Warga Sudah Resah dan Gelisah, PKS Minta Pramono Tak Gegabah Normalisasi Kali Krukut

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 13 November 2025 | 13:04 WIB
Warga Sudah Resah dan Gelisah, PKS Minta Pramono Tak Gegabah Normalisasi Kali Krukut
Pramono Anung saat blusukan ke bantaran Kali Krukut, Selasa (15/10/2024). (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • Sejumlah warga disebut merasa resah dan gelisah lantaran adanya rencana tersebut.
  • Keresahan itu muncul karena warga khawatir proyek normalisasi akan berdampak langsung terhadap tempat tinggal mereka.
  • Yani meminta agar Pemprov DKI segera turun ke lapangan untuk memberikan sosialisasi dan memastikan hak-hak warga tetap terlindungi.

Suara.com - Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menormalisasi aliran Kali Krukut di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tak langsung mendapatkan persetujuan dari warga setempat.

Anggota Fraksi PKS Achmad Yani mengatakan, sejumlah warga disebut merasa resah dan gelisah lantaran adanya rencana tersebut.

"Kemarin saya hadir dalam reses di RW 11, kemudian ada juga RW 5 Kelurahan Pela Mampang, yang kebetulan mereka tinggal di pinggir Kali Krukut itu. Dengan ungkapan Pak Gubernur, mereka resah dan gelisah," kata Yani kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

Menurut Yani, keresahan itu muncul karena warga khawatir proyek normalisasi akan berdampak langsung terhadap tempat tinggal mereka.

Terlebih, sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari Pemprov DKI Jakarta mengenai detail proyek, termasuk siapa saja yang akan terdampak.

Yani meminta agar Pemprov DKI segera turun ke lapangan untuk memberikan sosialisasi dan memastikan hak-hak warga tetap terlindungi.

Ia menekankan, jangan sampai program penanggulangan banjir justru menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat kecil.

"Pesan-pesan mereka adalah, tolong lakukan sosialisasi, diinformasikan kepada warga masyarakat," ungkapnya.

Politikus PKS itu juga menyampaikan aspirasi warga yang meminta agar Pemprov DKI tidak hanya memberikan ganti rugi atas lahan yang terkena proyek, melainkan ganti untung.

baca juga

Prinsip ini, kata Yani, penting agar warga bisa kembali menata kehidupan dengan layak setelah tergusur proyek normalisasi.

"Andaikan mereka nanti terkena tanahnya, rumahnya, pembebasan tanah karena keperluan normalisasi Kali Krukut yang panjangnya 1,3 kilometer itu, mereka meminta agar bisa mendapatkan ganti untung, bukan ganti rugi," ungkapnya.

Selain kompensasi yang layak, warga juga berharap pemerintah menyiapkan opsi relokasi yang manusiawi. Yani menekankan pentingnya menyiapkan hunian pengganti seperti rumah susun bagi warga terdampak agar mereka tidak kehilangan tempat tinggal.

"Ini tolong menjadi perhatian juga oleh Pak Gubernur, agar warga masyarakat yang memang terkena dampak dari pembebasan tanah Kali Krukut bisa membeli di tempat lain, atau juga ada yang memang dipersiapkan rusun untuk mereka," tutup Yani.

Sebelumnya, pada Jumat (7/11), Pramono meninjau langsung kondisi Kali Krukut di Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru.

Dalam kunjungannya, ia menyoroti penyempitan aliran sungai yang kerap memicu banjir di wilayah Jakarta Selatan, terutama kawasan Kemang dan sekitarnya.

"Karena saya tinggal tidak jauh dari sini, saya tahu betul bagaimana dampaknya. Dan hari ini saya melihat langsung salah satu titik penyebab utama banjir, karena aliran sungainya sudah tidak normal," ujar Pramono.

Petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat melakukan pengerukan lumpur di aliran anak Kali Krukut, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (22/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat melakukan pengerukan lumpur di aliran anak Kali Krukut, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (22/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menilai banyak bangunan berdiri di atas badan sungai sehingga menghambat aliran air. Karena itu, Pemprov DKI bakal menormalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer.

