- Wakapolri memonitoring arus lalu lintas Nataru 2025/2026 di Bekasi, menyatakan situasi keamanan umum terpantau aman dan kondusif.
- Operasi Lilin 2025 diperpanjang menjadi KRYD hingga 5 Januari 2026 guna mengantisipasi puncak arus balik masyarakat.
- Polri melibatkan 146.701 personel gabungan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengelola 4,7 juta kendaraan keluar-masuk Jakarta.
Suara.com - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo memonitoring arus lalu lintas libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Command Center Tollroad Jasa Marga, Jatiasih, Bekasi.
Dedi menyampaikan, secara umum situasi kamtibmas dan arus lalu lintas selama periode Nataru terpantau aman dan kondusif.
“Operasi Lilin 2025 yang berakhir pada 2 Januari 2026 akan dilanjutkan dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) hingga 5 Januari 2026,” kata Dedi, dalam keterangannya, Jumat (2/1/2025).
“Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi arus balik masyarakat yang diprediksi mencapai puncaknya pada 4 Januari 2026,” imbuhnya.
Berdasarkan data sementara sebanyak 2,9 juta kendaraan keluar dari Jakarta dan 2,8 juta kendaraan masuk kembali ke Jakarta selama periode Nataru.
Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 4,7 juta kendaraan telah keluar-masuk Jakarta melalui empat gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Cikupa, Ciawi, Kalihurip Utama, dan Cikampek Utama.
Dedi mengaku, untuk mengantisipasi kepadatan arus balik, pihaknya telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, mulai dari ganjil-genap, contraflow, hingga one way.
Seluruh kebijakan tersebut terus disosialisasikan secara masif agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Dedi juga menuturkan selama Operasi Lilin 2025, Polri melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari personel Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Libur Natal, KAI Daop 1 Jakarta Layani 44 Ribu Penumpang Hari Ini
Selain itu, disiagakan 2.903 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu, serta pengamanan terhadap puluhan ribu objek vital di seluruh wilayah.
Dedi juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan layanan hotline 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan.