Sentuhan Humanis di Depan Kedubes AS, Polwan Polres Jakpus Sambut Pendemo sebagai Pejuang Aspirasi

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:43 WIB
Sentuhan Humanis di Depan Kedubes AS, Polwan Polres Jakpus Sambut Pendemo sebagai Pejuang Aspirasi
Sejumlah polisi wanita (polwan) dari Polres Metro Jakarta Pusat terlihat berdiri di dekat Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026). (Suara.com/Dinda)
baca 10 detik
  • Polwan Polres Metro Jakarta Pusat mengimbau peserta aksi unjuk rasa damai di dekat Kedubes Amerika Serikat pada Selasa (6/1/2026).
  • Massa aksi dari HMI dan GEBRAK mengecam keras kebijakan Donald Trump terkait agresi militer Venezuela.
  • Demonstran menuntut pengembalian kedaulatan Venezuela dan mengancam membawa isu ini kepada Presiden RI.

Suara.com - Sejumlah polisi wanita (polwan) dari Polres Metro Jakarta Pusat terlihat berdiri di dekat Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026).

Mereka membentangkan spanduk besar berwarna biru bertuliskan imbauan kepada peserta aksi unjuk rasa.

Spanduk tersebut bertuliskan, “SELAMAT DATANG PEJUANG ASPIRASI. SAMPAIKAN PENDAPAT DENGAN TERTIB, KAMI SIAP MELAYANI.”

Pemandangan ini terlihat saat massa aksi dari berbagai elemen seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) hingga Gabungan Buruh Serikat Indonesia mulai berdatangan ke titik aksi.

Kehadiran polwan dengan spanduk itu menjadi bagian dari upaya aparat untuk menciptakan suasana yang kondusif sekaligus memberikan pesan bahwa penyampaian pendapat di muka umum tetap difasilitasi, selama dilakukan secara damai dan tertib.

Selain itu, di sekitar lokasi, barikade polisi sudah disiagakan, namun situasi terpantau terkendali.

Kecam Donald Trump

Massa aksi menyuarakan kecaman keras terhadap langkah politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dinilai melakukan agresi militer dan penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para demonstran membentangkan spanduk besar bertuliskan tuntutan agar Amerika Serikat mengembalikan kedaulatan Venezuela dari segala fitnah dan aksi blunder militer.

baca juga
Aksi unjuk rasa digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Aksi unjuk rasa digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026). (Suara.com/Adiyoga)

"Jadi, hari ini kami menyampaikan suatu problem yang terjadi di Amerika dan Venezuela," ujar Ali selaku perwakilan peserta aksi dari kader HMI Jakarta.

Ali menegaskan bahwa segala bentuk penindasan di atas dunia harus ditiadakan, sesuai dengan amanat konstitusi Republik Indonesia.

"Kami merasa sangat prihatin terhadap kebijakan yang kemudian diambil oleh seorang Donald Trump untuk menangkap presiden Venezuela," tegasnya.

Kebijakan sepihak yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat juga dianggap mencederai tatanan hukum internasional yang berlaku secara global.

"Ini adalah salah satu langkah yang kemudian mencederai hukum internasional," tambah Ali, di tengah riuhnya massa yang membawa atribut 'Save Venezuela'.

HMI meyakini jika persoalan ini terus diabaikan, maka berbagai negara di dunia akan ikut menyuarakan penolakan serupa terhadap tindakan arogan tersebut.

Aksi unjuk rasa digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Aksi unjuk rasa digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026). (Suara.com/Adiyoga)

"Ini ketika Donald Trump tidak mementingkan masalah ini, saya percaya seluruh negara akan menyuarakan hal yang sama tentang apa yang kami sampaikan," kata Ali.

Demonstran turut mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar sidang darurat demi mengonsolidasi perdamaian dunia di kawasan Amerika Latin.

Apabila pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat tidak menggubris tuntutan tersebut, HMI akan membawa persoalan ini ke Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

"Mungkin ketika tuntutan kami tidak dijawab oleh Kedubes Amerika, salah satu langkah strategis yang kemudian kami ambil, kami akan meminta kepada Presiden Prabowo untuk mengangkat persoalan Venezuela ini juga," pungkas Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo di Depan Kedubes AS Sempat Buat Lalu Lintas Tersendat

Demo di Depan Kedubes AS Sempat Buat Lalu Lintas Tersendat

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 16:12 WIB

Ada Aksi Demonstrasi di Depan Kedubes AS, Kecam Donald Trump Soal Agresi Militer di Venezuela

Ada Aksi Demonstrasi di Depan Kedubes AS, Kecam Donald Trump Soal Agresi Militer di Venezuela

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:45 WIB

Daftar 4 Negara 'Bidikan' AS Setelah Venezuela

Daftar 4 Negara 'Bidikan' AS Setelah Venezuela

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 12:54 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

×