Baca 10 detik
- BMKG mengumumkan Indonesia kini dalam masa peralihan dari kemarau ke hujan, meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir.
- Puncak musim hujan diprediksi maju dari biasanya, terjadi pada November–Desember 2025 (Sumatra & Kalimantan) dan Januari–Februari 2026 (Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua). Waspada La Niña lemah yang dapat menambah curah hujan.
Kondisi La Niña ini dapat berkontribusi pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada pada fase Negatif dan diprediksi akan bertahan hingga November 2025, yang juga dapat memengaruhi pola curah hujan di Tanah Air.
Mengingat prediksi curah hujan yang lebih lama dan potensi pemicu iklim seperti La Niña, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci untuk memitigasi risiko bencana banjir dan longsor di masa transisi ini.