'Pukul Keledai dengan Kayu', Utusan Trump Ungkap Alasan Mengejutkan Dibalik Penangguhan Bantuan ke Ukraina

Bella

Jum'at, 07 Maret 2025 | 09:17 WIB
'Pukul Keledai dengan Kayu', Utusan Trump Ungkap Alasan Mengejutkan Dibalik Penangguhan Bantuan ke Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (Instagram/@zelenskiy_official)

Suara.com - Seorang utusan Presiden Donald Trump, Keith Kellogg, menyatakan bahwa Ukraina bertanggung jawab atas penangguhan bantuan perang Amerika Serikat dan membandingkan langkah tersebut dengan "memukul keledai dengan batang kayu" agar mendapat perhatian.

Dalam pernyataannya di Council on Foreign Relations pada Kamis (7/3), Kellogg, yang merupakan letnan jenderal pensiunan dan utusan khusus Trump untuk Rusia dan Ukraina, mengatakan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menolak untuk menandatangani kesepakatan pembagian hak mineral AS. Kesepakatan ini dianggap sebagai bagian penting dari rencana keamanan pascaperang yang masih samar.

Menurut Kellogg, pemotongan bantuan militer kepada Ukraina bukan tindakan permanen, melainkan upaya mengejutkan yang bertujuan memberikan tekanan pada Zelenskyy agar menandatangani kesepakatan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat terlibat cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval. (tangkapan layar/x)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat terlibat cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval. (tangkapan layar/x)

"Terus terang saja, mereka sendiri yang menyebabkannya—Ukraina," ujar Kellogg.

"Saya pikir cara terbaik untuk menggambarkannya adalah seperti memukul keledai dengan batang kayu dua-kali-empat di hidungnya. Anda mendapat perhatian mereka, dan itu sangat penting, tentu saja, karena dukungan yang kami berikan," lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa jeda bantuan hanya bersifat sementara dan akan segera dilanjutkan jika Ukraina bersedia menandatangani dokumen yang diinginkan Trump.

Minggu lalu, Zelenskyy terbang ke Washington untuk bertemu dengan Trump guna membahas perjanjian tersebut. Sebagian dari kesepakatan itu bertujuan memberikan kompensasi kepada AS atas miliaran dolar bantuan senjata yang telah dikirim ke Ukraina sejak invasi Rusia pada 2022.

Namun, pertemuan kedua pemimpin itu berakhir dengan ketegangan setelah Zelenskyy mempertanyakan bagaimana cara mempercayai janji-janji Rusia dalam perjanjian yang sedang dinegosiasikan.

Trump dan Wakil Presiden JD Vance menanggapi pernyataan Zelenskyy dengan kemarahan dan menuduhnya tidak tahu berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan AS selama ini.

baca juga

Di sisi lain, Kellogg juga menegaskan bahwa pemerintahan Trump tidak hanya menekan Ukraina, tetapi juga memberlakukan sanksi terhadap kapal-kapal yang menjual minyak sebagai bagian dari tekanan terhadap Rusia.

"Yang penting bukan hanya lebih banyak pilihan," kata Kellogg. "Yang penting adalah penerapan pilihan-pilihan tersebut."

Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, langkah Trump dalam membatasi bantuan ke Ukraina dinilai sebagai strategi negosiasi yang keras, dengan tujuan mendapatkan kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembicaraan Rahasia AS dengan Hamas Membuat Israel Terkejut

Pembicaraan Rahasia AS dengan Hamas Membuat Israel Terkejut

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 06:47 WIB

Setelah Pertukaran Sandera, Trump Peringatkan Hamas: Tinggalkan Gaza atau Hadapi Konsekuensi!

Setelah Pertukaran Sandera, Trump Peringatkan Hamas: Tinggalkan Gaza atau Hadapi Konsekuensi!

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 20:25 WIB

"Trump Utusan Tuhan", Sandera Israel Beri Pujian di Ruang Oval, Presiden Janji Pembebasan Lainnya

"Trump Utusan Tuhan", Sandera Israel Beri Pujian di Ruang Oval, Presiden Janji Pembebasan Lainnya

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 17:22 WIB

Trump Gunakan Strategi "Wortel dan Tongkat" untuk Akhiri Konflik Rusia-Ukraina

Trump Gunakan Strategi "Wortel dan Tongkat" untuk Akhiri Konflik Rusia-Ukraina

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 03:10 WIB

Trump Ancam Hamas: Bebaskan Sandera atau Mati!

Trump Ancam Hamas: Bebaskan Sandera atau Mati!

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 16:37 WIB

Donald Trump Berencana Bubarkan Departemen Pendidikan AS

Donald Trump Berencana Bubarkan Departemen Pendidikan AS

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 05:05 WIB

AS Berencana PHK 80.000 Pekerja Urusan Veteran untuk Pemotongan Anggaran Trump

AS Berencana PHK 80.000 Pekerja Urusan Veteran untuk Pemotongan Anggaran Trump

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 13:21 WIB

AS Gelar Pembicaraan Langsung dengan Hamas untuk Bahas Sandera Amerika

AS Gelar Pembicaraan Langsung dengan Hamas untuk Bahas Sandera Amerika

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 13:01 WIB

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

Donald Trump Akan Larang Perjalanan dari Afghanistan dan Pakistan ke AS

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 08:29 WIB

Lagi-lagi Trump Ancam Hamas: Bebaskan Sandera atau Binasa!

Lagi-lagi Trump Ancam Hamas: Bebaskan Sandera atau Binasa!

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 08:12 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×