Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat

M Nurhadi

Kamis, 05 Februari 2026 | 14:13 WIB
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Gatot Nurmantyo mengkritik kehadiran Wakil Ketua DPR Dasco saat pengumuman Kabinet Merah Putih, mengindikasikan adanya pengawasan terhadap Presiden Prabowo.
  • Yudi Syamhudi Suyuti menilai kritik Gatot kurang memahami dinamika politik serta menganggap kehadiran Dasco adalah konvensi ketatanegaraan baru.
  • Kehadiran Dasco simbolis menunjukkan keterlibatan legislatif dalam pemerintahan baru sebagai bentuk transparansi dan batasan kekuasaan eksekutif.

Suara.com - Pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo terhadap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dinilai salah kaprah.

Polemik itu bermula dari Gatot yang menyorot kehadiran Dasco saat pengumuman susunan Kabinet Merah Putih.

Gatot melontarkan pertanyaan terbuka mengenai urgensi serta peran Dasco yang berdiri mendampingi Prabowo, saat mengumumkan nama-nama pembantunya di pemerintahan.

Pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram Refly Harun itu, Gatot menilai kehadiran Dasco bukan sekadar pendampingan seremonial, melainkan ada indikasi untuk mengawasi Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil keputusan atau menyampaikan pengumuman penting tersebut.

Salah satu tanggapan paling tajam datang dari Koordinator Presidium Nasional Fraksi Rakyat, Yudi Syamhudi Suyuti.

Yudi menilai, cara pandang Gatot terhadap kehadiran pimpinan DPR di samping Presiden menunjukkan adanya keterbatasan dalam memahami dinamika politik kontemporer.

Presiden Negara Rakyat Nusantara Yudi Syamhudi Suyuti (YouTube)
Koordinator Presidium Nasional Fraksi Rakyat, Yudi Syamhudi Suyuti.

Tak hanya itu, kata dia, penilaian Gatot itu menunjukkan ketidakmampuan melihat praktik kenegaraan yang sedang dibangun oleh pemerintahan baru.

"Pernyataan Pak Gatot itu justru memperlihatkan kurang luasnya pemahaman politik dan praktik kenegaraan yang berkembang saat ini," kata Yudi, Kamis (5/2/2026).

Simbolisme Politik dan Konvensi Ketatanegaraan Baru

baca juga

Yudi menyampaikan, kritik yang dilontarkan Gatot sebenarnya tidak memiliki dampak signifikan terhadap posisi maupun kredibilitas Dasco.

Sebaliknya, Yudi memandang kehadiran Dasco di sisi Presiden Prabowo sebagai sebuah langkah politik yang positif dan inovatif.

Meskipun ia mengakui bahwa secara historis hal ini belum pernah terjadi dalam proses kenegaraan presiden-presiden sebelumnya di Indonesia, hal tersebut dianggap sah secara politik.

Menurut Yudi, fenomena ini dapat dikategorikan sebagai model konvensi ketatanegaraan baru.

Konvensi ini tidak memerlukan perangkat peraturan formal yang kaku, melainkan lahir dari kebutuhan praktis dan simbolis dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Ini jadi model presidensi Pak Prabowo yang sengaja melibatkan legislatif sebagai simbol perwakilan rakyat. Di situlah posisi Dasco untuk hadir," kata dia.

Kehadiran Dasco di panggung utama pengumuman kabinet dianggap sebagai pesan visual yang kuat kepada publik.

Hal ini menunjukkan DPR bukan lagi sekadar lembaga legislatif yang berada di luar lingkaran eksekutif secara kaku, melainkan menjadi saluran politik yang aktif bagi kepentingan publik.

Dengan melibatkan pimpinan DPR sejak hari pertama pengumuman kabinet, Prabowo seolah ingin menegaskan bahwa program-program pemerintahannya akan berjalan beriringan dengan aspirasi yang ada di parlemen.

Menepis Isu "Gila Kekuasaan"

Lebih jauh, analisis Yudi menyentuh aspek gaya kepemimpinan Prabowo Subianto. Jika Gatot Nurmantyo melihat kehadiran Dasco sebagai bentuk "pengawasan", Yudi justru melihatnya sebagai bukti transparansi dan kerendahan hati seorang kepala negara.

Ia menilai Prabowo sedang menunjukkan sinyal bahwa pemerintahannya adalah pemerintahan yang terbuka dan demokratis.

Ditempatkannya pimpinan DPR di samping presiden dalam momen krusial, memberikan sinyalemen rakyat memiliki ruang berpartisipasi, mengkritik, memberi masukan, bahkan mengoreksi jalannya pemerintahan sejak awal.

Strategi ini dianggap cerdas karena mampu meredam kesan otoritarianisme yang sering kali dituduhkan kepada pemimpin dengan latar belakang militer.

Yudi menegaskan, langkah Prabowo ini justru membedakannya dari tipikal pemimpin yang ingin mendominasi seluruh ruang kekuasaan.

Dengan merangkul pimpinan legislatif dalam momen eksekutif, Prabowo dinilai sadar akan batasan-batasan kekuasaan dalam sistem demokrasi Indonesia.

"Dan benar-benar bertindak bahwa kekuasaannya sebagai presiden di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dibatasi oleh cabang kekuasaan lainnya, yaitu DPR," jelas Yudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu

Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:32 WIB

Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat

Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 18:56 WIB

DPR Beri 'Lampu Hijau' Pegawai Inti SPPG Jadi ASN: Tapi Tetap Harus Penuhi Kriteria

DPR Beri 'Lampu Hijau' Pegawai Inti SPPG Jadi ASN: Tapi Tetap Harus Penuhi Kriteria

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:59 WIB

Pengamat: Dasco - Purbaya Jadi 'Duet Maut' Jaga Stabilitas Ekonomi Politik

Pengamat: Dasco - Purbaya Jadi 'Duet Maut' Jaga Stabilitas Ekonomi Politik

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 12:49 WIB

Gusti Purbaya Temui Dasco di DPR, Konflik Keraton Solo Sempat Disinggung

Gusti Purbaya Temui Dasco di DPR, Konflik Keraton Solo Sempat Disinggung

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 17:05 WIB

Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra

Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:37 WIB

Dasco: Pak Prabowo Tak Pernah Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Dasco: Pak Prabowo Tak Pernah Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:08 WIB

Nasib Sudewo di Ujung Tanduk, Gerindra Gelar Rapat Kehormatan Tentukan Status

Nasib Sudewo di Ujung Tanduk, Gerindra Gelar Rapat Kehormatan Tentukan Status

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:01 WIB

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:56 WIB

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 10:51 WIB

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:50 WIB

×