Rocky Gerung Sebut Kritik Netizen Sebagai Alarm Demokrasi untuk Presiden Prabowo

Vania Rossa

Selasa, 23 Desember 2025 | 15:14 WIB
Rocky Gerung Sebut Kritik Netizen Sebagai Alarm Demokrasi untuk Presiden Prabowo
Pengamat politik Rocky Gerung [Tangkap Layar]
baca 10 detik
  • Rocky Gerung mengamati evaluasi publik terhadap Presiden Prabowo menuntut kepemimpinan otentik dan jujur.
  • Masyarakat mengharapkan iklim politik sehat serta persaingan terbuka dan adil menjelang kontestasi 2029.
  • Kritik netizen merupakan alarm agar Prabowo tampil otentik tanpa bayang-bayang manipulasi pemilu.

Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung kembali menyampaikan analisis kritisnya terkait dinamika politik nasional melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official. Kali ini, ia menyoroti bagaimana gelombang evaluasi dari publik—mulai dari netizen hingga jurnalis—kian menyatu menjadi tuntutan besar akan kepemimpinan yang jujur dan otentik di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Rocky, sorotan publik saat ini telah melampaui persoalan individu atau jabatan tertentu. Evaluasi tersebut, kata dia, mencerminkan harapan agar Presiden Prabowo mampu melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalu yang dianggap manipulatif dan menunjukkan kejujuran politik secara utuh.

“Bahwa pada akhirnya wacana evaluasi netizen, evaluasi jurnalis bahkan, itu mulai menyatu di dalam satu paket pikiran, yaitu yang bermasalah bukan sekadar wakil presidennya yang disebut fufufafa, tapi juga presidennya akhirnya kan Pak Prabowo itu kita mesti terima itu sebagai kejujuran evaluasi dari mereka yang menginginkan ada satu sikap yang sungguh-sungguh otentik dari Presiden,” ujar Rocky Gerung, dikutip Selasa (23/12/2025).

Rocky menilai masyarakat mendambakan iklim politik yang sehat, di mana kompetisi kepemimpinan ke depan tidak lagi dikunci oleh kepentingan tertentu. Ia menekankan pentingnya ruang demokrasi yang terbuka dan adil, terutama menjelang kontestasi politik 2029.

“Sikap yang memungkinkan netizen merasa bahwa di 2029 persaingan akan betul-betul terbuka secara demokratis,” lanjutnya.

Lebih jauh, Rocky menegaskan bahwa kualitas demokrasi semestinya diukur dari sejauh mana ruang bagi generasi muda dibuka untuk berkompetisi secara sehat melalui gagasan dan kapasitas.

“Persaingan yang didasarkan pada kapasitas dari masing-masing anak muda untuk duel secara politis secara argumentatif di 2029,” tegas Rocky.

Pesimisme Anak Muda dan Bayang-bayang Manipulasi

Namun demikian, Rocky mengungkapkan kegelisahannya terhadap kondisi politik saat ini yang justru memunculkan pesimisme di kalangan anak muda. Ia melihat adanya kekhawatiran bahwa jalur kepemimpinan nasional telah dimanipulasi sejak awal, sehingga meruntuhkan semangat generasi muda untuk terlibat aktif dalam politik.

baca juga

“Nah, sekarang itu yang tidak ada tuh anak-anak muda ini pesimis bahwa buat apa mereka belajar politik? Buat apa mereka sungguh-sungguh ingin jadi pemimpin? Kalau dari awal gap-nya sudah terbentuk, bahkan keinginan mereka untuk saling memanfaatkan kemampuan dan menguji dari sekarang, akhirnya patah karena menganggap bahwa toh nanti di 2029 seseorang yang sekarang kedudukannya sebagai wakil presiden akan dieluk-elukkan dengan cara yang manipulatif untuk jadi presiden,” jelasnya.

Kritik Netizen sebagai Alarm Demokrasi

Dalam pandangan Rocky, kritik yang dilayangkan netizen terhadap Presiden Prabowo seharusnya dipahami sebagai masukan yang objektif dan jujur, bukan sebagai bentuk kebencian personal.

“Jadi kita mesti fair mengatakan bahwa kritik dari netizen terhadap Presiden Prabowo juga ada kritik yang jujur,” katanya.

Ia menegaskan, kritik tersebut lahir dari harapan agar Presiden Prabowo mampu tampil sebagai pemimpin yang benar-benar bersih dan tidak terus dibayangi oleh apa yang ia sebut sebagai “karat konstitusi”, akibat proses pemilu yang dinilai bermasalah sejak di Mahkamah Konstitusi.

“Bukan karena mereka membenci Presiden Prabowo, tapi mereka ingin supaya Presiden Prabowo itu terlihat sebagai pemimpin yang otentik, yang tidak dibayang-bayangi oleh semacam bukan sekadar kecelakaan, tapi manipulasi pemilu yang dimulai dari Mahkamah Konstitusi yang mengakibatkan orang akhirnya menganggap bahwa oke yang kita pilih akhirnya tidak mampu untuk membersihkan diri dari bukan sekadar racun dari karat boleh kita sebut karat konstitusi,” papar Rocky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hotman Paris Pamer Hampers Natal Unik dari Presiden Prabowo, Isinya Bikin Salfok

Hotman Paris Pamer Hampers Natal Unik dari Presiden Prabowo, Isinya Bikin Salfok

Entertainment | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:37 WIB

Beban Prabowo Menurut Rocky Gerung: Isu Fufufafa Hantui Publik, Audit Ekologi Nasional Mendesak

Beban Prabowo Menurut Rocky Gerung: Isu Fufufafa Hantui Publik, Audit Ekologi Nasional Mendesak

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:00 WIB

Sentil Pejabat yang 'Flexing', Rocky Gerung Sebut Prabowo Perlu Sosok Jujur untuk Kendalikan Bencana

Sentil Pejabat yang 'Flexing', Rocky Gerung Sebut Prabowo Perlu Sosok Jujur untuk Kendalikan Bencana

News | Senin, 22 Desember 2025 | 13:54 WIB

Terkini

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB