Rombongan Kyai Semarang Bacakan Sholawat di Rumah Jokowi, Hersubeno : Merasa Terdzolimi?

Eviera Paramita Sandi

Rabu, 13 Agustus 2025 | 19:55 WIB
Rombongan Kyai Semarang Bacakan Sholawat di Rumah Jokowi, Hersubeno : Merasa Terdzolimi?
Suasana jalan menuju kediaman pribadi Jokowi di Jalan Kutai Utara I, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo. [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]

Suara.com - Wartawan senior Hersubeno Arief mengaku mendapat banyak kiriman berita soal kunjungan seorang Kyai dan para jemaahnya ke kediaman Presiden ke – 7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Jawa Tengah.

Hal yang membuat Hersu merasa janggal yakni karena para jemaah membacakan Shalawat Asyghil untuk Jokowi.

“Saya bingung melihat video-video Pak Jokowi didatangi oleh kyai bersama jemaahnya dan membacakan Shalawat Asyghil,” ujar Hersu, dikutip dari youtubenya, Rabu (13/8/25).

Hersu mengaku heran, lantaran Shalawat Asyghil tersebut pernah dibacakan oleh orang – orang yang merasa terdzolimi dimasa pemerintahan Jokowi.

“Bukannya Shalawat ini selama ini menjadi trademark dari kelompok perjuangan yang pada waktu itu mereka merasa tidak berdaya menghadapi kezaliman di era Pak Jokowi. Pada waktu itu jalan keluarnya ya mereka mengadukan pada Allah dengan membacakan Shalawat Asyghil,” urainya.

Hersu kemudian mengatakan apakah Shalawat tersebut dimaksudkan untuk Jokowi yang kini merasa terdzolimi karena kasus ijazah palsu hingga pemakzulan putranya.

“Saya tidak tahu apakah ini memang request dari Pak Jokowi atau si kyainya itu, dan merasa bahwa Pak Jokowi ini sekarang sedang didzolimi oleh mereka-mereka yang mempersoalkan ijazah palsunya hingga soal pemakzulan Gibran, jadi kemudian ia bacakan shalawat Asyghil,” terangnya.

Pasalnya, menurut Hersu, jika Shalawat Asyghil tersebut salah penerapannya maka efeknya akan ganda untuk Jokowi.

“Karena ini kalau sampai salah ya penerapannya, bacaannya ini, efeknya jadi berganda untuk Pak Jokowi. Karena selama ini kebanyakan Shalawat Asyghil itu dibacakan ya untuk kedzoliman yang dilakukan rezimnya penguasa Jokowi,” ucapnya.

baca juga

Senada dengan Hersu, Wartawan senior Agi betha juga merasa ganjal dengan bacaan Shalawat Asyghil untuk Jokowi baru-baru ini.

Tak hanya kali ini, Agi menyebut bahwa sudah banyak kelompok islam yang berdatangan ke rumah Jokowi.

“Sebelum para jamaah dari Semarang ini yang dipimpin oleh Kyai Haji Abdul Khaliq kalau tidak salah, ada juga dari Madrasah Aliyah, dari grup musik islam, jamaah masjid apa gitu, itu datang kesana (Rumah Jokowi),” ujar Agi.

Mereka berdatangan memberikan doa khusus untuk Jokowi. Namun yang menyita perhatiannya adalah pembacaan Shalawat Asyghil dari rombongan Semarang.

“Rombongan dari Semarang ini sebetulnya membacakan ada doa yang lain, ada doa dalam Bahasa Indonesia menginginkan keselamatan pada Pak Jokowi, fitnah-fitnah itu supaya lepas dari Pak Jokowi, kemudian panjang umur, sehat dan sebagainya,” urainya.

“Tapi yang paling menonjol ini adalah shalawat Asyghil tersebut,” tambahnya.

Agi menerangkan bahwa orang awam memahami makna Shalawat Asyghil ini setelah adanya Aksi 212 sebagai tanda pasrah lantaran telah terdzolimi.

“Orang tahu makna Shalawat Asyghil ini seingat saya pada saat 212, 2016 kalau tidak salah. Dan setiap peringatan setiap tahunnya ini yang selalu dibacakan,” ujarnya.

“Bagaimana kita tahu 212 itu semangatnya adalah semangat dari para oposisi yang menyuarakan ketidak berdayaan, mereka sudah berusaha begini begitu tapi ternyata pemimpinnya dzolim. Dan pemimpin yang disebut dzolim siapa lagi kalau bukan Pak Jokowi,” imbuhnya.

Agi kemudian menerangkan bahwa betapa sakralnya shalawat Asyghil itu saat aksi 212, lantaran harus terus dibaca tanpa henti.

“Dulu itu sampai tidak boleh lepas membaca shalawat itu, saya kan pernah liputan juga dulu. Dipesankan oleh para Ulama yang Ketika itu hadir, bahwa sesudah pulang dari sini jangan lepas dari shalawat ini,” ujarnya.

“Jadi supaya orang dzolim dengan orang dzolim (Pemimpin dzolim) mereka disibukkan satu sama lain diantara mereka sendiri, sehingga mereka lupa kepada kita (rakyat yang didzolimi) karena mereka saling bertengkar sendiri,” tambahnya.

Agi mengatakan bahwa Shalawat Asyghil dalam Aksi 212 pada waktu itu ditujukan untuk Jokowi dan kroni-kroninya yang mendzolimi.

“Itu dulu ditujukan pada Pak Jokowi dan juga kroni-kroni Pak Jokowi yang mendzolimi,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kader PDIP Ini Bongkar Data soal Ijazah Jokowi yang Diperdebatkan

Kader PDIP Ini Bongkar Data soal Ijazah Jokowi yang Diperdebatkan

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 19:41 WIB

Bela Abraham Samad di Kasus Ijazah Jokowi, Said Didu: Saya Siap Perang Lawan Dinasti Solo!

Bela Abraham Samad di Kasus Ijazah Jokowi, Said Didu: Saya Siap Perang Lawan Dinasti Solo!

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:34 WIB

Puluhan Emak-emak 'Kepung' Polda Metro, Dukung Abraham Samad Lawan Kasus Ijazah Jokowi!

Puluhan Emak-emak 'Kepung' Polda Metro, Dukung Abraham Samad Lawan Kasus Ijazah Jokowi!

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 12:26 WIB

Terkini

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:45 WIB

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:31 WIB

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:14 WIB

Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend

Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:06 WIB

Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital

Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:57 WIB

Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang

Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:56 WIB

HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan

HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:48 WIB

Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:56 WIB

Kado HUT Bhayangkara ke-80, Polda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi

Kado HUT Bhayangkara ke-80, Polda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:10 WIB

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

×