Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam

Erick Tanjung | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:27 WIB
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. [Antara]
  • Din Syamsuddin jadi saksi ahli Dokter Tifa terkait kasus ijazah palsu Jokowi.
  • Din Syamsuddin desak pembuktian ijazah asli demi keadilan dan moralitas publik.
  • Din Syamsuddin nilai penetapan tersangka Dokter Tifa sebagai bentuk kriminalisasi pendapat.

Suara.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, hadir sebagai saksi ahli bagi Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Din menyatakan bahwa kehadirannya sebagai ahli didasari oleh kesadaran pribadi untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.

Usai menjalani pemeriksaan selama empat jam, Din menilai bahwa pernyataan yang disampaikan Dokter Tifa terkait dugaan ijazah palsu merupakan hak konstitusional warga negara. Hak tersebut dijamin dalam Pasal 28 UUD 1945 tentang kebebasan berpendapat.

Menurutnya, pendapat tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan tanggung jawab moral seorang akademisi terhadap pejabat publik.

“Seharusnya yang diuji terlebih dahulu adalah benar atau tidaknya ijazah tersebut. Itulah yang mestinya dibuktikan secara adil, imparsial, dan transparan,” ujar Din di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).

Din berpendapat penyelesaian perkara ini sebenarnya sederhana, yakni dengan menunjukkan ijazah asli dan mengujinya melalui pemeriksaan ahli secara independen.

“Jika asli, tentu tuduhan tersebut bisa dinilai sebagai pencemaran nama baik. Namun, jika terbukti palsu, konsekuensi hukumnya akan berbeda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Din menilai penetapan tersangka terhadap Dokter Tifa tidak sejalan dengan nilai etika, moral, maupun prinsip hukum dan politik. Ia beranggapan bahwa jika tuduhan tersebut terbukti benar, maka pihak yang menyampaikannya tidak tepat untuk dipidana.

Din bahkan menyebut penetapan Dokter Tifa dan kawan-kawan sebagai bentuk kriminalisasi yang bertentangan dengan prinsip keadilan.

Ia juga mengingatkan bahwa kasus dugaan ijazah palsu ini bukan persoalan kecil karena menyangkut sosok yang pernah menduduki jabatan tertinggi di negara ini. Jika tidak diselesaikan secara tuntas, ia khawatir hal ini akan berdampak buruk pada moralitas publik dan generasi mendatang.

Din mencemaskan munculnya anggapan di masa depan bahwa seseorang tidak perlu memiliki ijazah asli atau menempuh pendidikan untuk menjadi presiden.

Selama proses pemeriksaan, Din mengaku menerima belasan pertanyaan. Sebagian besar pertanyaan berkaitan dengan identitas dan latar belakang dirinya, sementara materi mengenai substansi keahlian yang dimintakan menurutnya tidak terlalu banyak.

Ia menegaskan bahwa seluruh keterangan yang disampaikan merupakan bentuk tanggung jawab akademik dan moral.

Pemeriksaan hari ini merupakan bagian dari pengajuan tiga ahli tambahan oleh pihak Roy Suryo dkk. Selain Din Syamsuddin, dua ahli lainnya yang turut diperiksa adalah mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno dan Peneliti Senior LIPI, Mohamad Sobary.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polda Metro Jaya Bakal Kembalikan Berkas Perkara Tudingan Ijazah Palsu Usai Periksa Jokowi di Solo

Polda Metro Jaya Bakal Kembalikan Berkas Perkara Tudingan Ijazah Palsu Usai Periksa Jokowi di Solo

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:42 WIB

Profil Bonatua Silalahi, Peneliti yang Ungkap Salinan Ijazah Jokowi di KPU

Profil Bonatua Silalahi, Peneliti yang Ungkap Salinan Ijazah Jokowi di KPU

Video | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:28 WIB

8 Fakta Usai Jokowi Jalani Pemeriksaan di Mapolresta Solo Terkait Kasus Ijazah Palsu

8 Fakta Usai Jokowi Jalani Pemeriksaan di Mapolresta Solo Terkait Kasus Ijazah Palsu

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 14:04 WIB

Terkini

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB