Diledek 'Gubernur Konten', Dedi Mulyadi Beri Balasan Menohok: Viral Terus, Tapi Belanja Iklan Turun

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 29 April 2025 | 18:51 WIB
Diledek 'Gubernur Konten', Dedi Mulyadi Beri Balasan Menohok: Viral Terus, Tapi Belanja Iklan Turun
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. [Tangkapan Layar]

Suara.com - Komisi II DPR RI menggelar rapat bersama seluruh kepala daerah di Indonesia membahas soal dana pusat ke daerah hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Salah satu yang hadir, yakni Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Bahkan, Dedi menjadi perhatian usai disebut sebagai 'Gubernur Konten'. Hal itu bermula ketika Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyebut Dedi dengan panggilan tersebut di dalam rapat.

"Yang saya hormati Bu Wamendagri, terima kasih banyak Ibu Wamen, dan seluruh gubernur yang hadir hari ini. Kang Dedi, 'Gubernur Konten'. Mantap nih Kang Dedi. Dan seluruh pejabat eselon I Kemendagri yang hadir. Bupati, wali kota via Zoom," kata Rudy.

Usai berkelakar soal hal itu, Rudy terus melanjutkan hal yang disampaikannya dalam rapat, terutama berkaitan dengan tema rapat.

Kemudian setelahnya, giliran Dedi Mulyadi mendapat giliran untuk berbicara dalam rapat memaparkan dengan memaparkan materinya.

Salah satunya, ia membalas ucapan Rudy terkait lontaran Gubernur Konten dalam rapat tersebut.

Dedi menegaskan, meski suka membuat konten ada hal yang positif yang didapatnya.

Dampak Positif

baca juga

Dedi mengakui bahwa aktivitas membuat konten yang dilakukannya berdampak positif, terutama soal anggaran belanja rutin iklan.

"Dan terakhir tadi, Pak Gubernur Kaltim mengatakan 'Gubernur Konten'. Alhamdulillah dari konten yang saya miliki itu bisa menurunkan belanja rutin iklan," ujarnya.

Bahan, ia mengklaim, Pemerintah Provinsi Jabar sebelumnya mengeluarkan uang sebesar Rp50 miliar hanya untuk iklan.

Namun, ia mengatakan, pihaknya kini berhasil mengeluarkan anggaran hanya Rp3 miliar saja.

"Biasanya iklan di Pemprov Jabar kerja sama medianya Rp50 miliar. Sekarang cukup Rp3 miliar tapi viral terus. Terima kasih," katanya.

Untuk diketahui, kebiasaan Dedi Mulyadi membuat konten video media social (medsos) dimulai saat masih aktif menjadi anggota legislatif.

Tangkap Layar Instagram @dedimulyadi71
Tangkap Layar Instagram @dedimulyadi71

Melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi Mulyadi merekam segala macam aktivitas kesehariannya baik bersama keluarga dan bertemu warga, hingga kegiatannya sebagai pejabat.

Tak heran kini kanal YouTube Dedi Mulyadi sudah memiliki 6,87 juta subscriber. Kehadiran Dedi Mulyadi di dunia YouTube mengundang prokontra. Ada yang menganggap Dedi menjadikan konten YouTube nya sebagai pencitraan.

Meski begitu, Dedi Mulyadi mengakui bahwa video yang terekam dan dipublikasikan di channel YouTube-nya sebagai bagian dari pencitraan.

"Ya benar itu pencitraan, karena setiap pejabat publik harus punya citra dan citra itu harus dilakukan konsisten, bukan pura-pura atau dadakan," kata Dedi beberapa waktu silam.

Ia mengakui ada prokontra terkait konten YouTube-nya. Bahkan tak sedikit yang menilai hal tersebut sebagai pencitraan.

"Jadi kalau ada orang yang bilang buat konten, saya mah tidak pernah bikin konten. Yang ada hanyalah perjalanan yang direkam oleh kamera kemudian diposting," katanya.

Mantan Bupati Purwakarta ini juga mengatakan, hal tersebut dilakukan karena kini sudah memasuki abad digital, sehingga setiap kegiatan dan pekerjaan bisa dilihat langsung oleh masyarakat.

Ketika ditanya tentang penilaian yang dilakukan sebagai bentuk pencitraan. Ia membenarkannya.

"Benar itu pencitraan, karena setiap pejabat publik harus punya citra dan citra itu harus dilakukan secara konsisten bukan pura-pura.

Ia mengatakan bahwa yang dilakukan saat ini sudah berlangsung sejak dirinya masih sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, dan bukan baru-baru ini.

“Hidup saya dari dulu begini tanpa skenario, tanpa teks, tanpa konsep. Saguluyurna weh, nuturkeun indung suku, mengikuti ibu jari kalau dalam kehidupan fokus dan konsisten,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dedi Mulyadi Balas Kritik Soal Pelajar Bermasalah Masuk Barak TNI: Bukan Latihan Perang-perangan!

Dedi Mulyadi Balas Kritik Soal Pelajar Bermasalah Masuk Barak TNI: Bukan Latihan Perang-perangan!

News | Selasa, 29 April 2025 | 18:13 WIB

Ungkap Kriteria Pelajar yang Dikirim ke Barak, Dedi Mulyadi: Tukang Tawuran dan Main Mobile Legend

Ungkap Kriteria Pelajar yang Dikirim ke Barak, Dedi Mulyadi: Tukang Tawuran dan Main Mobile Legend

News | Selasa, 29 April 2025 | 17:32 WIB

Dedi Mulyadi Jadikan KB Vasektomi Syarat Utama Terima Bantuan Sosial, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Jadikan KB Vasektomi Syarat Utama Terima Bantuan Sosial, Ini Alasannya

News | Selasa, 29 April 2025 | 14:28 WIB

Terkini

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

×