Bantah Omongan AS, Adik Kim Jong-un Tegas Menolak Denuklirisasi Korut

Denada S Putri

Rabu, 09 April 2025 | 21:53 WIB
Bantah Omongan AS, Adik Kim Jong-un Tegas Menolak Denuklirisasi Korut
Kim Yo-jong, adik Kim Jong Un. [Ist]

Suara.com - Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un baru-baru ini menegaskan soal status negaranya yang menolak gagasan denuklirisasi seperti yang disampaikan Presiden AS, Donald Trump.

Sosok terkuat kedua di Korut itu mengatakan negaranya tidak akan pernah meninggalkan persenjataan nuklirnya.

Menurutnya, persenjataan nuklir mereka adalah komponen pertahanan nasional yang permanen dan penting.

"Kami tidak peduli dengan penolakan dan pengakuan siapa pun, dan kami tidak pernah mengubah pilihan kami," kata Kim, dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah, Rabu (09/04/2025).

"Ini adalah pilihan teguh kami yang tidak akan pernah bisa dibatalkan oleh kekuatan fisik atau tipu daya licik apa pun,” tambahnya.

Komentarnya muncul sebagai tanggapan atas pernyataan bersama yang dikeluarkan Kamis lalu oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya, dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Tae-yul selama pertemuan menteri luar negeri NATO di Brussels.

Dalam pertemuan itu, mereka menegaskan kembali komitmen mereka untuk denuklirisasi Korut.

Kim menggambarkan janji trilateral tersebut sebagai "tindakan paling bermusuhan" dan penolakan langsung terhadap kedaulatan Korea Utara.

Ia juga menegaskan kembali bahwa persenjataan nuklir Korea Utara memainkan “peran penting dalam mencegah agresi dan ancaman dari kekuatan luar” dan sangat penting untuk menjaga keamanan nasional.

baca juga
Kim Yo-jong, adik Kim Jong Un. [Ist]
Kim Yo-jong, adik Kim Jong Un. Menurutnya, persenjataan nuklir mereka adalah komponen pertahanan nasional yang permanen dan penting. [Ist]

Profil Kim Yo-jong

Kim Yo-jong lahir pada 26 September 1987 (beberapa sumber menyebut 1988) di Pyongyang, Korut.

Dia memiliki jabatan sebagai Wakil Direktur Departemen Propaganda dan Agitasi Partai Buruh Korea

Dia juga merupakan anggota senior keluarga Kim, adik dari Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un.

Diyakini, Kim Yo-jong pernah belajar di Swiss bersama Kim Jong-un di bawah identitas samaran.

Posisi dan Pengaruh

Kim Yo-jong adalah sosok perempuan paling menonjol di lingkaran elite Korut.

Meskipun tidak memiliki jabatan formal setingkat kepala negara, ia disebut-sebut sebagai orang kepercayaan utama sekaligus tangan kanan Kim Jong-un dalam urusan strategis—baik internal partai maupun diplomasi luar negeri.

Pengaruhnya semakin kentara sejak 2018 ketika ia menjadi bagian dari delegasi tinggi Korut dalam berbagai pertemuan internasional, termasuk dalam perhelatan Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan dan pertemuan puncak antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.

Dia dikenal sebagai pengendali narasi publik Korea Utara, dengan jabatan penting di Departemen Propaganda dan Agitasi yang bertugas membentuk citra pemimpin, menyusun retorika negara, hingga mengatur arah pemberitaan dalam negeri.

Sikap Politik dan Pernyataan Terbaru

Kim Yo-jong dikenal vokal dalam merespons tekanan internasional terhadap Korut.

Ia kerap mengeluarkan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang, terutama dalam isu denuklirisasi, sanksi internasional, dan latihan militer gabungan di kawasan Semenanjung Korea.

Dalam pernyataan terbaru (April 2025), ia dengan tegas menyatakan bahwa Korea Utara tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya, karena dianggap sebagai "komponen pertahanan nasional yang permanen".

Kim menyebut upaya denuklirisasi yang digagas AS dan sekutunya sebagai "tindakan bermusuhan" dan bentuk penolakan atas kedaulatan negaranya.

Fakta Menarik

Dia diyakini sebagai penulis pidato Kim Jong-un dan pengarah strategis untuk momen-momen penting.

Beberapa pengamat menyebutnya sebagai calon penerus kekuasaan jika terjadi sesuatu terhadap Kim Jong-un.

Meskipun perannya penting, ia kerap tampil dengan gaya sederhana dan minim publikasi pribadi.

Kontributor : Maliana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Trump Teken Perintah Eksekutif Hidupkan Kembali Industri Batu Bara AS

Langkah Trump Teken Perintah Eksekutif Hidupkan Kembali Industri Batu Bara AS

News | Rabu, 09 April 2025 | 21:13 WIB

Trump Bikin Panas! Prabowo Siapkan Satgas Antisipasi Gelombang PHK di Indonesia

Trump Bikin Panas! Prabowo Siapkan Satgas Antisipasi Gelombang PHK di Indonesia

Video | Rabu, 09 April 2025 | 18:58 WIB

Ancaman Resesi dan PHK Massal Akibat Tarif Donald Trump: Apa Kabar Target Pertumbuhan 8 Persen?

Ancaman Resesi dan PHK Massal Akibat Tarif Donald Trump: Apa Kabar Target Pertumbuhan 8 Persen?

Liks | Rabu, 09 April 2025 | 16:42 WIB

Terkini

Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri

Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:41 WIB

7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas

7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras

Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:39 WIB

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:31 WIB

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:22 WIB

Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY

Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:17 WIB

BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara

BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:15 WIB

Identitas Masih Rahasia! Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan Ahli di Praperadilan Ijazah Palsu Jokowi

Identitas Masih Rahasia! Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan Ahli di Praperadilan Ijazah Palsu Jokowi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:08 WIB

STA Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mensos: Pahlawan Tak Harus Angkat Senjata

STA Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mensos: Pahlawan Tak Harus Angkat Senjata

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05 WIB

Korupsi Haji Meluas! Dito Ariotedjo Diperiksa Terkait Sprindik Baru Tersangka Pihak Swasta

Korupsi Haji Meluas! Dito Ariotedjo Diperiksa Terkait Sprindik Baru Tersangka Pihak Swasta

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:53 WIB

×