Gratis! Tur Sejarah Kota Tua Jakarta Spesial Ramadan: Ada Rute Pecinan & Kampung Arab

Muhammad Yunus

Minggu, 16 Maret 2025 | 15:13 WIB
Gratis! Tur Sejarah Kota Tua Jakarta Spesial Ramadan: Ada Rute Pecinan & Kampung Arab
Suasana kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (14/3/2025) [Suara.com/ANTARA]

Kota Batavia, yang merupakan pusat perdagangan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan yang berkembang pesat.

Lebih lanjut, Arief juga menjelaskan tentang asal-usul Jakarta, yang mulai berkembang dengan pendirian VOC pada tahun 1602.

Dan bertahan hingga VOC mengalami kebangkrutan pada tahun 1799.

"VOC bukan hanya pusat dagang, tapi juga pusat pemerintahan yang membangun kota ini," kata Arief.

Arief mengungkapkan bahwa Batavia memiliki tembok kota yang membatasi wilayah pusat kota dari daerah sekitarnya.

Tur dilanjutkan dengan penjelasan mengenai berbagai bangunan bersejarah yang ada di kawasan Kota Tua, yakni Museum Keramik dan Seni Rupa.

Kedua bangunan ini awalnya berfungsi sebagai kantor pengadilan, yang dikenal dengan nama Raad Van Justisie.

"Bangunan ini dibangun pada abad ke-18 dan kemudian beralih fungsi seiring dengan perubahan pemerintahan," tambah Arief.

Pada masa penjajahan Jepang, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor logistik, sebelum akhirnya menjadi museum hingga saat ini.

baca juga

Kegiatan tur pun berlanjut ke Gedung Kantor Pos, yang meskipun bukan kantor pos pertama di Batavia, memiliki sejarah yang sangat menarik.

"Kantor pos pertama ada di dekat pelabuhan, namun kantor pos besar yang kita lihat sekarang dibangun pada abad ke-19," ujar Arief.

Dari tempat ini, terungkap sistem pengiriman surat yang mengukur tarif berdasarkan jarak, dari Jakarta menuju berbagai daerah sekitar.

Tur terus berlanjut ke beberapa tempat menarik lainnya, termasuk Museum Sejarah Jakarta, yang merupakan balai kota pertama Batavia yang dibangun pada tahun 1627.

Serta tempat eksekusi yang terletak di depan kantor pemerintahan VOC.

"Panggung ini digunakan untuk eksekusi hukuman mati yang sering disaksikan banyak orang, bahkan di abad ke-19," ungkap Arief.

Peserta tur juga diajak mengunjungi dan mendengar legenda Meriam Si Jagur yang berasal dari Portugis.

Serta Monumen Trem yang menjadi simbol sejarah transportasi di Indonesia.

Rute tur kemudian bergerak ke arah Kali Besar, yang pada masa lalu merupakan jalan utama dan sentral bisnis di masa pemerintahan Belanda.

"Jadi di sini dikenal dengan namanya Central Bussiness District. Makanya banyak bank-bank luar negeri yang berdiri di sini," jelasnya.

Sambil memandangi bangunan putih dan Toko Merah di antaranya, Arief bercerita panjang tentang asal usul penamaannya dengan peristiwa Geger Pecinan 1740.

Tidak hanya lanskap bangunan, di atas Kali Besar terdapat Jembatan Budaya dan Monumen Penurunan Air Tanah yang mengungkapkan betapa cepatnya penurunan permukaan tanah di Jakarta.

Mendekati akhir tur, peserta dibawa mengenal kawasan Bank Indonesia yang merupakan bekas rumah sakit dan kemudian menjadi kantor perbankan.

Perjalanan pun ditutup dengan singgah di kawasan seberang Stasiun Jakarta Kota, yang dulunya dikenal sebagai Stasiun BEOS (Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij).

Konon, nama Beos diambil dari nama perusahaan Belanda yang mengelola stasiun tersebut di masa lalu.

Adapun saat ini, Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Beos hanya melayani KRL Commuter Line Jabodetabek dengan 12 jalur kereta.

Di akhir tur, Arief menjelaskan Free Walking Tour sendiri diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta tur.

Untuk menggali sejarah Jakarta yang kaya akan budaya dan peristiwa penting.

Ia juga menambahkan, meski banyak wisatawan asing yang datang pada musim liburan.

Wisatawan domestik pun tak sedikit yang tertarik untuk mengikuti tur ini, terutama untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah Jakarta.

Peserta dapat menikmati tur yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.

Tidak hanya mengenal bangunan-bangunan bersejarah, tetapi juga memahami bagaimana Kota Tua berperan penting dalam perkembangan Jakarta dan Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukber Asyik di Samarinda & Balikpapan: Ini 5 Kafe serta Restoran Pilihan untuk Ramadan!

Bukber Asyik di Samarinda & Balikpapan: Ini 5 Kafe serta Restoran Pilihan untuk Ramadan!

News | Minggu, 16 Maret 2025 | 15:07 WIB

Bingung Hukum Suntik Saat Puasa? Simak Fatwa MUI dan Pendapat Ulama

Bingung Hukum Suntik Saat Puasa? Simak Fatwa MUI dan Pendapat Ulama

Lifestyle | Minggu, 16 Maret 2025 | 13:08 WIB

Naik! Ini Jumlah Zakat Fitrah Harus Dikeluarkan Warga Gorontalo Utara Ramadan 1446 Hijriah

Naik! Ini Jumlah Zakat Fitrah Harus Dikeluarkan Warga Gorontalo Utara Ramadan 1446 Hijriah

News | Minggu, 16 Maret 2025 | 12:49 WIB

Terkini

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Ulasan Perumahan Laddaland: Sajian Horor Spesial Awi Suryadi yang Kelam!

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Tengah Malam, Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,2

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:36 WIB

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

5 Merek Pengharum Ruangan Terbaik 2026, Cocok Buat Rumah dan Kantor

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Profil Bangladesh Tim Pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Pernah Dipecundangi

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis   Otoritas Jasa Keu

OJK Siapkan Dua Regulasi Baru untuk Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keu

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB

5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya

5 Mobil Terlaris 2026 Januari hingga Juli Kategori EV: Ini Rajanya

Otomotif | Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki

Jusuf Kalla Soroti Kerusuhan di Aceh, Minta Masyarakat Jaga Perdamaian Helsinki

Bekaci | Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:53 WIB

Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual

Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:44 WIB

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

×