"Sepanjang 1,3 kilometer akan kita normalisasi. Kalau tidak dilakukan, apapun upaya seperti pengerukan dan penggalian tidak akan cukup. Dampaknya, bila di sini banjir, kawasan Kemang Village, Kem Chicks, dan sekitarnya pasti ikut terdampak, karena airnya tidak bisa turun dan mengalir," jelasnya.

Pemprov DKI menargetkan proyek ini mulai dikerjakan pada 2026, diawali dengan penetapan lokasi (penlok) pembebasan lahan seluas 1,52 hektare yang mencakup 65 bidang tanah.

Penanganan Kali Krukut ini juga akan dikerjakan bersamaan dengan Kali Mampang, yang bermuara di belakang Museum Satria Mandala, sebagai bagian dari upaya besar pengendalian banjir di Jakarta Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diprotes Dewan, Pramono Bantah Ada Pemangkasan Anggaran Subsidi Pangan di 2026

Diprotes Dewan, Pramono Bantah Ada Pemangkasan Anggaran Subsidi Pangan di 2026

News | Rabu, 12 November 2025 | 18:36 WIB

Tindak Setegas-tegasnya! Geram Gubernur Pramono Soal 3 Karyawan Transjakarta Dilecehkan

Tindak Setegas-tegasnya! Geram Gubernur Pramono Soal 3 Karyawan Transjakarta Dilecehkan

News | Rabu, 12 November 2025 | 18:20 WIB

Prabowo Pangkas Rp15 Triliun, Tunjangan ASN DKI dan KJP Aman? Ini Janji Tegas Gubernur!

Prabowo Pangkas Rp15 Triliun, Tunjangan ASN DKI dan KJP Aman? Ini Janji Tegas Gubernur!

News | Rabu, 12 November 2025 | 07:31 WIB

Pramono Dukung Penuh Penggeledahan Sudin PPKUKM Jaktim: Tidak Ada Menahan-Nahan Sama Sekali!

Pramono Dukung Penuh Penggeledahan Sudin PPKUKM Jaktim: Tidak Ada Menahan-Nahan Sama Sekali!

News | Selasa, 11 November 2025 | 15:45 WIB

Terkini

Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan

Naik Pitam! Roy Suryo Semprot Pendukung Jokowi yang Mau Intervensi Sidang Praperadilan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:11 WIB

Dibalik Mandatori Biodiesel Sawit B50, Potensi Deforestasi Setara 22 Kali Luas Jakarta Mengintai

Dibalik Mandatori Biodiesel Sawit B50, Potensi Deforestasi Setara 22 Kali Luas Jakarta Mengintai

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:06 WIB

Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM

Tragedi Latsarmil Kopdes, Komnas HAM Didesak Investigasi Program Pemerintah Berpotensi Langgar HAM

News | Senin, 29 Juni 2026 | 14:04 WIB

PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!

PKB Tak Toleransi: Ancam Sanksi Tegas Anggota DPRD TTU yang Mabuk dan Intimidasi dr Icha!

News | Senin, 29 Juni 2026 | 13:58 WIB

MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta

MagangHub Angkatan II Dibuka, Pemerintah Sediakan 150 Ribu Kuota dan Uang Saku hingga Rp 6 Juta

News | Senin, 29 Juni 2026 | 13:58 WIB

Ekonomi Indonesia Bak Timnas di Piala Dunia, Mensesneg: Semua Lini Harus Kompak

Ekonomi Indonesia Bak Timnas di Piala Dunia, Mensesneg: Semua Lini Harus Kompak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 13:50 WIB

Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa

Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:59 WIB

Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:51 WIB

Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar

Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:39 WIB

Ribuan Pengungsi di Indonesia Belasan Tahun Tanpa Kejelasan, Ini Penjelasan UNHCR

Ribuan Pengungsi di Indonesia Belasan Tahun Tanpa Kejelasan, Ini Penjelasan UNHCR

News | Senin, 29 Juni 2026 | 12:33 WIB

×