zelensky meninggalkan Gedung Putih secara tiba-tiba, tanpa mengamankan kesepakatan pembagian mineral yang telah lama diharapkan akan ditandatangani.

Trump telah berulang kali menyarankan agar Ukraina merundingkan perjanjian damai dengan Moskow, sebuah posisi yang telah membuat Zelensky dan sekutu-sekutunya di Eropa khawatir. Ketika pemimpin Ukraina itu tiba di Gedung Putih, Trump menyambutnya dengan komentar tajam tentang pakaiannya yang biasa bergaya militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemimpin Houthi Bongkar Pelanggaran Israel dan Konspirasi AS di Timur Tengah

Pemimpin Houthi Bongkar Pelanggaran Israel dan Konspirasi AS di Timur Tengah

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 19:09 WIB

Zelensky 'Diperingatkan' Sebelum Pertemuan Memalukan dengan Trump, Apa yang Terjadi?

Zelensky 'Diperingatkan' Sebelum Pertemuan Memalukan dengan Trump, Apa yang Terjadi?

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 18:00 WIB

"Era Kezaliman Baru": Menlu Jerman Kecam Trump Soal Ukraina

"Era Kezaliman Baru": Menlu Jerman Kecam Trump Soal Ukraina

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 16:34 WIB

Trump Tetapkan Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Resmi AS, Situs Gedung Putih Bahasa Spanyol Dihapus

Trump Tetapkan Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Resmi AS, Situs Gedung Putih Bahasa Spanyol Dihapus

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 16:18 WIB

Kegagalan Total Volodymyr Zelenskyy Untuk Ukraina

Kegagalan Total Volodymyr Zelenskyy Untuk Ukraina

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 14:30 WIB

Terkini

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB