Cerita Agam Rinjani Melihat Sosok Hantu Dan Pengalaman Horor di Gunung

Eviera Paramita Sandi

Jum'at, 04 Juli 2025 | 16:46 WIB
Cerita Agam Rinjani Melihat Sosok Hantu Dan Pengalaman Horor di Gunung
Abdul Haris Agam, atau lebih dikenal dengan nama Agam Rinjani [Suara.com/Istimewa]

Suara.com - Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan puncaknya yang menantang dan keindahan Danau Segara Anak, adalah surga bagi para pendaki.

Namun, di balik pesonanya yang megah, tersimpan berbagai kisah yang tak kasat mata.

Bagi Agam Rinjani, yang sudah menjadi pemandu dan porter berpengalaman dan telah mendedikasikan hidupnya untuk gunung ini, Rinjani bukan hanya soal jalur pendakian dan pemandangan, tetapi juga tentang dunia lain yang kerap menampakkan diri.

Selama lebih dari satu dekade mengantar tamu domestik dan mancanegara, pengevakuasi jenazah Juliana Marins ini telah mengumpulkan segudang pengalaman.

Namun, yang paling melekat dalam ingatannya adalah pertemuannya dengan hal-hal mistis yang sulit dijelaskan oleh nalar.

Ia mengaku, pengalaman ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk mengingatkan bahwa setiap pendaki harus menjaga adab dan rasa hormat saat memasuki "rumah" orang lain.

Salah satu pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan adalah saat mendengar suara keramaian di tempat yang seharusnya sunyi.

Peristiwa ini terjadi di sekitar jalur pendakian yang sepi setelah aktivitas vulkanik beberapa tahun silam.

"Waktu itu suasana sepi sekali setelah letusan, kami sedang beristirahat di dekat pos. Tiba-tiba, saya mendengar suara riuh seperti pasar. Ramai sekali, ada yang tawar-menawar, ada suara gamelan lirih," ungkap Agam di podcast Deddy Corbuzier yang diakses pada Jumat (4/7/2025).

baca juga

Awalnya ia mengira itu rombongan lain, tetapi setelah diperiksa, tidak ada siapa pun.

"Suara itu hilang begitu saja. Kata orang tua dulu, itu 'pasar hantu', tempat makhluk gaib beraktivitas. Kami hanya bisa berdoa dan melanjutkan perjalanan esok harinya," tambahnya.

Pengalaman mistis lainnya yang dialami Agam adalah ketika ia melihat sosok misterius di tengah kabut tebal.

Menjadi seorang pemandu gunung berarti harus siap menghadapi cuaca ekstrem, termasuk kabut yang bisa membatasi jarak pandang hingga beberapa meter saja.

Dalam kondisi seperti itulah ia merasakan kehadiran entitas lain.

"Pernah juga saya melihat sosok putih berjalan di depan saya di tengah kabut tebal. Awalnya saya kira pendaki lain yang tersesat, jadi saya panggil. Tapi sosok itu tidak menoleh, terus berjalan, lalu hilang begitu saja saat kabut sedikit menipis," tutur Agam dengan sorot mata serius.

Ia tidak merasa takut, melainkan lebih kepada rasa takjub dan pengingat bahwa mereka tidak pernah benar-benar sendirian di gunung.

Bagi Agam Rinjani, kisah-kisah ini adalah bagian tak terpisahkan dari pengabdiannya.

Ia percaya bahwa gunung memiliki "penjaga"-nya sendiri.

Pengalaman bertemu hantu atau merasakan hal mistis di gunung bukanlah horor, melainkan sebuah pelajaran.

Pelajaran untuk selalu rendah hati, menjaga ucapan, dan menghormati alam beserta seluruh isinya, baik yang terlihat maupun yang tidak.

Karena bagi para pendaki sejati, gunung adalah tempat untuk mencari ketenangan, bukan menantang kekuatan gaib.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Kasus Juliana Marins di Rinjani, Raja Juli Antoni : Kita Tidak Boleh Berjudi Dengan Nyawa

Usai Kasus Juliana Marins di Rinjani, Raja Juli Antoni : Kita Tidak Boleh Berjudi Dengan Nyawa

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 16:15 WIB

Agam Rinjani Sudah Janji Tak Turun Lagi, Tapi Kasus Juliana Marins Berbeda Karena Hal Ini

Agam Rinjani Sudah Janji Tak Turun Lagi, Tapi Kasus Juliana Marins Berbeda Karena Hal Ini

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 15:59 WIB

Perang Rating Rinjani vs Amazon Memanas, Kemenpar: Jangan Balas!

Perang Rating Rinjani vs Amazon Memanas, Kemenpar: Jangan Balas!

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 15:44 WIB

Terkini

Bukan Dicabut, Menkum Ungkap Fakta Sebenarnya Soal Hak Cipta Sound Horeg

Bukan Dicabut, Menkum Ungkap Fakta Sebenarnya Soal Hak Cipta Sound Horeg

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:13 WIB

Gus Ipul Sambangi dan Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Solok

Gus Ipul Sambangi dan Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Solok

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:12 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Bikin Senang Buruh, PHK Massal Tak Akan Terjadi Lagi

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Bikin Senang Buruh, PHK Massal Tak Akan Terjadi Lagi

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:12 WIB

Tidak Selalu Harus Hadir: Mengapa Memberi Ruang dalam Relasi Itu Penting?

Tidak Selalu Harus Hadir: Mengapa Memberi Ruang dalam Relasi Itu Penting?

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Nusron Wahid Absen Pemeriksaan KPK, Berdalih Ada Agenda Internal

Nusron Wahid Absen Pemeriksaan KPK, Berdalih Ada Agenda Internal

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Prabowo Buka Peluang Pengguna Kacamata Masuk TNI-Polri, Asal Punya Syarat Ini

Prabowo Buka Peluang Pengguna Kacamata Masuk TNI-Polri, Asal Punya Syarat Ini

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Kompleks DPR hingga MK di IKN Ditargetkan Rampung 2028

Kompleks DPR hingga MK di IKN Ditargetkan Rampung 2028

Foto | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Dukung MotoGP Jepang 2026 Motul Amankan Kemitraan Hingga 2030

Dukung MotoGP Jepang 2026 Motul Amankan Kemitraan Hingga 2030

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Jangan Sampai Kecolongan, DPRD DKI Minta Dinkes Gencarkan Skrining Influenza A

Jangan Sampai Kecolongan, DPRD DKI Minta Dinkes Gencarkan Skrining Influenza A

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Ratifikasi UNCAC Bukan Berarti Illicit Enrichment Otomatis Berlaku di Indonesia

Ratifikasi UNCAC Bukan Berarti Illicit Enrichment Otomatis Berlaku di Indonesia

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:03 WIB

×